Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu

Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu
BAB LX


__ADS_3

hari ini alyssah mulai membuat kue orderan dari teman-temannya, dia berkutat sendiri di dalam dapur dan di bantu oleh Cici.


sekarang tugas masak makanan di ambil alih oleh Cici dan Olin ikut membantu nya.


"Lin, Lo beneran ngga mau cabut itu tuntutan? kasian juga kalau liat mamanya Dewi."ujar Cici sambil memasukkan kue ke dalam kotak.


"biar dia jera dulu aja lah, baru nanti gue pikirin lagi. takutnya nih pas gue cabut itu tuntutan besok nya itu si Dewi gilanya kumat lagi!!sahut Olin dengan sedikit kesal jika mengingat kejadian waktu itu.


"kalau menurut gue sih lebih baik kalau ada waktu kita datang kerumah orang tua Dewi, gimana? biar kita kasih semangat dan kita hanya kasih pelajaran saja untuk Dewi merenung dan merubah diri nya jadi lebih baik."saran alyssah


"gue sih tunggu Lo kelar skripsi aja deh, Syah. baru gue keluarin itu bocah."timpal Olin dengan santainya.


"gila Lo lama dong? sahut Cici


"enam bulan ngga lama kali, calon kakak ipar."ledek Olin


mereka bertiga pun tertawa terbahak-bahak dan alyssah berjanji akan datang kerumah orang tua Dewi, karena untuk menjenguk Dewi dia belum mampu.


ada sedikit sakit hati bahkan di tambah lagi kenapa harus anaknya juga jadi pelampiasan marahnya Dewi.


"ci, makan siangnya Yudis dan teman-temannya Rully jangan lupa ya? ujar alyssah


"siap, Syah.. tenang aja pasti akan di antar sebelum jam 12 kok."sahut Cici


"ya sudah kalau begitu, gue lanjut kue lagi ya..tinggal lima box lagi nih dan Alhamdulillah jam segini udah jadi banyak. berarti bangun jam 5 pagi itu pas banget ya!! seru Alyssah yang nampak bahagia.


"Lin, Lo yang mau antar atau gue yang antar ini makanan!! seru Cici


"kan udah pake ojeg online aja, lebih hemat dan murah. nah nanti gue nego itu ojeg mau ngga tiap hari anter makanan. upahnya kita lebihin juga, bagi-bagi rejeki dan kerjaan juga."sahut Olin


"iya juga sih, tanpa sadar kita udah kasih pekerjaan ke orang itu."gumam Cici


sebelum jam 12 Makanan dan kue-kue sudah siap dikirim, bahkan belum waktunya sudah siap semua.


tidak lupa Olin mengirimkan pesan ke kakaknya dan juga Yudis kalau pesanan di titip di resepsionis.


mereka pun menjawab oke, begitu pun dengan alyssah memberikan kabar keteman-temannya kalau kue yang mereka pesan Sudah siap di antar.

__ADS_1


mereka bertiga pun turun ke lobby dan benar saja, ketika mereka turun ada seorang laki-laki yang sudah agak tua menawarkan diri.


"mbak-mbak nya sedang tunggu ojeg ya? tanya si bapak yang bernama Juna


"iya pak, memang bapak sedang apa disini? tanya alyssah dengan sopan


"ini mbak, Anak yang biasa saya antar jemput untuk sekolah ternyata sering bolos. jadi saya yang kena sasaran orang tuanya, sedangkan uang bulanan nya itu untuk saya bayar kontrakan rumah mbak. sekarang saya bingung sudah tidak ada penghasilan kalau mengandalkan dari ojeg harian hanya untuk bensin dan Makan saja mbak."ungkap pak Juna.


alyssah dan Cici merasa iba dengan pak Juna, lalu olin pun memberanikan diri menawarkan pekerjaan mengantarkan pesanan dan makanan untuk nya beda-beda waktu.


"pak Juna apa mau bekerja untuk kami, mengantarkan makan siang setiap hari dan juga orderan kue. tapi untuk orderan kue kemungkinan kita akan bayar harian tapi untuk paket makan siang kita bayar bulanan karena yang pesan makan siang itu bayarnya bulanan."terang olin


"wah mbak-mbak baik banget, saya mau banget mbak dan kapan saja saya siap kok. nanti saya akan membeli boks atau tas yang besar dan akan saya pasang di belakang motor jadi mau berapa pun kue bisa masuk tapi kalau lebih 20 harus dua kali antar mbak."jelas pak Juna.


"untuk biaya nanti sebentar kita bicara ya pak,ini tukang ojeg yang di tunggu sudah datang."timpal alyssah dan pak Juna ikut membantu membawakan kue tersebut.


setelah itu mereka mulai membahas masalah upah nya pak Juna, mereka bicara di lobby.


dan pak Juna menyetujui nya karena Olin yang bantu menghitungnya.


Alyssah, Olin dan Cici pun menAminkan doa tersebut sambil tersenyum.


lalu pak Juna memberikan nomor ponselnya dan alyssah meminta jam 10 lewat pak Juna sudah ada di lobby.


"baik mbak Alyssah besok jam 10.30 saya sudan menunggu di sini ya mbak, dan kalau begitu saya permisi dulu mbak."pamit pak Juna


setelah pak Juna pulang mereka bertiga pun bergegas naik ke atas lagi untuk sama-sama makan siang.


karena setelah ini mereka akan mengunjungi rumah orang tua Dewi.


"udah masuk lagi aja nih pesanan."seru alyssah yang mengecek ponselnya.


"berapa lagi yang udah masuk? sahut Cici


"baru lima orang yang mau pesan dan masih tanya-tanya harga dulu."jawab alyssah.


"semoga bisa nambah ya dari hari ini."ujar Olin

__ADS_1


"Aamiin."sahut alyssah dan Cici berbarengan.


"Sri ayo makan sama-sama "panggil alyssah


sri pun menghampiri alyssah dan ikut bergabung dengan Cici dan Olin.


"jangan sungkan, kita Sama saja kok."ujar Cici


"nanti Billah ikut sama saya ya, Sri!! saya mau ajak billah main keluar dan apa kamu mau ikut? tanya alyssah


"ngga mbak biar saya beres-beres saja sama menyiapkan orderan untuk besok mbak!! jawab Sri


"ya sudah kalau begitu, hati-hati kalau di rumah ya?? terang Alyssah sambil makan.


"memang mau jalan jam berapa? tanya Cici


"habis sholat aja, apa kalian masih cape? ujar alyssah


"ngga kok,.kapan aja oke oke aja."timpal olin


"iya kapan aja kita siap jalan."sahut Cici


"ya sudah dan nanti pulang ngga terlalu malam kan kita harus siapkan makan malam untuk Yudis dan Rully juga."terang alyssah dan Cici pun menyetujuinya.


"besok kalo ke pasar, gue ikut ya!! rengek Olin


"tapi jangan rewel ya kan disana itu agak becek ."terang alyssah


"iya ngga akan rewel kok, kan enak banyak makanan di sana."sahut Olin


alyssah hanya menepuk jidat nya ternyata Olin ke pasar hanya ingin jajan saja.


setelah menghabiskan makan siang mereka istirahat sebentar bergantian sholat.


baru mereka bersiap-siap untuk mengunjungi orang tua Dewi.


tidak lupa alyssah mengingatkan Cici untuk meminta ijin ke Rully biar bagaimanapun dia harus terbiasa seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2