
Selesai memanjakan diri di salon mereka menuju tempat mainan anak-anak, di sini yang antusias sekali Dewi dan mama Dody.
Bahkan alyssah di bikin pusing sendiri, tapi dengan begitu Alyssah melupakan kesakitan hatinya.
Sampai sore mereka masih belum bergerak sama sekali bahkan keranjang nya sudah penuh dengan mainan.
"Mah sudah cukup, ini sudah banyak sekali bahkan apartemen ku pasti gak muat."terang alyssah
Dewi pun kaget ternyata barang yang di pilih sudah banyak sekali.
"Oh banyak ya? Mama pikir belum banyak. Hehehee."sahut mama Dody
Lalu mereka menyudahi belanja mainan dan mereka menuju kasir.
Ketika mau membayar sudah di dahulu kan Didi yang menyodorkan kartu kredit nya ke penjaga kasir.
"Ya sudah kalau gitu utuh dong, uang mama."canda mama Dody
"Eits tidak semudah itu little misi, anda harus mentraktir kita makan,"ledek Didi
"Huuu, gak seru ahh,cebik mama Dody
"Ternyata kalian disini, aku cari ke salon sudah gak ada kata si penjaga salon,"terang Dody
"Ya kita di sini udah 3jam cari mainan untuk Billah,"jawab Dewi
"Makan yuu, mah. Lapar nih"ajak Dody yang memegang perutnya karena sudah lapar.
"Papa mu kemana? Tanya mama
"Nanti kalau sudah selesai mau jemput katanya."sahut Dody
"Aduh, mama gak mau di jemput, mama mau nginap sama Billah."terang mama nya
"Idiih besok aja, mama nginap nya."protes Didi
"Lah suka-suka.mama lah, enak saja."kesal mama Dody
"Iya, ya udah sekarang kita makan dulu. Soal inap menginap biar Billah kita bawa saja pulang kerumah,biar mama juga bisa temanin papa. Kan kasian kalau di tinggal tidur sendiri."jelas Didi
"Wah bagus tuh, nanti kamu antar mama jemput Billah ya."seru mama Dody
Alyssah bengong sebenernya yang punya anak dia apa mama Dody ya?
__ADS_1
Dody dan Dewi hanya geleng-geleng kepala saja.
"Hai alyssah nanti kamu bilang Sri ya, harus bereskan baju Billah untuk satu Minggu,"pinta mama Dody
"Mah, gak kelamaan apa? Aku bisa kangen."sahut alyssah
"Kamu kangen bisa video call, atau datang kerumah. Jangan lebay neng, anak nya cuma menginap inget ya m.e.n.g.i.n.a.p. "eja mama Dody
Alyssah hanya memasang bola mata malas nya saja, bahkan nampak kesal sekali.
Dewi dan Dody hanya bisa tersenyum melihat mama dan alyssah mulai berdebat.
Didi menatap alyssah terus, membuat mama nya mencubit tangan nya.
"Dia masih istri orang, ingat itu."bisik mamanya
"Iya mah, cuma melihat saja kok."cebik Didi
"Iya melihat nya gak harus terus menatapnya, kan bisa sekali-kali saja melihat nya."jelas mama dody
"Ya ampun mah sudah kayak aku ketahuan selingkuh saja sih mah."protes Didi
Makanan sudah di pesan oleh Dody, tidak lama makanan datang mereka makan dengan sangat lahap sekali.
"Ehemm , apa ada yang sedang lupa kalau mempunyai suami? Ledek pak Dedy
"Papa hai ,kapan datang? Kok bisa tahu kita disini? Tanya mama Dody.
"Aku bisa tahu dimana pun mama berada? Tutur pak Dedy
"Ish papa kek paranormal saja sih gayanya,"jawab mama dody
"Papa mau makan apa? Biar mama pesan kan untuk papa.."tawar mama Dody
"Nasi goreng seafood saja,mah?pinta pak Dedy
"Sebentar mama pesankan ya."ucap mama Dody
Setelah makanan nya datang, pak Dedy makan dengan lahap nya . Karna yang lain sudah makan jadi yang lain memesan kopi dan cemilan saja untuk menemani pak Dedy makan
Mereka berbincang-bincang kecil sambil saling memberi masukan satu sama lain.
Dari jauh nampak Aan dan Eli melihat Alyssah sedang berkumpul dengan teman-temannya.
__ADS_1
Ada niat jahat yang ada di pikiran Eli, dengan senyum meledek tiba-tiba Eli menghampiri alyssah.
"Ada ya seorang istri sudah kabur dari rumah, eh ternyata sedang berselingkuh? Hahahaaa ngaku nya suci dan istri yang sangat baik tapi nyata nya? "Ledek Eli
"Ehmm, ada bau-bau pelakor nih, jadi gatel badan gue, Alias Alegri.."timpal alyssah sambil menggaruk tangan nya yang gak gatal
"Gak salah gue di bilang pelakor? Hah bukan nya Lo yang ngrebut Aan dari gue."sahut Eli
"Apa? Ngrebut,, hai dengar mulut sampah!! Dengar dengan baik-baik..buka kuping Lo itu dengan lebar.."teriak alyssah, sampai tangannya di pegangin sama Dewi, alyssah menepis nya karna emosi nya sedang tidak stabil hari ini.
"Lo yang udah nuduh gue ke orang tua gue kan kalo gue adalah pacarnya si Aan itu?" Alyssah menunjuk suami nya.
"Alhasil orang tua gue menyuruh lelaki bodoh itu untuk melamar dan menikahi gue.."prok prok.. sandiwara yang sangat hebat sekali, jadi yang Lo bilang gue ngrebut pacar Lo dari mana nya? Hah, dia masih suami gue yang sebentar lagi jadi mantan? Apakah seorang ****** jalan dengan suami orang itu nama nya apa? P.e.l.a.k.o.r?"
Apa perebut pacar orang? Sarkas Alyssah
Semoga pengunjung resto melihat ke alyssah semua bahkan ada yang memvideokan.
"Hai para ibu-ibu di sini dengar baik-baik, wanita ini jalan dengan suami ku. Lalu dia bilang saya pelakor, ibu bisa nilai yang pelakor di sini siapa? Saya atau wanita ****** ini? Tunjuk alyssah ke muka Eli dengan jijik nya.
"Sudah, Syah..cukup ayo kita pergi, biarkan pelakor ini menggali kuburan nya sendiri.."ucap mama Dody yang coba menenangkan Alyssah.
Karena Dewi dan Dody bahkan Didi kewalahan, baru mereka lihat seorang alyssah yang sangat beringas Kalau sudah marah.
"Hai kamu Aan ingat ya? Aku haram kan kamu mengakui Billah adalah anakmu, ingat itu."teriak Alyssah yang terpaksa di gendong oleh pak Dedy
Karna Didi dan Dody gak tega menarik paksa alyssah.
Alyssah di masukkan ke dalam mobil pak Dedy oleh pak Dedy atas permintaan istrinya.
"Jalan pak."perintah pak Dedy ke sopirnya
"Kurang ajar sekali dia mah, dia pikir aku takut sama dia, oh tidak akan..dia sudah menghancurkan masa depan ku mah.."celoteh alyssah yang terus di usap bahunya oleh mama Dody untuk menenangkannya.
Alyssah terus saja mengoceh dengan meluapkan semua amarah nya.
Sedangkan Dody mengantarkan Dewi ke apartemen alyssah untuk menjemput Billah dan Sri.
Rencana untuk menginap di apartemen alyssah jadi berubah menginap di rumah Dody.
Sampai di apartemen, Dewi langsung membereskan semua keperluan Billah di bantu Sri.
Dody menggendong alyssah sambil menidurkan bayi tersebut.
__ADS_1