Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu

Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu
BAB LII


__ADS_3

Pembicaraan Dody dan Yudis sangat serius sekali bahkan Dody terlihat merasa bersalah. Alyssah mengundurkan diri yang Dody pikirkan gimana nasib Billah dan biaya kuliah alyssah kalau sampai tidak kerja.


"Rencananya besok alyssah sudah membuka jualan kue online dan mulai membuat tester malam ini, pak Dody tidak perlu risau biar saya yang akan menjaga alyssah dan Billah selama bapak meneruskan pendidikan di luar negeri,"ungkap Yudis dan pembahasan itu pun sampai di dengar pak Dedy.


Hatinya merasa gelisah kenapa harus seperti ini. Padahal mereka tahu alyssah tidak akan seperti itu merusak hubungan Dody dan Dewi.


Prasangka Dewi yang buruk membuat semua orang terluka.


"Sepertinya memang benar harus di akhiri"gumam pak dedy lalu berjalan meninggalkan ruangan Yudis.


Selang beberapa menit istrinya datang dan langsung menuju ruangan suami nya.


"Pah,. persiapan dody untuk berangkat sudah selesai semuanya. Kemungkinannya nanti malam dia akan berangkat,"terang istrinya yang terlihat mendung di wajahnya.


"Iya, mah dan seperti nya kita harus bicara dengan keluarga Dewi sore ini"ujar pak Dedy 


"Mama sebenarnya sudah enggan pah, kecewa banget mama tuh. Ya cuma orang tua Dewi harus tahu kebenarannya juga agar bisa menasehati anaknya"penjelasan istrinya memang benar karena jika di biarkan akan semakin runyam.


"Iya mah nanti kita akan jelaskan, walau sebenarnya ini urusan anak-anak hanya saja anak kita terlanjur kecewa dan kita tahu watak dia seperti apa"ungkap pak Dedy.


Mereka pun terdiam dengan pikiran masing-masing, beberapa kali istrinya menarik nafas dalam-dalam.


Dia tahu seberapa sayang istrinya itu kepada alyssah dan putrinya.


Berat sangat berat jika mereka tidak bisa bertemu.


"Sebentar lagi orang tua Dewi akan datang mah? Pemberitahuan suami nya membuyarkan lamunan istrinya.


"Baguslah, tidak harus menunggu nanti malam atau besok lagi"jawab mama Dody lalu dia berdiri masuk ke dalam toilet guna membersihkan wajah nya.


Yang di tunggu pun datang, ternyata orang tua Dewi tidak datang berdua tapi ada Tety dan Dewi juga.


"Baguslah biar kita tahu alasan Dewi itu masuk akal atau tidak,"bisik mama Dody di kuping suaminya itu.

__ADS_1


"Selamat siang pak Dedy,apa kabar nya,?sapa papanya Dewi


"Siang juga pak, mari silahkan duduk" pak Dedy mempersilahkan mereka duduk.


Sedangkan istrinya sudah duduk di sebelahnya dan keluarga Dewi duduk berhadapan hanya terhalang meja saja.


Tidak lama masuk assisten pak Dedy yang menyiapkan minuman serta makanan kecil.


"Mari silahkan di minum dahulu,"seru mama nya dody.


Sambil menunggu mereka meminum nampak terlihat kegelisahan di wajah Dewi.


"Maaf sebelumnya kami mengundang anda untuk datang ketempat kami, mungkin Dewi bisa menjelaskan apa yang terjadi sehingga anak saya memilih mundur dari pertunangan ini,"penuturan pak Dedy seketika membuat wajah orang tua Dewi menegang.


"Maksudnya apa pak? Saya belum mengerti karena saya pikir hubungan mereka baik-baik saja"tutur papa nya Dewi dan menatap wajah anaknya.


"Begini pak, Dody dan Dewi sedang berselisih paham mungkin kurangnya komunikasi karena Ego di antara mereka.hanya saja kali ini tuduhan Dewi sangat tidak manusiawi sekali, apa kau mau menjelaskan atau saya yang akan jelaskan? Tanya mama Dody yang membuat Dewi mengangkat wajah nya.


"Jelas saya marah om,Tan? Dody lebih perhatian dengan alyssah dan saya yakin alyssah lah yang sudah menghasut dan menggoda nya"penuturan Dewi membuat orang tua mereka tercengang bagaimana tidak dia sangat mengenal alyssah.


"Iya memang seperti itu kejadiannya? Jawab Dewi


"Apa ada buktinya? Atau hanya praduga kamu yang di liputi rasa cemburu dan iri? Ujar pak Dedy


"Ngga kok, Dewi yakin mereka sedang berselingkuh buktinya kemarin ada di apartemen nya"tuding Dewi


"Anak saya ada di apartemen itu karena Cici menelponnya karena kamu tiba-tiba datang dan menggeledah rumah orang tanpa permisi. Sedangkan kamu lupa di situ ada saya dan Yudis juga, bahkan itu untuk kedua kalinya kamu menuduh orang tanpa bukti.


Sedangkan anak saya sedang sibuk dikantor bahkan kamu pun menemaninya lembur.


Saya tidak membela alyssah tapi saya hanya ingin meluruskan seseorang yang tadinya gadis yang baik sekarang kenapa jadi begini" penjelasan mama Dody membuat papa Dewi malu.


"Tante kan ngga tahu dan tidak mengikuti kemana alyssah pergi dan dengan siapa? Dia itu sudah ngga benar hidupnya. Dia hanya mencari simpati sana sini"tuduh Dewi 

__ADS_1


"Cukup Dewi, aku tahu siapa alyssah. Bahkan kakak merasa aneh dengan mu? Bentak tety


"Kenapa kak tety membela dia? Padahal jelas-jelas dia merebut pacarku"kesal Dewi 


Tidak lama pintu terbuka nampak Dody berdiri di pintu masuk dengan Yudis.


"Maaf sebelumnya kalau saya ikut campur dengan masalah ini.


Sebaiknya mba Dewi jujur saja biar semua bisa memaafkan dan alyssah sudah mundur jadi sahabat kalian bahkan menjauhi keluarga pak Dedy apa belum puas juga mba? Tanya Yudis yang menatap tajam mata Dewi.


"Di setiap kejadian di situ ada saya mba, ingat itu mba saya selalu ada. bahkan saya tahu mba Mengikuti kami."jelas Yudis yang membuat Dewi tertunduk malu.


"Saya ngga sengaja mengikuti kalian,"bela Dewi


"Sebaiknya apa yang kau inginkan? Pertanyaan Dody begitu dingin


"Aku hanya ingin kau jauhi janda itu karena dia akan menggoda mu bahkan pasti akan merusak hubungan kita"ungkapan Dewi tanpa sadar sudah menjawab semuanya.


"Jadi semua Hanya praduga saja ya pak, jelaskan ternyata sifat seperti ini sangat tidak bagus jika terus di pelihara,"ujar mama Dody 


"Saya yakin kamu anak yang baik, saya hanya bisa menyerahkan semua ke orang tuamu dan Dody anak saya."timpal pak Dedy.


"Maaf sepertinya selesai sajalah, saya malu kalau punya anak suka menuduh orang tanpa bukti itu dosa"tiba-tiba mamanya Dewi buka suara dimana membuat semua orang kaget.


"Mama kenapa membela alyssah."bentak Dewi 


"Cukup jangan berani-beraninya membentak istriku."tegas papanya Dewi


Lalu Dewi memalingkan wajahnya dan tanpa di sadari Dody sudah melepaskan cincin yang ada di jari manisnya.


"Mungkin memang harus introspeksi diri dan lebih mendekatkan diri sama Allah, biar kamu tidak mempunyai sifat iri dengki. Pertemanan kita bahkan sampai bisa seperti ini adalah campur tangan sahabat kita sendiri.


Tanpa mereka mungkin aku tidak akan mau mendekati dirimu, dan aku harap kau bisa mendapatkan Jodoh yang lebih baik lagi dan kamu pun menjadi lebih dewasa lagi."terang Dody 

__ADS_1


Dewi bangkit dari sofa dan menghampiri Dody tapi di tarik oleh papanya.


Lalu orang tua Dewi meminta maaf dan pergi meninggalkan kantor pak Dedy dengan rasa malu.


__ADS_2