
"Lo mau turun dimana? karena gue mau beli oven dulu, masa iya Lo mau ikut juga!! tanya Cici ke sepupu nya itu.
"ya udah sih gue ikut aja, kemana Lo berdua pergi!! jawab Dennis santai sambil merebahkan kepalanya di jok mobil.
alyssah sudah enggan menjawab apa pun dia lebih banyak diam saja.
Cici merasa tidak enak dengan Alyssah karena dia melihat raut wajah Alyssah yang nampak menahan kesal.
"ya sudah ci, kita langsung saja lihat oven. karena nanti kan kita mau antar Olin juga!! timpal alyssah.
"Lo yakin gak apa-apa dia ikut."tanya Cici
"ngga apa-apa,selama ngga menganggu kita."jawab Alyssah
"ya sudah kalau begitu, kita langsung ke toko oven ya!! ujar Cici
mereka bertiga Langsung ke toko yang Cici maksud, sampai di sana Cici dan alyssah langsung turun dari mobil.
alyssah terlihat sedang bertanya-tanya dengan pemilik toko dan menawar harga serendah mungkin.
dan sesuai kesepakatan harga akhirnya Alyssah pun membeli dua oven besar untuk kuenya.
dan oven tersebut Alyssah meminta si pemilik toko untuk mengirimnya ke alamat rumah kontrakan tersebut.
setelah pembayaran selesai lalu Cici menghubungi rully bertanya soal keberangkatan Olin.
Cici sedang asyik menelpon, alyssah memilih membeli minuman karena dia sangat haus.
"kenapa minum ngga beliin aku juga? tiba-tiba Dennis sudah merebut botol minuman yang baru saja Alyssah minum sedikit.
"apa kau sudah miskin Sampai tidak sanggup beli minuman? cebik alyssah.
"aku lagi irit jadi tolong kau saja yang belikan untuk ku."sahut dennis
"apa kalian sudah selesai? tanya Cici
"sudah, ayo? ajak Alyssah
"tapi kita jemput Rully dulu ya,Syah? ngga apa-apakan? ujar Cici
"iya ngga apa-apa lah, ci!! udah yuk,jalan!! ucap alyssah
Cici pun melajukan mobilnya menuju rumah sakit karena Rully ingin bareng ke bandara dengan Cici.
sepanjang jalan, Alyssah lebih banyak diam malah sibuk dengan ponselnya.
banyak pesanan masuk dan alyssah mulai menjawab serta menghitung berapa yang mereka harus transfer untuk pesanan nya.
"banyak ya,Syah? pesanannya!! tanya Cici sambil matanya fokus ke jalan karena sedang menyetir.
"lumayan ci, untuk besok ada 50 box cake nih!! dan aku sudah minta nur dan istri pak Juna untuk memisahkan bahan-bahannya."terang Alyssah
"wow makin kesini, makin banyak ya!! Syah?? seru Cici merasa senang sekali.
__ADS_1
"kalian bisnis apa sih? tiba-tiba Dennis ikutan berbicara
"kue dan catering."sahut Cici
"wah boleh dong kantor gue pesen catering untuk makan siang setiap Senin sampai Jumat? tanya dennis
"boleh saja, tapi silahkan anda test food dulu."timpal Alyssah
"tentu!? kapan itu, biar nanti assisten aku yang mengurusnya."sahut dennis
mereka terus berbicara soal usaha yang baru Alyssah dan Cici buka ini.
"memang kenapa kau berhenti bekerja? tanya dennis
"privasi ."sahut Alyssah
"oh begitu!! ya sudah kan hanya bertanya saja."ucap Dennis
Alyssah kembali terdiam dan memperhatikan jalan dari balik jendela mobil.
tak berasa mereka sudah masuk area parkiran rumah sakit, Cici langsung menghubungi Rully.
"denn, Lo yang bawa mobil ya!! pinta Cici
"hmmm kenapa gak Rully saja!! sahut dennis
"kasihan dia baru selesai tugas, nanti pulang nya Rully yang bawa."terang Cici
akhirnya Dennis pun pindah ke kursi depan, Cici dan alyssah pindah kebagian kursi belakang.
Rully pun tersenyum manis melihat kekasihnya yang sudah menunggu nya.
" maaf ya kelamaan nunggu!! sapa Rully ketika melihat kedalam mobil.
"ngga apa-apa kok, kita juga baru Sampai!! sahut dennis
lalu Rully masuk kedalam mobil dan Alyssah hanya tersenyum saja.
"ini kita kebandara atau kemana? tanya dennis
"kerumah dulu saja, kata mamih kita makan malam sama-sama."jawab Rully
"baiklah kasih tahu saja alamatnya ya!! pinta Dennis
"kalau gitu,biar aku Yang bawa saja. bagaimana? tanya Rully
"baiklah asal kau tidak cape, ngga masalah!! sahut dennis
"ngga kok.. ya sudah kita tukaran tempat kalau begitu."ujar Rully.
mereka berdua bertukar tempat dan Rully yang membawa mobil akhirnya.
di belakang alyssah dan Cici sedang sibuk menghitung untuk besok.
__ADS_1
dan besok mereka sudah mulai beroperasi di rumah kontrakan yang baru.
karena semua bahan-bahan kue, beserta kelengkapan peralatan masak serta kue sudah di pindahkan kerumah kontarkan juga.
"berarti besok pagi kita sudah disana ya?? dan nanti kita akan buat jadwal saja."ujar Alyssah
"baik lah kalau begitu."sahut Cici
"tapi kita besok mulai bikin aturan ya dan untuk satu orang harus kita masih ponsel untuk menghandle orderan."tutur Alyssah.
"oke oke."sahut Cici
selama perjalanan mereka semua sibuk dengan pembicaraan masingmasing.
Rully sibuk dengan Dennis soal usaha yang di rintis keluarga nya.
Alyssah dan Cici sibuk dengan usaha yang baru mereka rintis bahkan belum ada apa-apanya.
tak terasa mereka sampailah di halaman rumah Rully, lalu semua pun turun dari mobil.
Olin sedang sibuk dengan Billah bahkan terdengar mamihnya sedang memarahi Olin yang belum siap juga.
"mamih saja deh yang lanjutin kuliah aku!! ujar Olin
"nah terus kamu mau ngapain? tanya mamihnya
"aku disini dengan Billah saja!! iya ngga dutt?? ujar Olin
"astaga Olin, mamih ampun deh sama kamu!! mamih Olin pusing sekali dan meninggalkan anak itu.
"kenapa sih,mih?? tanya rully
"itu adik kamu bukannya siap-siap malah dari tadi ngga mau sama sekali bergerak, kalau ketinggalan pesawat bagaimana!! oceh mamihnya Olin.
"memang dia mau apa lagi sih mih?? tanya Rully
"dia mau bawa Billah katanya biar ada teman nya."jawab mamihnya
"iya ngga bisalah, Billah kan ada ibu nya dan anak bayi ngga bisa pisah dengan ibu kandungnya."terang rully
"kamu jangan bicara sama mamih tapi bicara sama adikmu saja."ucap mamih nya.
lalu Rully pun berjalan menghampiri Olin yang sedang asyik mengganti pakaian Billah.
"kenapa hanya Billah yang ganti baju,hmmm? tanya Rully
"aku sebentar lagi kak!! sabar sih pada marah-marah saja."jawab Olin
"kamu tahu kan? kalau Billah masih bayi dan tidak boleh terpisah dengan ibunya."terang Rully
"sangat paham, Abang ku yang baik hati dan kurang ganteng!! jawab Olin
Rully pun sedang malas berdebat dengan adiknya jadi dia memilih meninggalkan Olin.
__ADS_1
"dimana Olin kak!! tanya alyssah
"itu di kamarnya dan tolong bujuk saja biar dia mau cepat-cepat merapihkan dirinya."pinta Rully lalu berjalan meninggalkan Alyssah yang juga berjalan menuju kamar Olin.