Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu

Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu
BAB LVII


__ADS_3

Kemudian mereka semua bergantian untuk bersiap-siap.


"Bisa kan nanti lewat rumah sakit mampir sebentar untuk memberikan kotak sarapan untuk Rully,"ujar Cici


"Iya bisa kan satu arah,"timpal alyssah 


"Lin mau ikut apa nunggu disini? Tanya Yudis 


"Ikut lah, ini gue sudah rapih kok."cebik Olin.


"Syah, tester kue Lo nanti gue minta ya? Gue bantu promosiin."teriak Yudis.


Lalu alyssah pun memasukan beberapa tester untuk Yudis dan juga dia mau menitipkan juga ke Rully dan Ardi.


"Semangat Syah!! Semoga membawa berkah hari ini."ujar Cici.


"Aamiin ."ucap alyssah.


"Sri kami berangkat dulu ya, nanti kabarin saya kalau ada apa-apa dengan Billah. Jangan keluar atau kemanapun kalau saya belum pulang."terang alyssah.


"Iya Bu."sahut Sri


Lalu mereka pun pergi meninggalkan apartment alyssah.


Entah kenapa perasaan nya sangat tidak enak bahkan jantungnya pun berdetak kencang.


"Kenapa sih Lo Syah? Dari tadi ngga tenang banget."tanya olin


"Ngga tahu nih.. dari tadi perasaan gue ngga enak banget."sahut alyssah 


"Apa Billah kita bawa aja, biar Lo tenang."tutur Cici 


"Kasian kalau nunggu lama di sana pasti dia ngga nyaman."sahut alyssah.


"Jalan aja yuk, nanti kesiangan nih."seru alyssah 


Lalu Yudis pun menyalakan mobil nya tersebut.


Sepanjang jalan alyssah nampak tegang dan ketika Cici turun untuk memberikan kotak makan pun alyssah tidak menyadarinya.


"Syah, Kalau begitu gue yang tunggu Billah dirumah deh."ucap olin


"Benaran Lin? Sahut alyssah 


"Iya, gue naik ojeg aja biar cepat dan biar hati Lo tenang di persidangan nanti."Olin langsung turun dari mobil Yudis dan menyetop ojeg.


"Ada apa sih Lo, Syah? Tanya Yudis


"Ngga tahu perasaan gue ngga enak banget kek berat banget ninggalin Billah."ujar alyssah 


Tidak lama Cici masuk kedalam mobil,lalu duduk di samping alyssah.

__ADS_1


"Olin kemana? Tanya Cici sambil matanya mencari sosok Olin.


"Olin balik ke apartemen,ci."sahut alyssah 


Yudis pun menjalankan mobilnya menuju pengadilan agama.


"Memang kenapa sih, Syah? Tanya Cici 


"Gue ngga tahu, perasaan gue gak enak banget."jawab alyssah 


"Ya sudah sekarang Lo coba tenangin diri dulu banyak-banyak mengucap istighfar, semoga baik sidang atau pun Billah juga baik-baik semuanya."terang Cici dan alyssah pun menghela nafas panjang.


Tak terasa mereka sudah sampai di parkiran pengantin agama.


Alyssah dan Cici pun turun dari mobil bersama Yudis.


Mereka Langsung mencari keberadaan Adri, dan Adri pun sudah terlihat di depan ruang tunggu sidang.


Dari kejauhan alyssah melihat Aan dan Eli juga ada nur.


"Mba lisyah apa kabarnya? Sapa nur yang menghampiri alyssah


"Baik nur? Ibu sehat? Tanya alyssah 


"Alhamdulillah sehat kak, dan kangen sama Billah. Kalau ada waktu mampirlah kak kerumah ajak Billah."ujar nur dan Billah hanya menjawab dengan senyuman saja.


"Lain waktu ya nur, pasti akan bawa billah bertemu ibu."sahut alyssah lalu memberikan beberapa lembar uang untuk diberikan ke ibu nya Aan.


"Ngga apa-apa nur, mba ada rejeki sedikit kok. Dan nanti bagi dua ya kamu dengan Soleh."terang alyssah 


"Mba maafin keluarga nur ya."nur pun memeluk alyssah.


"Ngga ada yang salah karena semua sudah takdir. Kamu mainlah ketempat mba,Jangan sungkan ya."pinta alyssah.


"Memang boleh mba? Katanya keluarga nur ngga ada yang boleh ketemu sama mba lisyah. Makanya nur pulang sekolah cuma bisa melihat dari seberang saja apartment mba lisyah."ungkap nur


"Loh kata siapa ya nur? Tanya alyssah 


"Itu kata mba ely."jawab nur


"Ohh hahahaha itu kan kata dia bukan kata mba ya!" Seru alyssah 


Tidak lama alyssah di panggil oleh adri untuk segera masuk keruang sidang.


"Ya sudah nur, mba harus masuk dan main ya besok kerumah mba."ajak alyssah 


Dan nur pun berjanji akan datang besok sepulang sekolah.


"Semoga mba lisyah mendapatkan kebahagiaan nya lagi."gumam nur lalu dia duduk di ruang tunggu, dia tidak mau masuk karena ada ely.


Sementara di apartemen, Olin sudah sampai dan langsung masuk lift lalu menekan tombol lantai yang di tuju.

__ADS_1


Tring..


Pintu lift terbuka dan olin bergegas keluar dan jalan ke koridor arah unit nya alyssah.


Terdengar bentakan seseorang dan membuat bayi menangis.


Olin mengenali tangisan bayi tersebut dengan langkah cepat setengah berlari Olin menghampiri suara tersebut.


"Apa yang kau lakukan dengan keponakan ku,hah? Hardik Olin tanpa ampun lagi menarik tangan Dewi.


"Belum puas juga, apa perlu gue bikin Lo ngga jalan sama sekali?


"Ngga usah ikut campur sialan."teriak Dewi 


"Lo yang sialan dasar cewek gila Lo."bentak Olin lalu menjambak rambut Dewi dan menariknya keluar.


Olin terbakar emosi karena melihat Sri sudah acak-acakan bahkan Billah tergeletak dilantai sedang menangis kencang.


Olin terus menarik rambut Dewi sampai rambut tersebut banyak yang tercabut.


Dewi terus berontak bahkan tangan yang pernah Olin sakiti pun kembali Olin beri luka lagi.


Entah kenapa Dewi tidak pernah puas bahkan semakin membenci alyssah.


"Sekali saja Lo sentuh keponakan gue atau pun alyssah, gue buat Lo gak jalan seumur hidup Lo."ancam Olin yang menginjak betis Dewi lalu Dewi berteriak kesakitan.


Sampai di lobby Olin berteriak agar security memanggil pihak berwajib.


"Mohon jangan panggil polisi, gue janji gak akan melakukan itu lagi.ssttt."Dewi memohon sambil merasakan sakit.


"Apa Lo bilang, kemarin aja ancaman gue ngga mempan sama Lo dan Lo coba lukain bayi yang ngga punya salah apa-apa. Lalu kalau gue ngga cepat datang? Apa Sri dan Billah akan baik-baik saja yang ada mereka mati di tangan Lo."hardik Olin.


Tidak lama polisi datang dan membawa Dewi kekantor polisi.


Dewi sempat meronta dan bahkan memohon untuk tidak di bawa.


Namun olin tetap menolaknya, Olin dan Sri bersedia di mintai keterangan.


Mereka berdua serta Billah pun ikut ke kantor polisi.


Sengaja Olin tidak memberitahukan kepada alyssah hanya kakak nya saja Rully di beritahu dan Rully memberitahukan Cici.


"Bisa gue pergi,Syah? Papa gue dadakan mau ketemu nih."bohong Cici yang sudah gelisah.


"Ya udah gak apa-apa ci, pergilah karena ada Yudis serta Ardi juga."terang alyssah 


"Titip alyssah karena gue harus kekantor polisi,tetap tenang."bisik alyssah di telinga yudis


Yudis pun paham lalu bersikap biasa saja.


"Nanti kabari kalau sudah mau pulang, biar ketemu di tempat makan saja."Cici pun mencium pipi kiri Alyssah lalu pergi meninggalkan pengadilan agama.

__ADS_1


__ADS_2