Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu

Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu
BAB XXIV


__ADS_3

Alyssah langsung mengirimkan pesan ke Dewi dan Cici,mereka juga sangat sedih kalau harus berpisah dengan sahabatnya itu.


Tapi mungkin ini jalan yang terbaik untuk septya dan calon anak nya, wanita hamil di larang stress dan memikirkan apa pun.


Waktu Alyssah hamil septya selalu mendukung nya bahkan hidup alyssah selalu berderai air mata, pernah menahan lapar karna keluarga mertua nya sangat membenci dirinya.


"Kalau septya pergi apa aku bisa menjenguk waktu dia akan melahirkan ya? Gumam alyssah yang langsung di peluk bunda nya.


"Semua sudah alur cerita dari setiap manusia, jadi jika memang harus seperti ini siapa tahu di Belanda nanti,septya bertemu dengan jodohnya yang mau menerima dirinya dan calon anaknya itu..jika kalian rindu,Tante janji akan mengajak kalian liburan ke sana.."terang mamanya Dody yang sangat senang melihat pertemanan anak-anaknya.


"Iya tan,lisyah akan mengumpulkan uang mulai dari sekarang. Agar septya melahirkan nanti ada untuk membelikan calon baby kado spesial,,"alyssah tersenyum dalam tangis


"Yaah kamu segitu aja, sudah cengeng.."ledek pak Dedy.


"Idiih, om sih cowo gak akan nangis..cebik alyssah


Tidak lama ponsel alyssah bergetar di lihat ternyata panggilan dari suami nya, alyssah abaikan begitu saja. Sampai ke 12 kali nya, alyssah masih diam saja.


"Lisyah..angkat telpon mu ,siapa tahu penting..bikin sakit telinga aku saja.."ledek pak Dedy. Hanya dengan alyssah pak Dedy bisa bercanda tidak dengan anak-anak, Didi atau pun Dody mereka sangat serius.


Alyssah mengobati kerinduan nya dengan dini yang sudah meninggal dunia karena sakit kanker.


"Papa stop, dari setadi ngledek aja lisyah.. nanti dia akan gak enak hati loh.."tutur mama Dody


"Gak apa, mbak..mungkin pak Dedy ingin mempunyai anak perempuan, saya doakan semoga bisa mendapatkan cucu perempuan ya..amiin.."terang bunda alyssah


Mereka pun mengamini doa bunda alyssah, ada rasa tercubit hati mama nya Dody, karna dia yakin suami nya sedang mengingat dini.


Wajah dini hampir 80% mirip alyssah, sehingga Dody sangat menjaga alyssah itu alasan nya kenapa dody tidak bisa jatuh cinta dengan alyssah.


Begitu pun keluarganya,ketika Dody memperkenalkan alyssah kerumah. Mau kakak nya atau papa nya sempat kaget, pas Alyssah bersuara baru lah mereka sadar itu bukan Dini adiknya.


"Ya sudah kalau begitu, pak Dedy dan mbak yu.. terimakasih banyak,kami pamit dulu ya..lain kali kami yang akan mengundang untuk kita makan bersama.."tutur bunda alyssah


"Iya sama-sama, kita nanti bisa janjian kan Bun.."sahut mama nya dody yang memanggil bunda juga.


"Yah Bu ibu kalau sudah satu circle lupa deh sama suami nya..cebik papa Dody


Alyssah langsung tertawa terbahak-bahak bahkan sampai menahan ingin buang air kecil.

__ADS_1


"Awas aja kamu mentertawakan,om.."kesal pak Dedy dengan alyssah


"Ampun, om.."ujar alyssah


Lalu bunda dan alyssah meninggalkan tempat makan tersebut, dan lagi-lagi ponsel nya kembali berbunyi.


"Sini Billah dengan bunda, kamu angkat lah telpon tersebut mungkin penting sekali.."tutur bunda yang langsung mengambil alih Billah dari tangan alyssah.


Alyssah: ada apa? Aku lagi di jalan


Aan : jalan mana? Dari tadi apa susah nya angkat


Telpon, keluyuran terus.


Alyssah: ada apa marah-marah gak jelas, aku


Matikan sajalah


Aan : jangan dulu, ini penting sekali


Bisa transfer aku sejumlah uang, aku butuh


Alyssah: bisa gak kalau menghubungi ku bertanya


Soal anak saja jangan yang lain, kan baru


Kerja.


Aan : jangan lah perhitungan, aku tunggu ya


Alyssah belum menjawab tapi Aan sudah mematikan sambungan telpon nya.


"Huh.. kebiasaan.."gerutu alyssah


"Ada apa..? Tanya bunda


"Biasa papa nya Billah,Bun.."dengan malas alyssah menjawab pertanyaan bunda nya.


"Oh..iya nanti bunda turun duluan ya..gak mampir lagi kerumah kamu,Syah.."ujar bunda

__ADS_1


"Baik Bun.. hati-hati ya.."sahut alyssah


Bunda menciumi Billah dengan gemas, lalu menyerahkan Billah lagi ke alyssah.


"Pak nanti di pertigaan ada toko bakery,,saya turun di sana dan bapak nanti lanjutkan lagi untuk mengantarkan cucu saya.tolong hati-hati ya pak.."pinta bunda alyssah.


"Bunda, hati-hati juga.."seru alyssah


Tanpa sengaja alyssah melihat ayahnya yang baru turun dari mobil, ada rasa kangen yang tiada terhingga.


"Ayah..lirih alyssah yang menetes kan air mata


Ternyata sang bunda janjian dengan ayahnya di toko kue ini, Alyssah baru sadar kalau ini toko kue langganan keluarga nya.


Mobil yang alyssah naiki terus melaju sampai di tempat tujuan yaitu rumah mertua nya, ada rasa enggan menginjakkan kaki nya di rumah itu.


Terakhir pembicaraan nya tadi melalui telpon dengan suami nya membuat dia agak sedikit muak.


"Lisyah..lisyah dengar gak sih..apa kamu sengaja? Tanya Aan


"Menurut kamu seperti apa? Gak lihat sedang gendong bayi.."seru alyssah


Entah keberanian dari mana alyssah jika menghadapi suami nya agak keras, padahal dia sangat menghargai suami dan orang tua.


"Kasar dan sombong banget, mentang-mentang sudah kerja.."teriak Aan


"Sekarang yang tuli itu siapa? Aku atau kamu.."geram Alyssah


"Kamu mau minta uang kan? Berapa lagi yang kamu mau? Kurang apa aku kekamu selama ini.."teriak alyssah sudah di titik lelah bathin ya


"Gak usah teriak, kamu sengaja kan biar tetangga pada tahu.."tuduh Aan


"Hah..gak teriak juga tetangga sudah tahu..siapa aku bagi kamu..cuma mesin pencetak uang bukan bagian dari tulang rusuk mu, kamu pikir diluaran sana aku gak tahu kamu seperti apa? Wahai tuan Aan yang terhormat.. kamu seorang laki-laki yang tidak punya hati nurani sedikit saja untuk aku dan anakku,kamu bebas bermesraan dengan teman terbaik mu. Bahkan aku yang melihatnya saja jijik sekali dengan tingkah laku kalian. Dengar tuan Aan aku tidak akan mengeluarkan uang sepeser pun untuk wanita tercinta mu itu, dan satu lagi. Suruh dia bekerja, jangan memakan uang hasil keringat ku karna aku haram kan.."ungkap Alyssah


Aan terdiam terpaku di tempatnya, ternyata istri nya sudah tahu hubungan dia dan Eli.


Aan langsung memukul ruang kosong, bahkan ada rasa nyeri ketika istri nya dengan lantang menuturkan semua kesakitannya.


"Hah..apa aku akhiri saja semuanya, kemarin Cici menawarkan apartment yang di belikan oleh nenek nya untuk aku tinggalin..biar aku sewa saja. Kalau tinggal begitu saja, apa kata Cici nanti. Walau pasti dia tidak mempersoalkan itu tapi hati orang kita mana tahu..gerutu alyssah yang merasa sudah sangat lelah dengan pernikahan nya . Tidak ada kemajuan yang ada di keluarga Aan selalu uang dan uang membuat alyssah merasa jengah.

__ADS_1


__ADS_2