
Alyssah menceritakan semua masalah nya tanpa tertinggal satu pun, bahkan dari rencana pernikahan Yang dia sendiri tidak tahu apa pun. Semua yang mendengarkan pun ikut sedih bahkan kalau posisi seperti alyssah belum tentu mereka akan sekuat alyssah.
"Apa kamu benar-benar tidak mendapatkan nafkah sama sekali? Tanya Adri
"Tidak mendapatkan sama sekali dari suami bahkan saya yang membiayai kebutuhan sehari-hari dan sekolah adik-adiknya, justru dia memanfaatkan saya dengan meminta uang untuk keperluan pribadinya sendiri."ungkap Alyssah
Adri pun memahami emosi nya alyssah, bahkan sangat wajar wanita ini sangat kecewa dengan keadaan nya. Ketika dia sudah membuka hati bahkan sudah jatuh cinta ternyata harus di hempaskan begitu saja.
Bahkan harus berjuang untuk menghidupi anaknya seorang diri, mungkin orang lain akan marah dan mencaci maki tapi wanita ini begitu tegar hanya di mata nya saja terpancar dendam.
"Apa kamu pernah tanyakan kepada suami mu ,untuk masa depan anak kalian? Atau tentang rumah tangga kalian kedepan nya."tanya Adri kembali
"Seperti nya masa depan rumah tangga saya memang sudah harus berakhir bahkan sudah tidak bisa di selamatkan lagi."sahut alyssah yang menjawab pertanyaan dengan santai nya.
"Saya sudah tidak mau kembali bahkan melihat wajahnya saja saya tidak ingin, bernafas satu ruangan dengan nya pun saya haramkan itu."tegas alyssah yang sangat dendam dengan suami nya.
"Baiklah kalau begitu, saya sudah merekam pembicaraan kita dan akan saya buatkan konsepnya. Besok saya akan bantu untuk mendaftarkan ke pengadilan agama, syarat dan ketentuannya sudah saya catat. Besok kamu tinggal melengkapi."terang Adri
"Soal biaya bagaimana? Timpal Cici
"Itu gampang saja, tinggal traktir saya makan siang saja,"canda Adri
" Cuma makan siang saja sih , gak percaya kali bang. Dimana-mana juga pasti bayarlah kalau kita sewa pengacara."ujar Cici
"Soal biaya tidak usah dipikirin, anggap saja aku membantu demi calon istri,"ledek Adri
"Calon istri mana ada mau di jodohin tapi masih jalan sama pacarnya."cebik Cici
"Hahahahahaha cemburu bilang saja, nah gitu dong..kan aku jadi tahu kalau kamu sayang sama aku juga."seru Adri
"Lama-lama lapar gue, Syah. Kebanyakan sama kan gombal,lebih baik pacaran sama kan cireng yang ada kita kenyang makan cireng dari pada sama kang gombal yang ada kenyang tekanan bathin."sindir Cici yang langsung berdiri untuk memesan makanan.
"Kalian mau makan apa? Disini saya tahu menu favoritnya. Mau saya pesankan ? Tawar alyssah
"Iya, Syah pesan kan dua porsi ya."sahut Yudis
__ADS_1
Lalu alyssah pun berdiri untuk memesan makanan karena sudah lewat dari jam makan siang.
Terlihat dari jauh kalau Yudis dan Adri sedang berbincang-bincang, bahkan nampak Rendi ikut bergabung juga.
Cici duduk dengan menopang dagu nya dengan sebelah tangan nya, seperti sedang menahan kesal.
"Lo sama Adri memang cocok bahkan kalian serasi."Alyssah membuka obrolan karena melihat Cici yang cemberut saja.
"Gue sama dia sudah di jodohkan dari kecil, gue sempat suka sama dia dan gak tahu nya dia malah pacaran lagi sama kakak kelas gue. Disitu gue udah gak respect lagi sama dia, bahkan gue bilang sama papa gue tidak usah dilanjutkan lagi. Karena mau dipaksa pun gue udah gak suka lagi sama dia."ungkap Cici yang membuat alyssah kaget,pantas Cici selalu membenci laki-laki yang selingkuh.
"Gue paham perasaan Lo, mungkin dia bukan jodoh Lo. Tuhan baik menunjukkan kebusukan nya sebelum kalian menikah."jelas alyssah dan berharap Cici memahami nya juga.
"Iya Lo bener juga, ngga perlu juga gue harus membenci laki-laki yang belum tentu sama sifatnya dengan Adri."ucap Cici
"Sebenarnya gue lagi suka dengan seseorang dan dia juga anak dari temannya papa gue,Syah."ungkap Cici
"Wuih, ketinggalan berita bagus nih gue."canda alyssah
"Nanti gue kenalin sama Lo, kalau jadi dia jemput gue sore ini."ujar Cici dan dia kembali tersenyum membayangkan pertemuannya dengan cowo itu yang berujung saling menyukai.
Makanan sudah siap di santap, alyssah tidak lupa menyapa teman-teman di cafe nya itu.
Makanan pesanan Yudis dan Adri sudah dibawakan reni ke table Yudis.
Alyssah menghampiri dan hanya bilang dia ingin makan dengan Cici dan teman-teman cafenya. Karena kalau alasan Cici tidak mau makan dengan Adri sangat tidak sopan menurutnya.
Yudis paham bahkan tahu alasan yang dibuat alyssah itu.
Adri sebenarnya tidak enak hati,jujur dia Sangat menyukai Cici tapi karena taruhan dengan teman-temannya waktu SMA dia tidak berpikiran sampai jauh kesana kalau ada hati yang akan kecewa.
Kekecewaan Cici berimbas ke dirinya juga, bahkan sampai sekarang pun Adri tidak bisa lepas dari rasa sayangnya terhadap Cici.
"Syah, septya tadi telpon. Gue bilang nanti gue video call karena mau makan dulu."info Cici
"Lo bilang gak kalau lagi sama gue."tanya alyssah
__ADS_1
"Iya udah gue kasih tahu kok,"sahut Cici yang dengan cepat menghabiskan makanannya.
"Ini dia vc lagi, udah gak sabaran aja. Hahahaa."seru Cici
Nampak dilayar ponsel nya penuh dengan wajah septya yang tersenyum padanya.
"Nih, yang Lo kangenin. Makan nya lama banget, tuh liat kan? Ujar Cici yang mengarahkan kamera ke arah wajah alyssah.
"Hai bumil, kangen banget nih."seru alyssah yang menyapa sahabat nya
"Dewi mana? Gak ikutan? Tanya septya
"Oh iya sampai lupa, Dewi mau tunangan dengan Dody."timpal Cici
"Seriusan, masa sih..kok bisa."seru septya
"Bisalah namanya juga sama-sama suka, masa gak bisa."cebik alyssah
Meraka bertiga asyik bercerita lewat video call bahkan sudah lebih dari satu jam, sampai akhirnya septya terlihat sudah mengantuk.
"Kalau kalian ada waktu datang lah jengukin gue,"pinta septya
"Pasti, lagi kumpulin duit dulu ya" sahut alyssah
"Iya semoga gue melahirkan ada kalian semua ya."seru septya
Lalu video call pun di akhiri, rasa rindu sama sahabatnya sudah terobati, mereka tinggal menunggu kabar dari Dewi saja.
Kapan tanggal dan harinya mereka akan bertunangan, dan semoga bisa lulus juga dengan cepat.
Alyssah sangat ingin menyelesaikan kuliah nya dengan cepat karena dia ingin fokus bekerja dan membuktikan kalau dia bisa sukses.
"Syah bentar lagi cowo yang gue maksud mau jemput nih,"ujar Cici yang agak panik merapihkan baju dan wajah nya
"Jadilah diri sendiri dan apa adanya, jangan memaksakan jadi sempurna biar kita tahu kalau dia menerima kita apa adanya bukan ada apa nya? Jelas alyssah dan Cici pun mengikuti saran sahabatnya itu.
__ADS_1