Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu

Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu
BAB LI


__ADS_3

Ternyata Dewi sama sekali tidak berubah bahkan bukan ingin berdamai malah menambah masalah.


"Sekarang mau Lo apa sih,wi? Orang tua Lo aja sayang nya kek gimana sama Alyssah bahkan kakak Lo berterima kasih berkat dia bisa menikah dengan Rendi. Nah Lo aja kalo bukan karena dia ngga akan Dody mau jadi pacar Lo"ungkap Cici 


"Apa perlu di beberkan lagi kek gimana Lo bisa jadian dan bisa kenal sama Dody yang notabene adalah cowo dingin, dia deketin alyssah karena mirip sama Ade nya yang meninggal.


Kalau mau sih kakaknya Didi aja yang suka sama Alyssah aja bisa jaga jarak kok? Apa lagi Dody.. ya ampun sebenarnya otak Lo lagi di titipin di mana sih? Cemburu boleh aja tapi lihat dulu sama siapa?  Lo aja gengsi buat chat tunangan Lo, atau basa basi apa kek jadi nyalahin orang.. cape gue ngomong sama Lo," panjang lebar Cici berucap Namun tetap saja, Dewi dengan kesombongannya.


"Lo lihat aja, suatu hari nanti kalo pacar Lo selingkuh dengan alyssah baru Lo sadar,"sarkas Dewi 


"Eh gue tanya si alyssah selingkuh sama cowok Lo ada bukti ngga? Dia aja tiap hari sama Yudis.. lama-lama sakit juga otak Lo,wi"bentak Cici sudah ngga bisa nahan emosi lalu pergi begitu saja meninggal Dewi.


Tidak lupa mengirim pesan ke Rully kalau dia sudah selesai bertemu dengan Dewi dan akan pulang ke apartemen alyssah.


"Aku sudah selesai ya? Ini mau balik ke apartemen alyssah, kamu yang semangat kerjanya,"isi pesan cici untuk Rully membuat Rully sangat senang sekali.


"Terimakasih sayang dan Sampai jumpa nanti malam"jawaban Rully 


"Mungkin ini yang di bilang alyssah, hanya dengan chat saja pasangan sangat berterimakasih bahkan merasa di butuhkan"gumam Cici yang senyum tidak pernah lepas dari wajahnya.


Alyssah mengirimkan pesan ke Cici untuk bertemu di supermarket.


Cici pun menyetujuinya bahkan sangat senang sekali dulu dia ngga suka dan paling anti ke supermarket sekarang hoby Baru dia belanja kebutuhan dapur.


"Syah, tunggu "teriak Cici yang melihat alyssah dan Yudis baru masuk supermarket. Dengan langkah tergesa-gesa menghampiri Yudis dan alyssah.


"Ya ampun kalian ternyata berdua, gue pikir Lo sendirian Syah"ujar Cici sambil mengambil troly dan memberikan ke Yudis untuk mendorongnya.


"Eleh masa gue yang dorong? Cebik Yudis 


"Lah yang laki disini siapa? Tanya Cici


"Iya cuma gue sih? Jawab Yudis


"Ya udah Lo bawa deh dan nikmati saja, anggap aja belajar jadi bapak rumah tangga"ledek Cici dan mereka bertiga tertawa.


Mereka bertiga baru menyadari ada yang mengikuti mereka tapi Yudis memberikan kode.


"Abaikan saja."tutur Yudis 


Lalu mereka membagi masing-masing mengambil barang yang mereka butuhkan.

__ADS_1


Nampak Alyssah mencari keperluan bahan kue, karena mulai besok dia akan mencoba membuat tester kue dan fokus dengan kuliahnya.


Karena tabungan nya lumayan cukup untuk 5 bulan kedepan.


Kemarin bunda nya pun mengirimkan uang untuk keperluan billah dan bukan jumlah yang sedikit bahkan bisa cukup satu tahun.


"Alyssah sepintas bertanya,apa ayahnya tahu kalau bunda nya mengirim dia uang. Di perusahaan pak Dedy ternyata bunda juga punya aset walau tidak banyak."gumam alyssah lalu Cici membuyarkan lamunannya itu.


"Syah tuh bunda Lo? Tunjuk Cici ke arah wanita paruh baya yang baru masuk supermarket.


"Iya ci, ayo udah selesai belum? Tanya alyssah karena dia menghindari kakak nya. Sedang malas bertengkar dengan kakaknya.


"Udah yok? Tiba-tiba Yudis mengajak membayar 


"Iya,sini gue yang bayar aja"pinta Cici


"Ngga usah kalian masuk mobil aja, ini gue yang bayar.kan gue selalu makan gratis dan kali ini biar gue bayar"terang Yudis


Lalu alyssah menerima begitu saja,karena dia sedang menghindari kakak nya.


Ketika sedang berjalan menuju parkiran langkah kakinya terhenti karena dia melihat ayahnya.


"Sampai kapan,Lo menghindari ayah Lo? Tanya cici


"Biar saja, belum waktunya. Ci"jawab alyssah dengan tenang.


"Lo,.kangen ya? Tanya Cici


"Bangetlah ci, secara guekan orang yang Deket banget sama bokap"tutur alyssah 


"Semoga hubungan Lo bisa membaik lagi ya"doa Cici pun di amini oleh alyssah.


Tidak lama Yudis pun masuk kedalam mobil, lalu Cici pun pindah ke mobilnya sendiri.


"Apa keputusan Lo sudah benar-benar bulat? Syah."tanya Yudis


"Sudah bang, doain saja lancar ya bang" pinta alyssah 


"Iya, dan besok gue akan dampingin Lo ya sama Cici"tutur yudis 


"Iya bang, kalau ngga merepotkan aja."ucap alyssah.

__ADS_1


"Ngga kok bahkan kita malah senang banget. Nanti cowonya Cici ngajak makan atau kita yang bawa makanan kerumah sakit"tanya Yudis


"Kita lihat aja bang, katanya nanti di kabarin"ujar alyssah yang sedang mengutak Atik ponselnya.


"Memang Lo mau ngelamar kerja lagi atau istirahat dulu"Cici bertanya ketika mereka masuk ke dalam lift.


"Gue selesaiin skripsi gue dulu,ci. Baru bisa berpikir untuk melamar kerja lagi."jawab alyssah.


"Iya bentar lagi kita sidang skripsi,jadi bisa belajar bareng lagi."ujar Cici sambil membereskan barang-barang yang tadi mereka beli.


"Kalau gitu gue balik kekantor lagi ya,tunggu gue kalau kalian mau pergi"ujar Yudis


"Yaelah mending Lo tinggal di sebelah kita aja kali bang, biar ngga ketinggalan sama kita."cebik alyssah 


Yudis pun akhirnya berpikir dan meminta Cici mencarikan unit yang kosong.


"Ada Lo beneran mau? Tanya Cici


"Iya seriuslah dari pada gue iseng dirumah sendirian"ungkap Yudis.


"Ya udah kerja dulu aja, nanti gue kabarin dan Lo tinggal bawa baju aja."usir Cici


"Bawa baju kemana? Laundry "tanya Yudis 


"Terserah Lo deh, gue bilang nanti gue kabarin"kesal Cici.


Lalu Yudis meninggalkan apartment alyssah, dia melangkah kan kaki nya menuju lobby.


Yudis pun langsung melajukan mobilnya menuju kantor.


Sesampai di kantor dia berpapasan dengan Dody 


"Pak Yudis, boleh saya bicara? Ucap Dody


"Boleh pak, mau diruangan saya atau bapak? Tawar Yudis


"Ruangan bapak saja"tutur Dody lalu mereka masuk keruangan Yudis dan dody melihat barang-barang alyssah sudah tidak ada.


"Begini pak,.saya menitipkan alyssah dengan pak Yudis ya? Tolong perhatikan karena sepertinya saya akan melanjutkan kuliah di luar negeri juga.


Saya tahu dia menghindari kami karena Dewi terus mengikutinya, saya yakin dia akan lebih sukses dari ini. Saya berharap dia bisa berlibur ketempat septya jadi kita bisa bertemu disana"penuturan Dody membuat Yudis sangat prihatin karena keluarga pak Dedy benar-benar menyayangi alyssah.

__ADS_1


__ADS_2