Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu

Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu
BAB XIV


__ADS_3

Pagi nya Alyssah sudah bersiap-siap mau kekantor ayah nya Dody, ada rasa gak percaya diri karena ayahnya Dody agak sedikit teliti dalam menilai orang.


Keadaan alyssah sedang hamil apa mungkin ayah nya Dody akan menerimanya, itu yang alyssah pikirkan.


"Semoga berjalan dengan baik "Bismillah" doa alyssah, lalu berjalan kaki kedepan untuk naik angkot. Sengaja alyssah tidak memesan ojeg online karena dia mengikuti pesan bunda nya untuk banyak jalan kaki biar proses melahirkan nya lancar.


Tak terasa alyssah sudah sampai di depan gedung perkantoran yang sangat bagus, alyssah nampak takjub dan gak pernah berpikir bisa masuk ke gedung ini.


"Permisi mba, sapa alyssah didepan resepsionis


"Iya mba ada yang bisa saya bantu" jawab resepsionis


"Bisa bertemu dengan pak Dedi, saya dengan alyssah putri mba. Kemarin di minta datang untuk bertemu dengan beliau" terang alyssah


Resepsionis meneliti penampilan alyssah yang sedang hamil besar.


"Bentar ya saya hubungi pak Dedy dulu"ujar nya


"Mba alyssah di minta langsung naik ke lt. 12 ya mba, nanti di sana ada sekretaris pak Dedy. Mba tinggal tunggu di sana saja" terang nya dengan sopan.


"Makasih ya mba " ucap alyssah dengan sopan.


Alyssah langsung berjalan masuk kedalam lift dan memencet tombol 12, ini baru pertama kalinya alyssah bisa masuk ke gedung perkantoran mewah. Apa lagi bisa bekerja, pasti gajinya besar banget ini" gumam alyssah.


Dengan melangkah pelan alyssah terus membaca setiap ruangan, sampai dia tertuju didepan ruangan yang ada penjaganya lagi.


"Apa ini yang di bilang sekretaris nya pak Dedy"gumam alyssah


"Pagi Bu,, saya dengan alyssah putri Bu. Mau bertemu dengan pak Dedy? Sapa alyssah


"Oh mba lisyah,silahkan masuk sudah di tunggu dengan pak Dedy dan mas Dody"sahutnya sambil membukakan pintu.


"Silahkan mba lisyah"dengan sopan sekretaris itu mempersilahkan alyssah masuk.

__ADS_1


"Makasih banyak, mba cantik banget"sahut alyssah tulus.


Sekretaris tersebut hanya tersenyum saja, lalu memberikan kode lewat anggukan kepala tanda undur diri.


"Selamat pagi pak" ucap alyssah sambil menundukkan kepalanya


"Pagi lisyah, mari silahkan duduk. Mau minum apa"tawar pak Dedy


"Tidak pak, terimakasih banyak" gugup alyssah sambil menggenggam tangan nya yang nampak dingin.


"Santai saja, saya gak akan menekan dan jangan takut karena bekerja kalau dalam tekanan tidak baik. Tapi kita juga perlu tegas dengan karyawan atau pun dengan keluarga, janganlah selalu merasa takut karena dengan takut mereka akan menindas kita. Cukup takut dengan Tuhan" terang pak Dedy yang membuat rasa gugup alyssah mencair.


"Nih Syah minum" Dody menyodorkan minuman air mineral dingin, karena Dody liat alyssah berkeringat.


Alyssah pun meminum air tersebut, lalu kembali menatap pak Dedy yang sedang memilah berkas.


Pak Dedy lalu memberikan berkas tersebut untuk alyssah baca dulu, ternyata data tentang perusahaan serta tujuan dan cara kerja nya.


Alyssah rencana akan di tempatkan di bagian akunting tapi sebelumnya pak Dedy akan memberikan beberapa test untuk alyssah.


Kamu akan saya coba untuk mengikuti test dulu ya,jika kamu lulus besok sudah bisa bekerja paruh waktu dulu sampai kamu melahirkan dan lulus kuliah. Semoga bisa lulus dengan cepat tanpa menunggu waktu nya" tutur pak Dedy dan mempersilahkan alyssah untuk segera ke lantai 10


"Baik pak saya undur diri dulu ,semoga saya bisa memberikan yang terbaik untuk kantor ini pak" ucap alyssah,.lalu keluar dari ruangan pak Dedy dan ternyata sekretaris pak Dedy sudah menunggu lalu mengantarkan alyssah bertemu dengan pak Yudis sambil memberikan berkas yang di gunakan untuk mengetes alyssah.


Alyssah terlihat santai dan coba menguasai kegugupan nya,hati nya selalu berdoa agar bisa lulus. Ini tantangan baru buat alyssah dan juga tangga menuju sukses perlahan-lahan.


Ponsel alyssah terus bergetar, alyssah abaikan saja karena ini waktu nya fokus.


Ada puluhan kali Aan menelpon dan mengirim pesan tapi di abaikan alyssah.


Dalam hati alyssah"paling uang lagi aja, gak pulang berhari-hari. Sekali pulang atau menghubungi apa lagi selain uang"gerutu alyssah sambil mengisi semua pertanyaan yang ada di kertas itu


"Ya ampun ini test apa ujian negara sih" lirih alyssah gila susah nya minta ampun tapi ujian semester masih bisa gue isi nah ini harus mengembangkan sendiri" gumam alyssah yang masih di dengar dengan Yudis.

__ADS_1


"Kenapa pak Dedy bisa memperkerjakan anak hamil sih? Apa ini pacar anak nya" tebak Yudis dengan terus memperhatikan alyssah.


"Cantik cuma terlihat banyak beban di wajah nya"


"Pak maaf sudah selesai "ujar alyssah


Yudis melirik jam di tangan nya, dia menganga hanya 20 menit anak ini sudah selesai sedangkan ada 50 pertanyaan yang memang agak sulit hanya orang yang punya otak encer saja yang bisa menjawabnya.


"Kamu tidak cek lagi, nona Alyssah putri" seru Yudis takut alyssah hanya asal menjawab karena sudah buntu.


"Tidak pak saya rasa itu sudah benar"sahut alyssah dengan menarik nafas semoga bisa lulus.


"Ya sudah nona Alyssah silahkan anda tunggu di ruang tunggu, atau mau istirahat sebaiknya tidak usah jauh-jauh. Ada kantin di lantai 3 biar nanti selesai memberikan nilai ,anda bisa saya panggil lagi untuk naik ke lantai 10 ya"terang Yudis sambil melangkahkan kaki nya keluar ruangan.


Alyssah hanya menatap punggung Yudis yang perlahan meninggalkan dirinya di ruang interview, lalu dia juga bangkit keluar dari ruangan tersebut.


"Dimana ruang tunggu ya" gumamnya


"Pak Yudis cakep tapi sayang kok rada jutek, apa karena dia sayang sama istri jadi agak kurang ramah dengan wanita" gerutu alyssah dengan bibir yang di majukan.


Dody melihat dari jauh muka teman nya yang sedang komat Kamit tertawa dia sudah tau pasti anak ini sedang menggerutu.


"Nih makan isi amunisi dulu, biar baby juga tenang di dalam perut Lo" ucap Dody tangan nya menyodorkan kotak makan dan jus alpukat kesukaan alyssah.


"Tau saja sih babang kalau teman mu kelaparan" tutur alyssah dengan mata berbinar.


Dengan mulut penuh makanan dia bertanya dengan Dody


"Dod,, yang interview gue itu udah punya istri" tanya alyssah


Dody langsung tersedak selama ini dia berteman dengan alyssah baru kali ini temannya bertanya soal cowo.


"Kenapa? Lo naksir sama dia" sahut Dody karena dia juga sedang makan siang, menemani alyssah

__ADS_1


"Masa iya gue naksir cowo dengan perut bunci, begini" terang alyssah dengan mulut yang di majukan.


__ADS_2