Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu

Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu
BAB XL


__ADS_3

"cepetan gak? Ngga pantes banget Lo manja dan cengeng baru ribut kecil aja, sudah seperti dunia mau kiamat aja. Debat juga butuh makan sama duit."cerocos alyssah sambil berjalan dengan cepat yang di ikuti Dody.


"Memang mau makan dimana sih? Kan pesen makan juga bisa."timpal Dody yang terus mengikuti langkah alyssah.


"Gue mau nemuin pengacara, gue mau jadi janda..puas Lo?"ujar alyssah sudah saling kesal dan nahan emosi nya.


Lalu mereka pun sampai di tempat makan yang sudah di tunggu oleh Yudis dan Adri.


"Bisa gak saya makan dulu, baru saya minta maaf dan lanjutkan masalah saya."seru alyssah yang memang sudah sangat amat lapar.


Adri yang mendengarkan ucapan alyssah langsung tertawa terbahak-bahak.


"Makan lah dahulu, sudah saya pesankan dan pak Dody mau makan apa? Tanya Yudis yang juga bertanya dengan Dody


"Samakan saja pak biar cepat juga, kebetulan saya sudah lapar juga nih."sahut Dody yang duduk di samping alyssah.


"Oh iya pak Dody apa sudah kenal dengan pak Adri? Tanya Yudis sopan


"Sudah pak, waktu itu perusahaan kita pernah memakai jasa kantor pak Adri."tutur Dody sambil meminum air mineral yang sudah tersedia.


Makanan datang alyssah langsung menyantapnya, Dody ingin mengambil makanan milik alyssah tapi dia tahan karena malu di lihat Adri.


Alyssah makan dengan cepat dan langsung tandas, tidak lama makanan untuk Dody pun datang.


"Maaf saya makan dahulu ya, silahkan kalau mau lanjut pembicaraannya."ujar Dody 


Lalu Adri mulai memberikan penjelasan kepada alyssah untuk sidang perdana nya nanti hanya mediasi antara kedua belah pihak.


Mendengar mediasi hati alyssah menciut bahkan sempat berubah wajahnya menjadi tegang.


Lalu Adri menjelaskan dengan perlahan dan sangat detail serta memberikan semangat dan juga masukkan yang terbaik untuk klien nya ini.


Alyssah pun memahaminya karena harus mengikuti prosesnya.


"Cie,,calon janda? Hidup janda.."bisik Dody membuat alyssah mendelikan matanya.


Dody terus saja meledek sahabatnya itu sampai benar-benar alyssah memukul Dody dengan sendok.


Yudis dan Adri kaget melihat tingkah laku mereka.


"Ya sudah pak Adri dan pak Yudis kalau begitu saya kembali ke kantor dahulu, Jika ada yang perlu dibicarakan lagi nanti tinggal info saja ya pak? Tutur alyssah yang menarik paksa Dody untuk berdiri juga dari kursinya.


Dody terlihat meringis karena tangan nya di cengkeram erat oleh alyssah.


"Sakit,Syah lepasin gak? Pinta Dody 

__ADS_1


"Ngga akan, kalau Lo masih ngledek gue janda."les alyssah 


"Nah kan memang mau jadi janda,kenapa harus marah? Protes Dody


"Iya, ya kenapa harus gue marah ya."pikir alyssah yang langsung melepaskan tangan nya dari lengan Dody.


Lalu mereka berjalan dengan perlahan dan mereka pun terdiam sampai di dalam ruangan pun masih terdiam.


"Gue mau sholat zhuhur dulu."ujar alyssah yang langsung melangkahkan kaki nya menuju musholla yang ada di sudut ruangan yang ada di lantai yang sama dengan ruang kerja nya.


Selesai berdoa ada perasaan lega dalam hatinya dan dia kembali ceria lagi.


"Dod, sholat gih..biar otak Lo adem."perintah alyssah 


"Iya bentar lagi.."sahut Dody 


"Udah sekarang aja, kalau nanti-nanti Yang ada Lo gak sholat."protes alyssah 


Dody pun mengikuti saran alyssah yang masuk ke dalam musholla untuk sholat juga.


Selesai sholat Dody balik keruang kerjanya karena dia juga harus meeting dengan divisi nya.


Terlihat kakak nya datang,untuk berpamitan karena akan melanjutkan sekolah keluar negeri.


"Mungkin di dalam ember kali kak? Sahut Dody asal menjawab 


"Emang kamu pikir dia ikan? Timpal Didi 


"Iya sejenis nya, dia ikan lele galak..soalnya."ujar Dody


Didi merasa aneh dengan adiknya dan dia yakin bocah berdua ini pasti habis berdebat lagi saja.


Didi keruangan papa nya, ternyata alyssah dan Yudis ada di sana juga.


"Selamat siang pak Didi.."sapa Yudis


"Siang juga pak Yudis.."sahut Didi


"Kakak tadi keruangan kamu tapi kosong, ternyata kamu disini? Tutur Didi yang merangkul bahu alyssah 


"Ini lagi kek cicak main nempel aja.."cebik alyssah 


Didi pun tertawa terbahak-bahak, dan dia pun segera memberitahukan papa nya kalau dia mau berangkat sekarang.


"Jiaaahh mau move on aja harus melarikan diri.."ledek alyssah 

__ADS_1


"Hahahahaha bukan melarikan diri tapi hanya mau kabur saja kok."timpal Didi


"Sama saja itu sih,cuma beda judul saja tapi alurnya sama.."cebik alyssah 


"Kamu mau mengantarkan kakak mu ke Bandara,Syah.."tanya pak Dedy


"Ngga ahh, entar pake drama tangis-tangisan lagi.."jawab alyssah yang membuat pak Dedy tertawa.


"Sudah sana pergi nanti kalau lisyah ada uang pasti akan jenguk kakak dan septya juga."tutur alyssah 


"Peluk dulu sini,."pinta Didi 


"Ada duit nya?ngga. Kalau gak ada duitnya males ahh.."ujar alyssah 


"Ini calon janda benar-benar deh.."kesal Didi


"Janda lagi, janda lagi saja.."gumam alyssah lalu dia berteriak.."hidup janda.."


Lalu setelah mendapat tanda tangan bonusnya untuk hari ini alyssah pun berjalan keluar kembali keruangan nya.


Tidak lupa dia mengucapkan selamat jalan dan hati-hati, serta semangat move on ke Didi.


Wajah Didi semakin kesal di buat nya, bahkan ingin rasa nya menjitak alyssah dan Dody karena keduanya tidak ada yang mau mengantarkan dirinya ke bandara.


Ketika sedang keluar dari ruangan pak Dedy, alyssah berpapasan dengan pacarnya Didi.


Alyssah tersenyum tapi pacarnya Didi malah membuang muka.


"Yaelah mau diputusin saja, eh mau di tinggalin maksud nya.."ceplos alyssah 


Yang membuat pacar nya Didi marah dan memaki-maki alyssah bahkan semua karyawan yang ada di lantai tersebut menonton pertunjukan tersebut.


Alyssah hanya tersenyum saja bahkan wajahnya hampir di tampar, tapi sebelum tangan itu mendarat di pipi Alyssah ternyata ada tangan yang sudah mendarat di pipi pacarnya Didi itu adalah tangan nya mama Dody.


"Berani kamu menampar pipi anak saya? Tidak segan-segan saya laporkan kamu ke pihak berwajib? Siapa kamu disini hah? Kamu cuma wanita yang tergila-gila dengan anak saya dan wanita yang gila akan kekayaan..mengacalah siapa dirimu sebelum kau menjadi pacar anak saya,kamu bukan siapa-siapa? 


Pergilah sebelum saya panggilkan kamu security yang akan membuat kamu lebih malu lagi.."teriak mama Dody 


Kemarahan mama Dody sampai terdengar keruangan suami nya.


Pak Dedy sangat geram melihat kelakuan mantan pacarnya Didi itu.


Bahkan Didi pun tidak membelanya malah meninggalkan begitu saja.


Sella sempat berteriak memanggil Didi untuk mendengarkan ucapan nya dan dia juga meminta Didi tidak meninggal dirinya.

__ADS_1


__ADS_2