
Mah, kenapa jadi di antar kerumah mama?"tanya alyssah bingung.
"Dari tadi saya tanya, kamu mau pulang kemana? Malah asik ngoceh aja seperti tukang sulap,"ledek pak Dedy
"Maaf,.lisyah gak dengar kan.om.."ucap Alyssah yang mengerucut bibirnya.
"Masuk lalu bersihkan diri di kamar tamu, nanti kamu. Saya tunggu di ruang keluarga."perintah pak Dedy
"Ayo Syah,mama antar kekamar mu.."ajak mama Dody
"Dewi sama Dody kemana? Mah.."tanya alyssah
"Sedang jemput billah dan Sri."jawab mama dody
"Ya sudah mah, lisyah bisa kok sendiri."pinta alyssah
"Yang bilang kamu bakalan sendirian di kamar ini kata siapa? Mama mau tidur di sini kok."seru mama Dody
"Owh lisyah kirain ,bakalan sendirian di kamar ini. Karena pasti mama akan pilih tidur dengan Billah kan? Sahut alyssah
"Wah iya ya sampai lupa.."ujar mama Dody
"Kamu tidur sama Dewi saja, mama akan tidur di kamar sama Billah."seru mama Dody yang langsung bergegas pergi dari kamar tamu.
Dengan cepat mama Dody masuk kekamar nya untuk membersihkan diri karena dia yakin Billah akan cepat sampai.
Pak Dedy yang melihat kelakuan istrinya hanya menggelengkan kepala nya saja.
"Papa nanti kalau tidur jangan lupa ya, kalau di tengah nanti ada Billah yang akan tidur dengan kita."tutur mama Dody
"Iya, papa tahu kok."sahut pak Dedy
"Mama atur dulu posisinya,biar Billah nyaman tidur dengan kita."terang mama Dody
Tidak lama yang di tunggu datang, mama Dody sudah menanti nya di depan pintu ruang tamu
Bahkan langsung mengambil Billah dari tangan Dewi.
"Kamu masuk saja ke dalam untuk bersih-bersih, kamu Sama alyssah ya di kamar tamu,"jelas mama Dody ke Dewi yang di jawab dengan anggukan kepala saja oleh Dewi.
"Sri kamu masuk kedalam ya, nanti sama Tina di tunjukan kamar mu atau mau tidur berdua juga gak apa-apa."ucap mama Dody.
"Nah terus aku gak mama atur nih."ujar Dody sambil menyilangkan keduan tangannya di depan dadanya
"Kamu tidur aja di kolam ikan."sahut mama Dody
"Hahahahahahah kesel nih, nanti keriputnya nambah banyak loh."ledek Dody
"Biar saja keriputan, tapi masih cantik."timpal mama Dody
__ADS_1
"Mah sini, aku mau gendong Billah dulu sebelum mandi."pinta Didi
"Sana mandi, enak aja masih kotor mau gendong bayi."marah mama Dody
Yang membuat Didi langsung berlari masuk kamar begitu pun dengan Dody.
Berhubungan mereka sudah makan malam jadi Tina art di rumah Dody hanya menyiapkan teh beserta kudapan saja.
Papa Dody sudah nampak di ruang keluarga sambil fokus dengan gadget di tangan nya.
Tak lama alyssah pun ikut bergabung dengan yang lainnya.
Pak dedy menatap semua yang ada di ruangan keluarga tersebut
Lalu membuka pembicaraan soal kejadian tadi di restoran mall.
"Syah, bisa kah kamu agak sedikit menahan emosi? Cara kamu membalas nya itu salah. Jawablah dengan cara berkelas jangan di balas dengan cara seperti tadi, sama saja kamu dengan nya tidak bersikap elegan bahkan terlihat bar-bar.
Kamu kan seorang yang berpendidikan, bahkan kamu bisa tunjukkan ke orang yang sudah menyakiti mu bahwa kamu mampu berdiri dan sukses.
Cukup tunjukkan kehebatan mu bukan kebodohan mu, buat mereka menyesali perbuatannya itu."tegas papa Dedy
"Aku tahu dari pagi muka mu tidak enak di lihat, bahkan kamu lebih cenderung diam menahan marah, menahan tangis. Bahkan kamu ke toilet yang Aku yakin kamu sedang menangisi nasib rumah tangga mu.
Kalau dia memang perduli dengan mu, seharusnya tadi dia bisa mencegah wanitanya itu untuk mempermalukan diri mu? Tapi apa? Dia hanya menonton saja tanpa membela istri atau wanita nya.
"Apa yang kamu rasakan dan pikirkan sekarang? Tanya pak Dedy
"Tidak ada, Malah saya merasa bersalah. Harusnya saya tidak perlu larut dan memikirkan nasib rumah tangga saya. Yang sudah jelas kalau dia tidak suka dengan saya.."jawab alyssah dengan terisak tangis nya.
"Untuk apa kamu sekarang menangis? Yang ada sekarang kamu tatap anak mu, lihat dia harus tumbuh besar dan tugas kamu membesarkan nya dengan penuh kasih sayang.
Lupakan orang yang sudah menelantarkan dirimu."tegas pak Dedy
Alyssah menangis sangat memilukan sekali, hingga Dewi pun ikut menangis.
Bahkan Dody berkali-kali memeluk bahu alyssah seolah memberikan kekuatan, mengisyaratkan semua akan baik-baik saja.
"Kamu lihat? Mereka sangat peduli dengan mu, bahkan melindungi mu sebisa mungkin.
Ayah mu sangat menyayangi mu, kamu dididiknya dalam kesederhanaan dengan cinta kasih.
Siapa bilang dia membencimu?
Tunjukan ke suksesan mu, aku yakin ayah mu akan bangga.
Kemarilah peluk papa mu ini, panggil aku papa? Pinta pak Dedy
Alyssah tanpa berkata apa pun langsung berdiri dan berhamburan memeluk pak Dedy
__ADS_1
Tangis nya semakin pecah di pelukan pak Dedy, dia sangat merindukan pelukan ayah kandungnya yang sangat dia rindukan selama 2 tahun lebih.
"Lisyah janji pah, akan kuliah yang rajin dan bekerja keras untuk Billah.
Lisyah janji tidak akan mengecewakan papa dan mama yang sudah banyak membantu lisyah..
Terimakasih sudah memberikan ruang kesempatan untuk lisyah ya pah.."ungkap lisyah
"Mama gak di peluk nih,, mama juga sedih kan dengarnya. Apa lagi sampe meluk papa segala,"rengek mama Dody yang pura-pura cemburu
"Kesini peluk suami mu saja."ledek papa Dedy
"Eleeh meluk papa mulu tiap hari juga mama sendirian."cebik mama Dody
Yang membuat semua di ruangan tersebut tertawa.
"Didi kemana? Tanya mama Dody
"Tuh lagi di pojokan terima telpon dari Mak lampir "ledek Dody yang mendapat cubitan dari Dewi
"Aww.. sakit sayang.."ujar Dody yang keceplosan
"Cie cie sayang, wah kita ketinggalan berita nih mah? Ledek papa nya
"Kek gak pernah muda aja, "kesal Dody
"Dewi besok, papa akan menemui papa mu ya? Biar hubungan kalian bisa di resmikan secepatnya, maaf om bicara seperti ini langsung saja tidak mau lama-lama nanti keburu di ambil orang."canda pak Dedy yang membuat merona wajah Dewi.
"Iya,.om. baik nya saja, kalau Dewi ikut saja."jawab Dewi dengan tertunduk malu
"Panggil papa dan mama dong, masa om? Ledek mama dody
"Baiklah, pah."sahut Dewi
"Cie cie ada yang lancar nih.."ledek Didi yang baru bergabung di ruang keluarga
"Kamu nya sibuk terus sama penghuni neraka."timpal Dody
Didi hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan adiknya lagi.
"Pah, aku mau melanjutkan S2 ku di luar negeri saja, apa boleh."pinta Didi
"Boleh,.kapan mau di urus semua keperluan mu, tinggal kamu hubungi Yudis saja."ujar papanya
"Secepatnya.."sahut Didi
"Kalau menurut mu itu keputusan yang terbaik,mama ijinkan."ucap mama nya
Didi memeluk mama nya, dengan inilah cara satu-satunya meninggalkan sella.
__ADS_1