Alter Ego

Alter Ego
Memburu boneka jalmo 2


__ADS_3

Angin malam semakin dingin. Gedung sekolah yang lapang seolah membebaskan angin dalam bergerak.


Bulan semakin jelas menampakkan cahayanya. Malam semakin larut.


Sementara itu, Feiz dan Malam bergotong royong membopong Putri yang terlelap.


Sepanjang lorong yang mereka lewati, para penghuni gaib di sekolah, berseliweran di sekitar mereka. Seolah mencoba mengungkapkan kecemasan mereka kepada Malam.


*Tolong kami..


Hentikan si penguasa mengambil alih tempat tinggal kami..


Aku ingin bebas*..


“ Malangnya kawan-kawanku” ucap Malam sedih.


“ Apa kamu gila berteman dengan hantu. Mereka adalah jin yang menyesatkan manusia..”


“ Berisik. Kalian para manusia jangan seenaknya menyebut kami sesat..”


“ Kami?”


Oppss..


Feiz yang melempar wajah curiga.


“ Ce.. cepat kita bawa pulang Putri.” Malam mencoba mengalihkan perhatian.


Feiz membawa masuk Putri ke dalam sebuah mobil sport merah yang sudah menunggu mereka.


“ I.. Inikan!!!” pekik Malam tidak percaya. “ Mobil Sport F**r**ri 812!! Ini kan mobil mahal. Yakin ini punyamu?”


“ Kalau bukan. Aku gak akan membawa masuk temanmu..”


“ Wah.. Aku mau jadi pacarmu kalau begini..” seloroh Malam sambil dengan antusias mengamati mobil mewah didepannya.


Blusshhh..


Feiz membalikkan tubuh memunggungi Malam. Tersipu.


“ Hei.. Apa kamu sudah punya pac... hek..” Kata-kata Malam terpotong. Badannya mengejang sesaat. Sebelum Feiz mengutarakan kekhawatirannya, dia sudah kembali tenang.


“ Maaf, apa saudariku mengatakan hal-hal aneh?”


“ Sa.. saudari?”


Mala mengangguk. Dia pun menceritakan kondisi dirinya dan kemampuan yang dia miliki berkat Malam.


“ Bukankah itu berarti kamu ketempelan? Kamu harus di ruqiah..” ujar Feiz sembari mengeluarkan tasbihnya.


“ Tidak perlu” tolak Mala. “ Aku sudah melakukannya berkali-kali dan gagal. Tapi aku beruntung, karena ‘dia’ adalah saudariku sendiri bukan yang lain.”


Hening sesaat.


“ Cepat bawa Putri pulang. Orang tuanya pasti khawatir” pinta Mala.


Feiz hanya mengangguk. Menit berikutnya dia sudah melajukan mobil Fe**ari nya. Mala terus mengamati laju mobil itu sampai menghilang di belokan jalan.


“ Ah, padahal aku mau nyariin kamu cowok tajir..”

__ADS_1


“ Berisik, Mala..”


Mala baru saja hendak melangkahkan kakinya saat sebuah panggilan masuk datang dari Feiz.


“ Mala, gawat!!! Putri .. Putri. Dia..!!”


...


Mala berlari sekencang-kencangnya menembus malam. Telepon Feiz barusan membuat jantungnya berdebar.


“.. Putri bersikap aneh!! Aku pikir dia sakit. Ternyata dia... GYAYYYAA..!!” setelah teriakan itu, telepon terputus sepihak.


Tepat di belokan kedua dari gerbang sekolah, terlihat mobil Feiz terparkir secara asal. Pintu terbuka dan Mala tidak menemukan siapapun di dalam.


Mala menemukan jejak di rumput lalu mengikuti arah jejak itu yang membawanya ke tepi danau.


Mala mendapati Feiz yang berjibaku Putri.


Saat ini Putri bertingkah begitu aneh. Dia bersikap seperti binatang buas. Berdiri dengan kaki dan tangan, menggeram lalu menyerang Feiz dengan brutal.


Mala segera memanggil Malam untuk bertukar jiwa.


Pertarungan antara Feiz dan Putri masih berlangsung. Cakaran Putri nyaris mengenai organ vital Feiz. Tapi berhasil di tangkis oleh Malam.


“ Apa yang terjadi, sih?” tanya Malam saat berdekatan dengan Feiz.


“ Kelihatannya roh jahat menguasai tubuhnya” jelas Feiz sambil menangkis serang Putri.


“ Roh jahat dari mana?”


“ Tentu saja dari sekolah.”


Di saat Putri sibuk dengan Malam. Dia mengeluarkan tasbih sembilan kayu miliknya dan membaca ayat-ayat Al qur an.


Kurang dari setengah surat dia baca, Putri mengerang hebat lalu ambruk. Ganti roh yang keluar dari tubuh Putri yang mengerang.


“ Feiz berhenti!” tahan Malam. “ Kita perlu mendengar penjelasannya.”


Feiz tidak bergeming. Dia meneruskan membaca ayat kursi.


“ FEIZ!! HENTIKAN..!!”


Hantu itu mengerang pilu. Nadanya semakin lirih seiring dengan tubuhnya yang semakin menipis terbakar ayat suci. Lalu hilang.


Plakkk


Sebuah tamparan dari tangan Malam mendarat ke pipi kiri Feiz.


“ Kenapa kamu membunuhnya?!” Malam geram. Giginya menggeretak marah.


“ Mereka hantu jahat yang ingin menyesatkan manusia..”


“ ITU BUKAN ALASAN BUAT MEMBUNUHNYA KAN...”


“ Itu adalah alasan yang kuat untuk membunuhnya..” balik Feiz dengan tenang.


“ MANUSIA JAHAT... HEG..”


Raut kemarahan Malam mendadak terhenti berganti dengan wajah tenang Mala.

__ADS_1


“ Saudariku tidak suka ada hantu yang tersakiti di depannya. Bagaimanapun dia sudah bukan manusia lagi” Terang Mala.


Mala mengelus dadanya untuk menenangkan gemuruh kemarahan Malam.


“ Apa Putri baik-baik saja?” tanya Mala.


“ Dia baik saja. Cuma pingsan. “


“ Sebenarnya, apa yang sedang terjadi?”


“ apa ini ada hubungannya dengan kita yang memburu boneka Jalmo?”


“ Bisa jadi.”


“ Feiz, apa boneka Jalmo punya kekuatan untuk mengendalikan hantu?”


“ Boneka Jalmo itu adalah tempat abu dari jasad manusia. Seperti pemakaman. Namun, arwahnya tidak tenang karena tidak dimakamkan secara layak.


Beberapa kasus menunjukkan bahwa boneka Jalmo juga dijadikan alat perdukunan.”


“ Perdukunan seperti apa?”


Feiz berfikir. Lalu menggeleng.


“ Aku hanya tahu benda itu sesat dan harus dimusnahkan. Untuk memusnahkannya, mereka harus di bakar bersama-sama”


“ Me.. mereka? Maksudmu ada yang lain?” Mala terkesiap.


“ Ikut aku. Kita kembali ke mobil.”


Kembali Feiz dan Mala bergotong royong membopong Putri ke mobil milik Feiz.


Sampai di sana, Feiz menunjukkan boneka Jalmo miliknya yang bergaun pengantin di dalam kotak kaca penuh rajah bertuliskan arab di jok mobil.


“ Kami memanggilnya Juliet. Dan yang sedang kita cari adalah Romeo. Keduanya menurut yang aku tahu adalah jasad sepasang kekasih yang membakar diri mereka setelah hubungan mereka tidak direstui keluarga mereka.


Hari kematian mereka kebetulan adalah hari yang pas untuk tumbal pengorbanan. Abu mereka di ambil dan dimasukkan ke dalam boneka untuk dijadikan semacam jimat.


Beberapa tahun lalu, dukun yang menggunakan boneka itu meninggal. Boneka itupun tak terurus. Tetapi, kelihatannya seseorang telah mengambil salah satu dari mereka. Yaitu Romeo.


Boneka yang selama ini berpasangan, terpisah. Itu membuat Juliet tak terkendali. Makanya aku memasang segel rajah ini.


Lalu, beberapa waktu lalu aku mendengar kabar kalau boneka itu sampai di kota ini..”


“ Makanya, kamu ke kota ini?”


Feiz mengangguk.


“ Lalu, kenapa aku harus ikut ke pekerjaan beresikomu? Padahal kamu sepertinya bisa menyelesaikan masalah ini sendiri atau paling tidak cari partner yang punya kemampuan mempertahankan diri.


Aku tidak punya kekuatan apapun bahkan untuk melindungi diriku sendiri. Malam.. maksudku, saudariku hanya punya kemampuan bernegosiasi dan mempengaruhi hantu lain. Kami tidak....”


“ Itu cukup!!” potong Feiz tegas. “ Maksudku, keberadaanmu saja lebih dari cukup.. Kamu hanya perlu ada untukku..” sambung Feiz dengan bersungguh-sungguh. .


Deg..


Jantung Mala berdebar hanya dengan melihat kilatan cahaya mata Feiz.


...

__ADS_1


__ADS_2