
Melahirkan bukan membuat Aan lebih perhatian justru membuat alyssah semakin kesal di buatnya.
Sampai waktu nya pulang dari rumah sakit pun, suami nya tak kunjung datang yang membuat alyssah semakin bingung harus seperti apa.
"Kalau punya rumah, mungkin gak akan pulang kerumah mertua"bathin alyssah
"Sudah siap mba? Tanya nur
"Udah kok"jawab alyssah
Nur melihat wajah muram kakak iparnya, nur yang adik kandung Aan saja merasa kesal dengan kakaknya itu.
"Kalau sudah gak kuat, mba lisyah mau berpisah. Nur dukung kok" ujar nur yang jalan di samping kakak ipar nya
Alyssah menghentikan jalan nya lalu menatap adik ipar nya. "Kenapa bicara seperti itu" tanya alyssah
"Kasihan saja melihat mba berjuang sendirian tanpa ada suami yang menemani " jawab nur
"Ayoo kita pulang dan gak perlu berpikir yang macam-macam dulu" seru alyssah yang sedang menggendong bayi kecil nya.
"Mba nanti kalau mba lisyah kerja,, Dede Billah sama siapa yang jaga? Tanya nur
"Itu ada mama ayu yang mau bantuin jaga bayi, waktu itu menawarkan ke mba" jelas alyssah yang hanya di jawab nur lewat anggukan kepala nya.
Mereka memberhentikan taksi yang lewat, lalu langsung menuju rumah mertuanya.
Sepanjang perjalanan mau alyssah atau nur sama-sama terdiam dengan pikiran masing-masing.
Sampai di depan rumah sudah di sambut ibu mertuanya dan ada suami nya juga.
Alyssah hanya meng mmghela nafas panjang melihat ibu mertua nya tampak kegirangan,sampai memberitahu kan ke semua tetangga kalau cucunya seorang anak perempuan.
"Biar bayi ini tidur sama ibu,kamu pulihkan saja dulu badan mu" ujar sang mertua
Air Asi belum keluar juga mungkin karena pikiran ku sedang tidak baik-baik saja.
Jadi Billah terpaksa pakai susu formula sampai asi bisa keluar.
"Ini susu nya Bu , nur tahu kok takaran nya" alyssah memberikan botol susu dan susu formula juga baju ganti Billah
__ADS_1
"Kamu gak beli popok? Tanya mertuaku
"Nanti aku yang belanja Bu, tadi mba lisyah udah minta tolong tapi aku lupa" sela nur yang sibuk memasukan barang-barang kedalam rumah.
Aan hanya melihat saja tanpa mendekati bayi nya, dan alyssah tambah diam seolah gak perduli dengan ada nya suami.
Rasa kesal semakin menjadi jangan kan untuk mengadzani sekedar basa-basi melihat bayi nya saja seolah enggan.
"Suami dan bapak macam apa seperti itu" gumam alyssah yang langsung melangkahkan kaki nya masuk kekamar untuk beristirahat.
Sorenya alyssah dibangungkan oleh nur karena di depan banyak teman-teman kampus dan kerja nya pada menjenguk Billah.
Alyssah pun mencuci muka terlebih dahulu sebelum bertemu teman-teman nya.
"Selamat ya, Syah? Ucap teman-temannya
"Makasih,pake repot segala bawa banyak hadiah dan makanan" ujar alyssah
" Gak kok kan memang harus buat Dede kecil" ucap sari
"Kalian kok bisa barengan begini"tanya alysssah
Tadi nya hari ini aku mau ke cafe untuk mengundurkan diri,eh malah melahirkan" kekeh alyssah
"Iya katanya kamu sudah diterima kerja di tempat baru ya ,Syah? Tanya sari
"Iya doain ya" ucap alyssah
"Kalau sudah sukses jangan lupa sama kita ya,Syah" seru teman kerja alyssah yang di balas dengan senyuman.
Di balik tembok, Aan mendengar kan semua pembicaraan teman Alyssah dan istrinya. Bahkan dia kaget istrinya masih bisa melamar kerja lagi dengan kondisi hamil besar.
Kantor yang sangat terkenal dan untuk masuk kekantor tersebut harus melalui seleksi yang ketat.
"Kamu ngapain ngintip.."tanya ibu Aan
"Gak ngintip cuma pengen tau aja, teman nya seperti apa? Sangkal Aan karena malu kepergok ibu nya.
"Sana jaga anak mu,, ibu mau beli makanan dulu buat tamu.." pinta sang ibu langsung pergi keluar rumah.
__ADS_1
"Kalau Eli tau aku jaga anak alyssah bisa abis dia maki-maki aku" gerutu Aan yang sebenarnya sayang dengan anak nya juga hanya karena ancaman Eli dia takut mendekati anak kandungnya sendiri.
Sebelum Maghrib teman-temannya alyssah sudah pamit pulang, dan alyssah meminta nur membantu nya membawa makanan dan kue-kue dari temannya itu.
"Nur,, bilang ibu gak usah masak. Ini teman mba bawa makanan jadi banyak banget, mungkin 3 atau 4 hari baru habis" tukas alyssah
"Wah.. ini sih seminggu juga belum tentu abis, mba" ujar nur
Ibu mertua keluar dari kamar dan melihat banyak sekali makanan matang.
Ada rendang daging seperti nya ada 3 kilo, ada semur daging 2 kiloan, belum sambal goreng ati.
Ada opor juga dan cemilannya
"Opor di makan langsung saja ya, Syah? Untuk semur dan rendang masih bisa tahan kok sampai seminggu lebih" terang mertuanya sambil memasukkan makanan ke dalam lemari es.
"Iya Bu, opor dan sambal goreng ati di makan saja Bu untuk makan malam" tukas alyssah yang langsung masuk kekamar nya untuk bersih-bersih.
"Teman Alyssah baik banget ya Bu, sampai semua cemilan pun banyak nya minta ampun Bu. Sebulan juga belum tentu abis" seru nur dan Soleh
"Iya ibu jadi gak enak padahal alyssah itu baik selalu bantu keuangan kita, tapi kakak mu masih saja berhubungan dengan Eli yang hanya memanfaatkan uang alyssah " ujar ibu nya Aan
"Akhir nya ibu juga dapat cucu perempuan, seneng banget dari dulu pengen banget punya anak perempuan yang banyak"
Setelah membersihkan diri, alyssah melangkah ke meja makan untuk mengisi perut nya yang sudah sangat lapar, nampak Aan juga ada di meja makan.
Niat mau mengurungkan diri ke meja makan ternyata sudah terlihat oleh ibu mertua nya.
"Sini Syah makan, kamu butuh gizi untuk memulihkan badan kamu lagi. Apa lagi mau masuk kerja lagi kan? Biar cepat sembuh luka kamu.." jelas ibu mertua nya sambil mengambilkan nasi beserta lauk pauk nya.
"Nanti malam biar Billah tidur sama ibu ya, gak rewel Kok bayi nya. Ibu suka sekali dengan anak bayi.."ibu mertua terus saja berceloteh.
Alyssah hanya menundukkan wajah nya dan menghabiskan makanan nya, nur menyodorkan buah untuk Alyssah makan dan juga obat yang harus Alyssah minum.
Obat nya di minum mba, harus habis biar cepat sembuh jahitan nya. Gak usah mikirin orang yang gak penting.." sindir Nur ke Aan kakaknya.
Aan hanya memperhatikan alyssah tanpa berkedip sama sekali, dan dia juga tidak bertanya apa pun.
"Kalau ada orang butuh uang, sebaiknya mba alyssah pikirkan dulu. Karena kalau dia cuma butuh uang saja gak butuh mba lisyah Sama saja, kalau mba sedang di manfaatkan" ucapan nur sangat menyentil perasaan Aan.
__ADS_1
Nur gak peduli sama sekali.