
Di apartemen alyssah nampak Cici sedang belajar masak dengan Sri, nampak kehebohan ketika sedang menggoreng ayam karena minyak gorengnya mengenai lengan Cici.
Sri sudah memberitahu kalau mau menggoreng apinya di kecilkan saja atau wajan nya di tutup jadi tidak akan kena kepercikan minyak.
"Sri, ternyata enak tinggal makan ya? Ujar Cici yang masih semangat menggoreng ayam dia pun mengolah sayuran juga.
Untuk bumbu tetap Sri yang racik dan Cici mencatatnya.
"Sri ayoo ajarin gue bikin sambel terasi? Seru Cici dan Sri pun memberi arahan ke Cici saja.
Karena Sri ingin tahu apa Cici bisa mengulek sambel.
"Coba masukkan gula merah nya mba, garam juga lalu terasi nya "pinta Sri dan Cici mengikuti nya lalu dia mencicipinya ternyata kurang asin.
"Segini aja ya garamnya takut asin? Ujar Cici yang mengambil seujung sendok teh garam
"Wah mba Cici hebat langsung enak loh? Pasti nanti mbak lisyah suka deh"puji Sri yang membuat Cici pemasaran apa benar temannya akan suka.
"Semoga ya Sri,besok biar gue yang buat sarapan pagi ya Sri? Lo tinggal cicipin aja."tutur Cici yang masih penasaran dengan membuat nasi goreng.
Tidak lama pintu apartemen terbuka nampak alyssah dan Yudis masuk.
"Pas banget masakan gue Mateng,, Ayo coba dulu dong. Mumpung hangat nih? Ajak Cici yang menarik tangan Selly ke meja makan.
"Wuih banyak nih? Pasti Sri yang masak"seru Yudis
"Enak aja, gue bang .. Ayo coba ? Ajak Cici
"Waduh kesambet setan mana teman gue bisa masak beginian."seru alyssah yang langsung mengambil piring makan dan mengisi nya dengan nasi.
Yudis pun sama langsung mengisi piringnya dengan nasi dan sambal tidak lupa mereka mencuci tangan dahulu.
"Ayo Sri kita makan? Ajak alyssah yang menyodorkan piring ke Sri dan Sri pun mengambil piring tersebut dan di isi nasi juga.
Lalu mereka makan bertiga dengan perlahan namun pas suapan ke tiga mereka makan sangat lahap.
"Eh..eh kok pada nambah? Abis dong..gue aja belom nyobain yang masak"terang Cici yang melihat ke arah alyssah dan Yudis bergantian karena dua orang itu makan sangat lahap bahkan Yudis sudah ketiga kalinya nambah.
"Kalau belajar masak ngga usah nanggung-nanggung kali, kalau abis berarti masakan Lo enak so Lo bisa masak lagi lah.."alyssah pun mencuci tangan nya dan tanpa dosa duduk di depan tv sambil mengangkat kakinya.
"Enak nya sih habis ini ngopi plus kue nya.."sindir yudis yang juga ikut duduk di bawah karena kekenyangan.
__ADS_1
"Iya ci, sekalian belajar bikin kopi dong? Seru alyssah yang menimpali permintaan Yudis.
Lalu Cici pun ke dapur menghampiri Sri untuk di ajarkan membuat kopi karena dia tidak tahu takarannya.
"Satu sendok kopi, dua sendok gula kalo pakai susu tinggal dikurangi gulanya saja karena susunya susu kental manis"terang Sri lalu Cici mengikuti saran Sri.
Wangi kopi menyeruak sampai keruang tv membuat Yudis menghirup aroma tersebut.
"Wuih dari harumnya kek nya mantap nih"seru alyssah yang masuk kekamar hendak membersihkannya diri dulu.
Cici membawa tiga gelas kopi ke depan tv dan satunya dia berikan ke Yudis.
"Gimana ada yang kurang ngga? Tanya Cici penasaran
"Hmmm nikmat banget, kek nya emang Lo pinter urusan dapur cuma tinggal hapalin aja resep nya "saran Yudis pun hanya di anggukan kepala saja oleh Cici.
Selang beberapa menit alyssah keluar lalu bergabung dengan mereka.
Alyssah menyeruput kopinya tersebut, dan lama terdiam.
"Enak nih, beneran kalah kopi buatan gue deh"canda alyssah sambil pura-pura cemberut.
Mereka sama-sama terdiam menikmati kopi tersebut.
"Lo nginep ci? Tanya Yudis memecahkan keheningan.
"Iya gue mau belajar masak nih, sambil tukar pikiran aja bang? Sahut Cici
Lalu Cici menaruh gelas kopinya dan menatap alyssah.
"Gue udah terima lamaran nya Rully, Syah? Malam Minggu ini keluarganya akan datang kerumah gue"terang Cici membuat alyssah terlonjak kaget dan langsung berhamburan memeluknya.
"Selamat sayang nya akuh..oh so sweet banget, gitu dong? Semangat"seru alyssah
"Eh tapi Lo ngga akan curigain gue kan? Selidik Alyssah yang pura-pura marah
"Hahahahaha nggalah, masa gue cemburu dan curiga sama Lo sih,Syah? Kita berteman bukan baru kemarin tapi sudah lama bahkan kita seperti saudara"ungkap Cici yang matanya mulai berkaca-kaca.
"Eits yang mau di lamar ngga boleh pake acara sedih harus happy"seru Yudis yang ikut merasakan kebahagian walau baru bertemu dan berteman dengan mereka berdua.
Tapi rasa kekeluargaan sangat Yudis rasakan.
__ADS_1
"Hahahahaa bisa aja Lo bang? Gue doain semoga Lo juga dapat jodoh ya bang? Ucap Cici yang di aminkan oleh alyssah.
Lalu alyssah melakukan sambungan video call ke ponsel septya.
Dia ingin berbagi kebahagiaan bahkan ingin rasa nya Alyssah menemani septya.
"Hai bumil? Sedang apa sayang ku ? Seru Cici dan alyssah berbarengan.
"Ihh iri banget kalian selalu berduaan tapi mana Dewi dan Dody? Tanya septya
"Yah beda kasta lah bumil..merekakan sekarang sudah pasangan jadi masa iya harus bareng kita terus"timpal alyssah
"Kita kan best friend masa harus pake kasta"sahut septya dan lama mereka berbagi cerita kegiatan apa saja yang mereka lakukan.
Sampai terlihat wajah septya yang nampak sudah mengantuk tapi masih kangen dengan sahabatnya itu.
"Tidurlah dan besok kita akan sambung lagi, sehat selalu ya bumil"seru Cici dan alyssah hanya memberikan lambaian tangan saja.
Cici menutup panggung video call nya lalu terlihat senyum yang ngga pernah pudar dari wajahnya.
"Dewi gimana? Tiba-tiba Alyssah menanyakan sahabat nya itu
"Apa Lo ngga ketemu tadi di kampus? Tanya alyssah lagi.
"Ketemu tapi dia malah buang muka sama gue"kesal Cici
"Masa sih? Kok gitu? Kan cemburu nya sama gue bukan sama Lo? Kenapa jadi Lo di bawa-bawa.. wah wah ngga bener itu bocah"ungkap Alyssah
"Iya gue bilang sama aja kek pacar abangnya Dody,"timpal Cici sambil mengunyah cemilannya.
"Sudahlah itu urusan mereka berdua, doakan saja semoga dapat hidayah"timpal yudis yang asyik memainkan game di ponselnya.
"Lo pikir dia lagi kesesat? Cebik alyssah
"Lah emang lagi ke sesat karena takut cowok nya selingkuhan jadi sama teman pun dia curiga."sahut Yudis yang masih fokus dengan layar ponselnya.
"Hari ini sih gue baru tadi pagi aja.papasan Sama dody, dan tadi ngga ketemu juga di kantor karena gue meeting diluar jadi ngga balik lagi deh kekantor"terang alyssah dan Cici hanya menyimak saja.
Makin malam dan Yudis pun beranjak dari duduk nya hendak berpamitan dengan alyssah.
Ketika dia membuka pintu di kejutkan oleh kedatangan Dewi yang sudah larut malam.
__ADS_1