Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu

Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu
BAB LVI


__ADS_3

Alyssah bangun sangat pagi sekali karena dia harus membuat tester kue dan juga jam 9 pagi akan ke pengadilan agama untuk mendengarkan hasil keputusan hakim.


Di belakang alyssah ada sri yang membantunya untuk membuat sarapan pagi.


"Sri nanti Billah biar saya yang mandikan ya."ucap alyssah 


"Iya mbak lisyah dan sudah Sri siapkan juga keperluan mandi dan bajunya."jawab Sri.


"Besok saya akan coba buat mpasi untuk Billah, semoga awal dia makan ngga merepotkan ya,"terang alyssah sambil terkekeh geli jika menginginkan kelucuan anaknya itu.


"Mbak lisyah beneran jadi menjual kue? Tanya Sri


"Iya jadi sri, biar saya bisa dekat dengan billah dan ada waktu untuk Billah juga."ungkap Alyssah sambil menyusun kue yang sudah matang.


"Iya Bu, bagaimana pun kalau uang bisa di cari tapi kan perkembangannya anak kita ngga bisa putar ulang."jelas Sri dan ada benar nya juga perkata Sri.


"Kamu benar Sri dan saya sudah tertinggal jauh banget dengan perkembangan bayi itu ."tutur alyssah 


Lalu mencoba mencicipi beberapa kuenya yang dia anggap sudah pas.


"Eh anak bunda sudah bangun ya,sini sayang sini bunda peluk dulu."Cici memberikan Billah ketangan alyssah 


"Aduh,acem ih acem anak bunda acem benel nih,"alyssah mengusel-ngusel ketek anaknya.


Billah pun tertawa terbahak-bahak menahan geli.


Cici dan Sri melihat pun jadi ikutan tertawa karena tawanya Billah lucu dan gemas sekali.


"Kue Lo cepet banget jadinya dan udah ada empat macam aja."seru Cici dan mencicipinya.


"Masak apa Sri, sini gue yang buat sarapan saja."Cici mengambil alih masakan Sri dan Sri melanjutkan membuat kue karena alyssah memandikan Billah.


Setelah memandikan Billah lalu memakaikan baju untuk anaknya.


Olin yang sudah bangun melihat interaksi Billah dan alyssah tersenyum bahkan ikutan tertawa.


"Billah lucu banget sih kamu,"ucap Olin sambil menjewel pipinya.


"Iya dong Tante kan bunda nya juga cantik."sahut Billah sambil menirukan suara anak kecil.


Lalu alyssah meminta Olin untuk menjaga billah sebentar karena dia mau membereskan bekas tadi Billah mandi.


"Makasih aunty Olin, sana gih mandi biar kita sarapan sama-sama."perintah alyssah dan Olin pun masuk ke dalam kamar mandi.


Alyssah membawa Billah keluar dari kamar, harum bayi menguar semua mata pun menatap Bayi tersebut.

__ADS_1


"Udah cantik aja keponakan nya om ganteng."puji Yudis yang meminta Billah untuk diberikan kepadanya.


"Kapan datang nya bang? Udah kecium bau-bau sarapan matang ya? Ledek alyssah lalu memberikan Billah pada Yudis.


"Sekalian bawa baju jadi nanti malam, gue sudah tinggal di depan Lo,Syah."terang Yudis 


"Wah siap-siap Sri, makan malam jangan telat,"canda Cici 


Lalu Yudis membawa Billah ke balkon, karena itu tempat paling nyaman.


Tidak lama Olin keluar dari kamar dan matanya menyapu setiap sudut ruangan di tempat Alyssah.


"Dimana Billah ? Tanya Olin


"Ada di balkon dengan Yudis,"sahut alyssah yang sambil memasukan kue-kue nya kedalam plastik klip.


"Yudis jam segini sudah datang? Memang ngga punya istri? Wajah Olin penuh tanda tanya.


"Hahahaha mana ada yang mau mendekati pria kek kulkas dingin begitu."timpal Cici.


"Harum banget ini, masakannya belum lagi kue bikin perut minta di isi "Olin mendekati meja makan dan mencicipi kue buatan alyssah dan Sri.


"Nanti Lo coba masakan gue ya,Lin? Ujar Cici


"Sarapan siap, Ayo kita makan sama-sama. Sri panggil pak Yudis ya."pinta Cici 


Sri pun segera mencuci tangannya lalu berjalan kearah balkon untuk memanggil Yudis.


"Pak maaf biar Billah sama saya saja, karena bapak sudah di panggil untuk sarapan bareng."terang Sri dan Yudis pun memberikan Billah pada Sri tidak lupa mencium pipi gembul bayi tersebut.


Lalu Yudis pun masuk kedalam dan langsung saja bergabung di meja makan.


"Wuih Cici keren nih,.masak nasi uduk. Aih ada semur jengkol juga, gue pikir daging."seru Yudis 


"Jengkol itu enak loh, kadang gue aja suka kangen sama masakan ini."timpal Olin 


"Kalau ngga suka bisa di ganti kentang atau tahu bang, itu kan ada pilihannya. Bihun goreng juga ada."sela alyssah yang juga mengambil piring dan mau mulai berebut jengkol dengan Olin


"Waduh salah masak kek nya gue, masa sampe ngga di sisain itu jengkol."ujar Cici 


"Ngga bisa ci, karena Lo cuma masak sepuluh biji doang mana cukup buat bagi yang lain."tutur Olin dengan mulut yang penuh dengan nasi.


"Coba dong sedikit aja,"pinta Yudis dan alyssah seperti ngga rela untuk membaginya lalu dia pun memberikan nya satu biji dan ternyata Yudis pun mulai mengambil milik Olin juga sehingga dua orang tersebut langsung menutup piring dengan tangannya sendiri.


"Apa-apaan sih bang, tadi kan udah gue bagi masa Lo mau ngambil lagi."kesal alyssah 

__ADS_1


"Ya kan gue nyoba dan ternyata enak. Salah Cici kenapa masak sedikit."ujar Yudis 


Cici hanya tertawa saja lalu dia mengambil kotak makan karena akan mengirimkan untuk Rully.


"Nah itu Cici main bungkus aja,"ujar Olin


"Buat kakak Lo ,Lin. Masa iya gak gue kasih makan."sahut Cici


"Oh, jangan banyak-banyak nanti sayang kalau ngga abis karena nanti gue ngga kebagian."jujur Olin karena dia sudah nambah untuk kedua kalinya.


"Nah terus gue sama Sri makan apa? Tanya Cici 


"Nanti gue orderin makanan ya? Sekarang tenang saja dulu."jawab Olin 


"Ngga usah gue makan bihun goreng saja dengan bakwan plus sambal kacang."terang Cici yang mengambil makanan tersebut dan duduk di sebelah alyssah.


Alyssah dari tadi tidak bersuara karena sibuk menghabis makanannya.


Sesekali dia melirik ke Olin yang makan sangat rakus.


"Lin, teh pahit panas nya dong."pinta alyssah 


"Yoi jangan terlewatkan itu, akhir makan yang ternikmat,"seru Olin


"Maksud gue tolong Lo buatin buat gue."cebik alyssah 


"Tenang saja, Olin pasti membuatkan yang spesial untukmu sayang aku."canda Olin.


Lalu alyssah berdiri karena sarapannya sudah habis dia pun mencuci piring nya sendiri.


Begitu pun dengan Yudis dia pun mencuci piringnya sendiri.


Olin sedang membuat teh untuk dia dan alyssah.


"Lo mau teh ngga bang? Tanya Olin


"Ngga usah makasih, gue mau minum kopi aja."tunjuk Yudis yang melihat kopi susu untuk dirinya belum di minum.


"Sri kesinikan billah nya, "teriak yudis


"Iya Sri kamu sarapan dulu,"timpal alyssah


"Lalu kita mau jalan jam berapa nanti? Tanya Cici


"Jam 8.30 ya ."sahut Yudis 

__ADS_1


__ADS_2