Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu

Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu
BAB LXXIV


__ADS_3

malam ini Alyssah sudah mulai membereskan barang-barang yang akan dia bawa ke luar negeri.


bahkan Olin meminta alyssah untuk tidak membawa barang banyak karena sebagian sudah dikirim lewat jasa kirim barang.


begitu pun dengan Yudis dia sudah membelikan banyak jaket dan juga sweater untuk Billah dan alyssah.


"apa harus setebal ini jaketnya? tanya Alyssah


"disana lebih berguna jaket dan sweater karena kalau sudah masuk musim dingin ini sangat kau butuhkan."sahut Yudis.


"terima kasih banyak ya!! kalian sangat baik dengan ku."ucap alyssah.


"kita kan sahabat dan sudah seperti keluarga jadi kita akan tetap seperti ini."seru cici


"berjanjilah jangan ada salah paham dan jika antara kita ada yang salah sebaiknya di ingatkan dan diberi masukkan."timpal yudis.


"itu lebih baik dari pada menjadi orang yang pendendam."seru Alyssah.


"belum pergi saja sudah bikin terharu."tiba-tiba Dennis datang.


"hai bro!? sapa Yudis.


akhirnya mereka membantu Alyssah membereskan barang-barang.


"aku akan menyiapkan makan malam ya!? ujar Alyssah


"gue akan bantu Lo Syah!! ujar Cici


"Lo ngga kirim makan malam buat kak Rully? tanya alyssah


"ngga nanti biar dia yang kesini saja."ucap Cici


"baiklah kalau begitu kita akan memasak makanan special."ujar alyssah.


"masaklah aku akan menunggu masakan mu!! seru Dennis


Yudis dan Dennis pun menuju balkon, Cici membuat kan kopi untuk mereka.


"ini terakhir nya kita ngopi dan makan malam di unit ini, entah kapan akan berkumpul lagi."seru Yudis.


"kan kita bisa menjenguknya disana pas ada kunjungan kerja atau liburan bersama ke sana."ujar dennis.


"tapi biasa tiap hari bersama tiba-tiba harus seperti ini jadi gimana gitu."sahut Yudis.


"kita doakan yang terbaik saja untuk nya dan semoga bisa sukses."ucap Dennis.


Alyssah nampak cekatan menyiapkan makan malamnya dan dia pun memasak begitu banyak makanan.


"apa kau yakin memasak begitu banyak begini."ujar Cici


"yah kan masih bisa di bagi-bagi ke yang lain."jawab Alyssah


"iya sih hanya saja ini sangat banyak sekali."seru Cici.

__ADS_1


"apa kau tidak membagi mertua mu? atau bisa di kirim ke karyawan juga kan? tegas alyssah.


"oke baiklah dan aku juga bisa membawakan mama ku juga."tutur Cici.


"nah aku akan memisahkan untuk mertua dan mama mu ya!! Alyssah pun mengambil kotak makan untuk di bagikan ke security juga mau di kirim ke karyawannya juga.


"Syah,,gue jadi sedih deh..besok kita ngga bisa seperti ini lagi."seru Cici


"sudahlah ci, kan Lo juga sudah ada kak Rully!! ngga akan kesepian juga."sahut Alyssah.


"iya dan gue harus bisa terbiasa sekarang tanpa Lo nih."timpal Cici.


"Ya ampun Lo saja kan nanti bakalan nyusul gue."ucap Alyssah.


"iya kenapa jadi lebay gini ya!! ucap Cici sambil menyeka air matanya.


"oh ayolah jangan menangis yang ada masakan gue ngga akan Mateng."seru Alyssah.


masakan sudah selesai,Cici membantu Alyssah menyiapkan masakan ke meja makan.


"kak Rully jam berapa mau datang? tanya alyssah


"mungkin sebentar lagi juga sampai."jawab Cici


"kalau begitu gue panggil Dennis dan Yudis dulu ya."seru Cici


alyssah pun memanggil kedua orang itu dan mereka mengikuti Alyssah berjalan ke meja makan.


"ya ampun Tante pakai bawa buah segala,ini sudah banyak banget loh makanan!! seru Alyssah


"beda kan Syah!! ini buah bisa di buat jus atau apalah kan kalian pintar buat cake."sahut mamihnya Rully.


"ini niat banget ya mau makan malam nya."ujar rully.


"iya Alyssah sudah masak banyak banget nih dan sudah di pisahkan juga untuk mamih."sahut Cici.


"mana Billah? kok sepi sih."tanya mamih nya Rully.


"ada Tante di kamar tadi agak rewel."sahut Alyssah.


"kalau begitu kita makan malam dulu saja."ajak Cici


"ayo mari kita makan.."seru Alyssah


semua mulai duduk di kursi nya masing-masing, mamih nya Rully memperhatikan Dennis yang terus saja menatap Alyssah.


"besok berangkat jam berapa Syah? Olin sudah ngga sabar banget loh."tanya mamihnya Rully.


"jam delapan malam Tante, iya dari tadi juga dia telpon terus."ujar Alyssah.


"itu anak sudah ngga sabar menunggu Billah,ampun deh mamih dengar nya sampai pusing."terang mamihnya Alyssah.


"hahahaha iya Tan, semoga kalau sudah bertemu Olin sudah ngga penasaran lagi."tutur Alyssah.

__ADS_1


"iya yang ada dia lupa sama Tante dan om."cebik mamihnya Olin.


"ya nggalah Tante,, pasti akan kangen juga dengan orang tua nya."ujar alyssah.


"cuma kamu yang bisa buat dia jinak."timpal mamih Olin.


Alyssah pun tertawa terbahak-bahak bahkan jika mengingat Olin kadang dia suka kesal sendiri.


pertemanan mereka dari dulu sampai sekarang masih tetap sama bahkan jika sudah bertemu Olin sangat susah untuk berpisah.


"nak Dennis apa sudah mempunyai kekasih? tiba-tiba mamihnya Rully bertanya


"uhuuk uhuuk..belum Tan."sahut dennis.


"pelan-pelan kali kalau makan,"ledek Yudis


"semoga dapat wanita yang baik dan Soleha ya!! dan pintar masak juga."ucap mamihnya Rully.


"doakan ya,Tan..semoga bisa dapat wanita yang apa adanya bukan ada apanya."sahut dennis.


"wah jarang sekarang yang seperti itu, denn."ledek Yudis.


"kebanyakan mereka melihat uang nya dulu kalau soal cinta atau ngga nya itu belakangan."timpal Cici.


"nah bahaya kalau yang seperti itu."ujar mamihnya Rully.


"loh kok bahaya sih, mih? sahut Rully.


"nah kalau ngga ada uang Yang ada kamu di tendang."ujar mamih nya Rully.


"kok jadi bahas saya sih, Tan!! seru Dennis.


"iya kan hanya tanya saja,, kalau mau nanti Tante kenalkan dengan gadis cantik."sambil melirik ke Alyssah.


"hahahaha Tante bisa saja."ucap Dennis dia tahu maksudnya mamihnya Rully.


"eleeh pakai sok begitu,padahal mau kan? cebik mamihnya Rully


"kita lihat nanti ya,Tan..dan semoga bisa mendapatkan gadis tersebut."jawab Dennis.


Rully,Cici dan Yudis saling memandang seolah mencari tahu siapa gadis yang di maksud.


Sedangkan alyssah sibuk dengan makanannya sehingga dia tidak menyimak yang mereka bicarakan.


"ayo makan kenapa jadi pada bengong."seru Alyssah


mereka pun melanjutkan makan malamnya dan kali ini nampak hening.


seolah larut dengan pikiran masing-masing, alyssah mengernyitkan alisnya.


melihat kesekeliling nya nampak saling diam dan dia pun ikut diam.


selesai makan mereka tidak beranjak dari meja makan dan meneruskannya bercerita sambil memakan buah yang sudah di potong alyssah.

__ADS_1


__ADS_2