Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu

Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu
BAB LXX


__ADS_3

semenjak hari itu Dennis sering mengunjungi alyssah dengan berbagai alasan.


tapi Alyssah bersikap biasa saja bahkan hanya menganggapnya teman sama seperti Yudis juga.


"apa hari ini lancar cateringan nya? tanya dennis


"Alhamdulillah lancar dan mulai banyak perkantoran yang meminta untuk makan siang."jawab Alyssah.


"syukurlah dan semoga semakin sukses ya? apa Yudis sudah datang? Dennis matanya mencari keberadaan Yudis.


"hmmm apa kalian janjian disini!! tanya Alyssah


"iya semalam sudah aku infokan!? sahut dennis yang duduk di sebelah Alyssah.


"tunggu saja,mungkin sebentar lagi datang!! apa kau mau kopi? tawar Alyssah


"boleh kalau kau tidak sibuk."jawab Dennis


"tunggu sebentar aku akan buatkan."Alyssah pun berjalan kedapur untuk membuat kopi.


tidak lama Yudis datang dan menghampiri Alyssah


"aku mau ya satu? pinta Yudis


"iya masuklah dan sudah di tunggu tuh.!! tunjuk alyssah ke arah Dennis.


Yudis pun menghampiri Dennis dan saling bersalaman.


"maaf gue tadi ada sedikit kerjaan,udah lama? sapa Yudis


"baru lima belas menit yang lalu."jawab Dennis


"kita minum kopi dulu aja ya? pinta Yudis


"memang kau ada rencana mau buka kapan? tanya dennis.


"kalau bisa di Minggu ini sih!? cuma coba nanti Lo bantu cek ya,, kira-kira kurangnya di mana? terang Yudis.


alyssah datang membawa tiga cangkir kopi yang masih panas berserta kudapan nya.


"silahkan kalian minum dulu dan baru lanjutkan pembicaraan nya."pinta Alyssah.


"makasih ya,Syah!! eh untuk catering sudah gue transfer ya dan Cici tadi sudah jawab chat gue."tutur Yudis.


"oh maaf gue belum buka ponsel dari tadi karena sedang merekap semua pembukuan."sahut Alyssah.


"wuih lancar dong!! bisa nih jalan-jalan."ledek Dennis.


"bagi pemula seperti aku ya sudah bersyukur banget sih!! ungkap alyssah.


"ngga ada rencana balik kekantor Syah? tanya Yudis.


"kasian pak Dedy keteteran kerjaan loh."

__ADS_1


"belum bang dan rencana gue ingin nyusul olin aja,bang!! ungkap alyssah.


"nah usaha Lo bagaimana? timpal Dennis


"ada Cici kan?? dia senang dengan usaha ini karena dia bisa bagi waktu untuk kuliah dan juga tunangan nya."ungkap alyssah.


"ngga nyaman ya disini? tanya Yudis


"bukan bang hanya jaga-jaga takut Dewi akan mengulangi hal yang sama lagi,apa lagi sekarang gue ngga ada Olin."terang alyssah.


"ada gue sama Dennis bisa jaga Lo sama Billah."ujar Yudis


"kalian kan ngga selama nya datang dan menemani Billah."sahut Alyssah.


"semoga ada jalan keluarnya ya,Syah!! ujar Yudis.


"mmmm keluarga kandung gue saja, udah gak perduli bang!! bunda juga sudah ngga ada kabar lagi."terang Alyssah.


"kenapa ngga kau coba kunjungi orang tua mu,Syah? timpal Dennis


"cerita nya panjang dan itu tidak mungkin terjadi.hahaha miris ya jadi anak yang terbuang."ungkap alyssah.


"terbuang maksud nya apa nih? bisa jelasin ngga? mata Dennis menatap Alyssah dan Yudis bergantian seolah minta penjelasan soal perkataan Alyssah.


alyssah tertunduk dan air matanya pun menetes di pipinya, rasa rindu yang dia pendam selama ini sangat menyakitkan.


bahkan sudah beberapa kali dia melihat keluarganya kumpul makan malam bersama di sebuah tempat makan.


ada rasa sesak di dadanya ketika melihat itu semua,apa mereka sudah lupa dengan alyssah.


"menangislah jika itu membuat hati mu dan rasa rindumu terobati."Dennis mengusap bahu alyssah.


Yudis paham kenapa alyssah ingin menjauh karena keluarganya sudah tidak perduli lagi.


jika dia sukses mungkin keluarga nya akan datang dan merangkulnya kembali.


setelah cukup lama alyssah menangis akhirnya dia pun terdiam sejenak dan Dennis menyodorkan segelas air putih.


"minumlah biar kau tenang!! ujar Dennis


alyssah menatap wajah Dennis lalu mengambil gelas dari tangan Dennis.


alyssah meminum sampai habis air tersebut dan dia masih diam.


"apa sudah tenang atau mau ketempat yang bisa bikin Lo tenang."tawar yudis.


"ngga bang,,gue udah ngga apa-apa dan tempat bikin gue tenang hanya di balkon saja."terang alyssah


pintu terbuka ternyata Cici yang masuk membawa Billah dan Sri mengikuti dari belakang.


Cici heran melihat Alyssah seperti habis menangis.


"kenapa? bisik Cici ke Dennis

__ADS_1


Dennis hanya menjawab dengan menggedikan bahunya saja.


Yudis memberikan kode ke Cici dan Cici pun paham.


"Syah, test food nya sukses loh..dan mamihnya Olin jadi pesan semua nya!! seru Cici


"hai kapan kalian datang, aduh anak bunda makin gembul saja."sapa alyssah yang baru menyadari ada Cici dan Billah.


sedangkan Sri langsung masuk kedalam kamar.


"apa mertua Lo ngga nanya!! kenapa gue ngga datang?tanya alyssah.


"dia ngerti kalau Lo lagi sibuk kok!! sahut Cici


"baguslah jadi ada rasa ngga enak saja, apa lagi gue janji jemput billah tadi."terang alyssah.


Cici menatap wajah alyssah dan Cici tahu kalau teman nya sedang tidak baik-baik saja.


"Syah, gue sama Dennis mau keluar dulu ya!? kalian mau nitip apa? tanya dennis


"ngga ada bang, ya sudah hati-hati saja."jawab Alyssah yang sedang menciumi Billah.


"ci Lo ada yang mau di beli ngga? tanya Yudis


"kayak nya ngga ada deh, karena bentar lagi gue mau masak makan malam."sahut Cici


lalu Dennis dan Yudis pun pergi dari apartemen alyssah karena mereka entah sedang bisnis apa.


"Syah,, apa Lo sudah mantap mau pergi? tanya Cici pelan


"seperti nya, gue harus tenangin diri gue deh,,ci!! dan kita kan janji juga mau jenguk septya."ungkap Alyssah.


"apa pun baiknya menurut Lo,,gue akan selalu mendukung yang terbaik untuk kalian."tutur Cici


"Lo tahu ngga?? septya sudah mendapatkan calon ayah untuk anaknya nanti, dan cowok bule itu terima septya apa adanya loh!! terang Cici


"masa sih!! kok dia ngga cerita sama gue sih!! alyssah semakin penasaran.


"gimana mau tahu, ponsel Lo saja gue hubungi susah!? cebik Cici


"hahhaahaha iya tadi gue sibuk cek pembukuan,,sorry ya!! ujar alyssah.


"silahkan cek nona dan Lo pasti akan tertawa bahagia."ujar Cici sambil melangkahkan kaki nya menuju dapur.


"yaah ini anak udah tidur saja."gumam alyssah yang menatap anaknya tidur di pangkuannya.


alyssah pun membawa Billah masuk kekamar dan merebahkan nya di kasur.


pipi Billah terus saja di cium oleh Alyssah dan membuat Billah menggeliat.


"tidurlah nak!! lirih alyssah


alyssah berjalan keluar kamar lalu menutup nya dan mencari ponselnya.

__ADS_1


benar saja banyak panggilan tak terjawab dari Olin,septya bahkan Dody.


__ADS_2