Alena My Beloved Wife

Alena My Beloved Wife
EPS. 26 Perhatian Kecil


__ADS_3

Di pintu masuk Rumah Sakit terlihat seorang pria dengan paras tampan seperti oppa korea berjalan dengan santai menuju meja resepsionis. Semua pasang mata tak berkedip melihat pria itu yang selalu tersenyum dan mengangguk sopan setiap kali orang lain menyapanya.


Siapa yang tidak jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat pria yang sangat tampan, ramah dan sopan seperti Tomy. Tomy adalah satu-satunya pria yang sangat setia sejak dulu hingga detik ini ia masih mencintai satu orang wanita, yaitu Alena. Namun, sangat disayangkan bahwa dia tidak banyak memiliki keberanian untuk menyatakan perasaannya kepada Alena.



"Selamat siang, Sus! Pasien bernama Alena dirawat di ruangan mana, ya??" tanya Tomy dengan suara yang sangat lembut.


"Ehh... Tunggu... Sebentar, Mas!" jawab Suster sedikit gugup saat melihat ketampanan Tomy.


"Pasien bernama Alena di rawat di lantai 3 kamar no 101, Mas!" sambung Suster itu lagi sambil senyum-senyum masem.


"Terimakasih, Sus!" balas Tomy dengan tatapan heran dan langsung berjalan menuju lift.


Saat tiba di lantai tiga pintu lift pun terbuka. Tomy segera keluar dari dalam lift karena tidak sabar ingin mengetahui bagaimana keadaan Alena.


Saat tengah berjalan di koridor Rumah Sakit, tiba-tiba ia dikejutkan dengan pemandangan yang tidak biasa. Tomy berpapasan dengan Daffin yang sedang dipeluk erat oleh Serli seolah-olah tidak ingin dia pergi.


Tatapan tajam pun sama-sama terpancar dari mata mereka berdua. Walau tidak keluar kata-kata dari mulut mereka, tapi tatapan mereka seolah-olah bertanya sedang apa dia disini.


"Daffin sedang bersama siapa, kenapa wanita itu sangat menempel dengannya?" pikir Tomy penasaran. Tomy melirik sebuah ruangan dari mana Daffin keluar. Dia melihat ada seorang balita yang sedang dirawat.


"Sedang apa kau disini??" tanya Daffin sambil mengkerutkan keningnya.


"Ini tempat umum, kenapa kau harus bertanya sedang apa aku disini. Aku ada dimana dan sedang apa itu bukan urusan mu!" tegas Tomy lalu berjalan melewati Daffin.


"Sekali lagi aku bertanya..." sambung Daffin dengan suara yang menekan, ia memegang erat bahu Tomy.


"Sedang apa kau disini??" tanyanya lagi.


Tomy tersenyum sinis dan dengan perlahan dia menjauhkan tangan Daffin dari bahunya. Tomy berbalik dan kali ini dia yang memegang erat bahu Daffin.


"Ini Rumah sakit, Bro. Tentu saja aku disini ingin menjenguk orang yang sakit, dan apa kau tau siapa orang yang ingin aku jenguk??" Tomy menatap Daffin dengan tatapan seolah-olah sedang mengajak bertarung. Daffin langsung memanas saat Tomy bertanya siapa yang ingin ia jenguk, tentu saja dia tau bahwa Tomy pasti datang ingin menjenguk Alena.


"Haish, sudahlah sepupuku sedang menungguku, aku tidak ada waktu untuk meladenimu," sambung Tomy lagi lalu berjalan meninggalkan mereka berdua.


Daffin merasa lega saat mengetahui bahwa Tomy datang untuk menjenguk sepupunya.


"Hanya orang bodoh yang percaya," gumam Tomy sambil terus berjalan menuju ruang rawat Alena.


***


Alena yang masih ditemani oleh para sahabatnya merasa lebih baik. Rasa sakit di kepalanya sudah mulai berkurang, kini tinggal rasa sakit di kakinya yang masih teramat menyakitkan.


"Bagian kaki masih sakit banget ya, Al??" tanya Adel khawatir saat melihat Alena meringis kesakitan melihat kakinya. Alena hanya mengangguk tak berdaya.

__ADS_1


"Dokter bilang apa, Al??" tanya Fahri.


"Aku gak tau, orangtua juga belum bilang apa-apa," jawab Alena pasrah.


"Yang sabar ya Alena, semoga tidak ada sesuatu yang serius!" timpal Fira. Mereka bertiga pun saling berpelukan berharap agar Alena tidak merasa sedih atas apa yang terjadi kepadanya.


"Aku sama Adel pulang dulu ya, Al. Udah sore juga nih." ucap Fahri sambil melihat kearah jam tangannya.


"Maaf ya gak bisa nemanin lama-lama," sambung Adel sambil memeluk dan mengusap kepala Alena.


"Gak apa-apa, kalian udah datang aja udah bikin aku seneng banget," balas Alena.


"Ayok, Del!" ajak Fahri tidak sabar ingin pulang.


"Oke, kalian hati-hati ya!" balas Alena sambil melambaikan tangannya.


"Fir, pinjem Fahri nya ya buat ojek pulang," canda Adel sambil mencubit pipi Fira.


"Apaan sih, del. Bawa aja sana jangan lupa dikembalikan!" balas Fira. Fira merasa tidak enak dengan Adel. Dia teringat dengan kata-kata Dafka yang mengatakan bahwa Adel dan Fahri saling mencintai.


"Apa gue memang salah ya?" gumam Fira.


"Lo ngomong apa barusan??" tanya Alena sambil mengkerutkan keningnya. Fira pun hanya menggelengkan kepalanya tidak menjawab pertanyaan dari Alena.


"Kirain kalian sudah pulang, emang siapa yang datang??" tanya Alena penasaran.


Perlahan mulai terlihat sosok pria yang tidak asing di mata Alena. Alena berharap bahwa yang datang adalah Daffin. Namun, sepertinya dia harus kecewa karena yang datang adalah Tomy.


"Senior??" Alena terkejut melihat kedatangan Tomy. Tomy yang bisa dibilang bukan siapa-siapa hadir untuk menjenguknya, sedangkan Daffin pria yang ia tunggu-tunggu hingga sekarang belum juga datang.


"Alena gimana keadaan kamu sekarang, apa masih sakit??" tanya Tomy sangat khawatir.


Plakkk..


Tiba-tiba saja Fira memukul punggung Tomy yang adalah kakak sepupunya Fira. Dia merasa gemas dengan kakaknya itu karena terlihat sangat bodoh saat didepan Alena.


"Aww, sakit!!" rintih Tomy sambil mengelus-ngelus punggungnya.


"Dasar bodoh," ledek Fira lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


"Fira lo mau kemana??" tanya Alena sedikit berteriak.


"Mau pulang, titip kakak bodoh gue ya!" jawab Fira dengan senyum meledek.


Tomy yang diejek oleh Fira hanya terdiam malu. Saat ini mereka hanya berdua membuat suasana menjadi canggung. Hanya terdengar detak jam dinding dan suara detak jantung Tomy yang kian memburu.

__ADS_1


"Mmm, kamu sendirian aja kesini, Mas?" tanya Alena mencoba untuk membuka percakapan.


"Iya, tadinya mau ngajak Fira, tapi ternyata dia sudah nemenin kamu duluan." jawab Tomy sambil menarik kursi dan duduk disebelah Alena.


"Kaki kamu gak apa-apa, kan??" tanya Tomy sambil mengelus kaki Alena.


"Mmm, kaki ku mati rasa, Mas. Cuman terasa sakit aja gak bisa digerakin. Mungkin... Aku lumpuh." jawab Alena sambil menundukan wajahnya.


"Sssuutt, kamu harus optimis dan gak boleh sedih ya, kamu gak akan lumpuh kamu pasti bisa jalan, Dokter akan melakukan yang terbaik buat kamu. Ada aku, ada orangtua kamu, ada sahabat-sahabat kamu yang bakal ngasih suport buat kesembuhan kamu. Jadi jangan sedih ya!" ucap Tomy sambil menggenggam tangan Alena.


Tomy mencoba untuk menghibur Alena yang terlihat sangat sedih. Dia memang tidak tau caranya menghibur, tapi dia berusaha melakukan apa yang ia bisa untuk membuat Alena tersenyum.


"Makasih, Mas!" balas Alena sambil membalas genggaman tangan Tomy.


Alena tersenyum sambil menatap wajah ramahnya Tomy. Dia berpikir ada baiknya jika yang memberinya semangat adalah Daffin suaminya sendiri bukan orang lain. Namun, pada kenyataannya orang lain lebih perhatian dari pada orang terdekatnya. Bahkan sejak tadi Daffin belum menampakan wajahnya untuk menjenguk dia istrinya sendiri.


"Hey, kenapa menatapku seperti itu, apa di wajahku ada sesuatu??" tanya Tomy sambil meraba-raba wajahnya.


"Hahaha, ada kecoa di wajah kamu, Mas!" jawab Alena sambil menertawakan Tomy.


Tomy pun ikut tertawa saat melihat Alena tertawa. Dia memang tidak pandai dalam menghibur orang lain, tetapi dia berusaha sebisa mungkin agar membuat Alena tidak sedih lagi.


"Alena sudah tidak terlihat sedih lagi, kalau aku bertanya tentang Daffin kenapa dia bisa bersama wanita lain takutnya Alena akan sedih lagi." pikir Tomy sedang mempertimbangkan perasaan Alena.


Namun, Tomy benar-benar sangat penasaran dengan apa yang tadi ia lihat. Bukan hanya penasaran siapa wanita disamping Daffin, tapi dia juga penasaran anak siapa yang baru saja ia jenguk bersama wanita itu.


Brakkk


"Tomy!! Beraninya kau menggoda istriku!" bentak Daffin setelah mendobrak pintu.


Tomy dan Alena sangat terkejut ketika Daffin tiba-tiba mendobrak pintu dan berteriak tidak jelas. Terlihat wajah Daffin penuh dengan amarah saat melihat Alena menggenggam tangan Tomy. Sontak Alena pun langsung melepaskan genggamannya dari tangan Tomy.


"Mas Daffin??"


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2