
Ternyata cowok yang di maksud Cici justru membuat alyssah menganga karena dia sahabat Alyssah waktu SMU dulu justru dia kakak kelas nya.
"Kak Rully,hai apa kabar? Sapa alyssah
Rully pun langsung gugup ternyata dia bertemu dengan alyssah di perkenalkan sebagai kekasih Cici.
Rully adalah seorang dokter kakak dari sahabat Alyssah Olin.
"Hai, Syah aku baik dan kabar mu gimana? Terakhir bertemu waktu di rumah sakit ya."terang Rully
"Iya, aku juga baik dan kabar Olin gimana? Kapan akan pulang kesini."tanya alyssah
"Rencana bulan depan libur kuliah dia akan pulang ke tanah air,"sahut Rully yang mulai salah tingkah
"Berarti aku gak perlu kenalkan kalian ya, ternyata sudah lebih akrab dari aku.."ujar Cici pura-pura marah.
"Ya ampun ci, Rully ini kakak kelas gue waktu SMU dulu, gue satu kelas sama adiknya Olin.
Rully kelas 3 dan waktu itu gue baru kelas satu ya kak? Terang alyssah
"Dulu aku juga sempat jatuh hati dengan kakaknya Olin tapi aku dulu masih takut sama ayah."gumam alyssah dalam hati nya.
Alyssah terus saja berceloteh dan menceritakan masa sekolah nya dulu,Cici hanya mendengarkan sekali-kali menimpali pembicaraan mereka.
Ada mata yang menatap tajam ke arah Cici dan Rully bahkan sampai mengepalkan tangan nya.
"Lo kenapa, tanya Rendi ke Adri
Sedangkan Yudis tahu kemana arah mata adri
"Salah Lo lah bro, kenapa harus merasa sok ganteng ikut main taruhan. Sekarang Lo telan sendiri kan sakit hati Lo."tepuk Yudis di bahu Adri
Yudis menghampiri Cici dan alyssah, ketika melihat Yudis mendekati meja nya.
Alyssah langsung melambaikan tangan nya, tanda Yudis untuk mendekati nya.
"Bang kenalkan ini Rully kakak kelas ku dan pacar nya Cici ,loh."seru alyssah membuat pipi Cici langsung merona merah.
"Cie cie langsung merah itu muka,"ledek Yudis
"Apaan sih kalian, ngledek saja."sahut Cici
Rully pun menjabat tangan Yudis, saling berkenalan dan Yudis seperti familiar sekali dengan wajah Rully.
Tapi dimana dia melihatnya, seperti sudah beberapa kali bertemu.
__ADS_1
"Woy bang kenapa jadi terpesona melihat kak Rully, jangan bilang Lo jatuh cinta ya.."ledek alyssah
Yang membuat Rully tersedak ketika hendak meminum kopi.
"Bohong, bro..eikee masih normal cyinn."canda Yudis. Spontan alyssah dan Cici langsung terbahak-bahak,mereka gak nyangka kalau sisi lain dari Yudis ternyata seorang yang humoris juga.
"Jalan yuk, nonton kek apa kemana gitu."ajak Yudis
"Kemana ya? Next saja deh bang. Besok kan gue harus kerja,"timpal alyssah
"Iya besok malam saja,gimana? Karena hari ini aku ada jadwal praktek di IGD."sahut Rully
Yang akhirnya membuat Yudis mengingat sering melihat Yudis di Rumah sakit xx.
"Baru gue inget, bro dari tadi gue mikir pernah lihat Lo dimana ya. Ternyata di rumah sakit xx kan, Lo tugas di sana? Ungkap Yudis
"Iya benar banget, jangan bilang Lo salah satu pasien saya."sahut Rully yang sangat formal menjawab pertanyaan Yudis.
"Kalau lagi main sama kita gak usah kaku kek kanebo kering."canda Yudis
"Maaf karena sudah terbiasa bertemu banyak orang tapi untuk masalah penyakit jadi begini deh cara bicara saya."tutur Rully
Alyssah pun mengajak Yudis pulang duluan, dan berpamitan dengan Adri serta Rendi.
Tidak lupa alyssah juga pamit dengan teman-teman yang bekerja di cafe.
"Iya, nanti gue telpon Lo, sambil tunggu kabar dari Dewi dan Dody juga."Cici mencium pipi kanan dan kiri alyssah
"Kak Rully kalau mau lamaran kabarin ya, biar nanti nikah nya gak barengan sama teman aku juga."ledek alyssah
"Iya biar gak bingung mau jadi Bridesmaids yang mana dulu."sindir Yudis
Alyssah pun tertawa bahkan sampai ngakak, Yudis pun mengajak alyssah pulang.
Sampai di apartemen ternyata sudah ada Dewi dan mama nya Dody.
"Enak nih jalan-jalan terus sampai lupa balas chat mama."ledek mama Dody.
"Itu loh Tan, habis konsultasi sama pengacara. Alyssah mau menggugat cerai suami nya besok."ungkap Yudis yang merasa tidak enak hati membuat mama Dody menunggu nya.
"Beneran ini, apa kamu sudah yakin. Syah? Tanya mama Dody
"Sangat yakin,.mah bahkan sudah siap 1000 persen."seru alyssah.
"Aku mandi dulu ya, nanti kita makan malam sama-sama."pamit alyssah yang langsung masuk kekamar tapi kepala nya muncul lagi di balik pintu.
__ADS_1
"Kamu, ingat ya hutang cerita sama gue."tunjuk alyssah ke Dewi.
Lalu dia masuk lagi ke dalam kamar untuk mandi.
"Hahahaha bocah itu, ada aja yang bikin orang kaget " ujar mama Dody
"Sri,.kamu masak apa? Tanya Dewi
"Ini mba hanya ikan gurame asam manis, cah brokoli daging, tempe orek dan sambal terasi. Apa ada yang mau di masak lagi mbak? Tanya balik Sri
"Wah jadi lapar perut ku,Sri.."ujar Dewi
"Sepertinya enak banget nih.."timpal yudis
"Iya mama jadi lapar,alyssah lama banget lagi."tutur mama Dody yang sudah ngiler lihat sambal terasi dan orek tempe.
"Kalau sudah ileran, makan lah masa itu makanan di pandang saja."ledek Alyssah.
"Bilang dong kalau sudah selesai mandinya,.kita sudah lapar banget juga."kesal Dewi yang selalu di ledek alyssah.
"Idih calon ipar galak banget,"cebik alyssah
"Sudah dong, ayo makan."protes Yudis yang langsung mengambil kan mama Dody nasi
"Biar lauknya Tante ambil sendiri saja."ucap mama Dody
Mereka mulai memakan makanan tersebut dengan lahap bahkan Sri sampai menggelengkan kepala saking kaget melihat mereka makan.
"Sri masakan kamu memang luar biasa deh, besok buatin aku makan siang ya."tutur Dewi
"Belajar dong masak, masa minta di masakin."cebik alyssah
"Iya besok gue belajar masak, tenang saja.iya kan Sri.."ujar Dewi
"Iya mbak, besok kesini saja. Kita belajar masak, padahal masakan mbak lisyah lebih enak loh."puji Sri
"Iya Syah, coba aja buka orderan kue siapa tahu kalau po dan kue kamu bisa laku keras."ide mama Dody
"Iya Lo bikin nya pas libur kerja saja."ucap Dewi
"Nanti deh pikir-pikir dulu, tapi coba buat tester dulu."sahut alyssah
"Nanti kita bantu kok untuk masarin ya, siapa tahu Lo bisa sukses hasil dari kue."seru Dewi
"Terus kerjaan gue gimana, Lo mau bikin gue dipecat sama pak Dedy? Dia itu dikantor terkenal killernya..hiiii."Alyssah bergidik ngeri.
__ADS_1
Dia gak sadar yang sedang dibicarakan sudah ada di belakang badan nya.
Dewi terkikik geli, begitupun dengan Yudis dan dody bahkan sudah tertawa terbahak-bahak.