
Ansel tak bisa menyembunyikan rasa kesalnya karna Arrabell sudah berani mengatakan hal yang paling meresahkan untuk dirinya..
Arrabell melawan dan hal itu tentu saja membuat Ansel tak bisa terima..gadis ini harus di beri pelajaran berharga...agar dia tau kalau Ansel bukanlah lawan yang mudah..
''Kau percaya diri sekali Arra.....jadi kau memilih bertahan...bagus..ayo kita buktikan di hati Kenan dia akan memilih siapa...aku penasaran..''
Ansel maju satu langkah naik tangga..ia kembali tersenyum memperlihatkan senyum dinginnya sesaat kemudian, Ansel mulai mengoyakan pakaiannya hingga membuat Arrabell terkejut bukan main..
Ansel tak hanya mengoyakan pakaiannya namun dengan kukunya yang panjang dia menggoreng tubuhnya hingga terlihat bekas cakaran panjang.
Arrabell sungguh...tak mengerti mengapa Ansel melakukannya..?
''Ada apa denganmu Ansel..mengapa kau menyakiti dirimu sendiri.''
''Siapa bilang aku menyakiti diriku sendiri Arrabell...kau yang melakukannya...''jeri Ansel dengan suara yang keras...
Terlalu keras hingga bisa di dengar oleh beberapa karyawan di di dapur..saat itukah Arrabell sadar dia sedang di jebak oleh wanita dewasa ini..
''Aku tidak melakukan apapun padamu Ansel...apa maksudmu..'
Arrabell bermaksud ingin menyentuh Ansel namun wanita itu justru menjatuhkan tubuhnya dari atas ketinggian tangga dan membuat Arrabell benar-benar syok tak menyangka kalau Ansel mampu melakukan hal itu hanya untuk mendapatkan perhatian....
''Ansel.........''
Terlambat bagi Arrabell untuk menolong Ansel karna tubuh itu sudah jatuh dengan keras dan berguling sampai ke lantai satu..
Dengan tiba-tiba...
Semua pelayan masuk dan mendapati Ansel sudah menangis dan meraung di bawah tangga...
sementara Arrabell berdiri sebagai seorang tersangka di atas tangga, tentu dengan pemandangan itu Arrabell tak bisa menghindar....
''Nyonya Arra.....''ucap salah satu pelayan menundukan kepala di hadapannya..
''Kalian percaya kalau aku mendorongnya..''ucap Arrabell dengan mata berkaca-kaca..
Hening............
''Kalian semua tolong aku...dia akan membunuhku....gadis gila ini akan membunuhku...lihat saja aku akan melaporkanmu pada Kenan..'
__ADS_1
''Mengapa kau berbohong Ansel...aku sama sekali tidak mendorongmu...aku bersumpah..''
''Benarkah...apakah Kenan akan percaya padamu liat saja...aaaarrrgghhh,....ini sakit sekali....tubuhku seakan hancur..'' tangis Ansel histeris..
Semua pelayan menjadi sadar kalau sebenarnya nyonya Ansel sedang menjebak nyonya Arra..
''Aku tidak melakukannya..''
''Kau berbohong lihatlah aku.....''tangis Ansel pecah seketika..
Dan...entah memang sudah di rencanakan Ansel karna beberapa detik kemudian, dari arah pintu..terdengar langkah kaki yang sudah di hafal keduanya..
Ansel dan Arra menoleh bersamaan ke arah pintu dan benar saja...beberapa dektik kemudian, sosok Kenan muncul dari pintu luar..
Dan pria itu membeku melihat sosok dua wanita itu saling menatap tajam dengan posisi yang berbeda...ada banyak luka di tubuh Ansel....dia juga tersungkur dan menangis..dan tangisannya semakin menjadi ketika menyadari kedatangan Kenan...sedang di sisi lain..Arra masih berdiri di tangga dan menatap Ansel dengan beku..
''Apa yang terjadi disini..'teriak Kenan sangat marah..
Kedua wanita itu menoleh kepadanya..dan bagi Ansel ini adalah saatnya menghancurkan wanita tidak tau diri ini...dia berusaha bangun namun jatuh lagi..jemarinya yang gemetar menunjuk ke arah Arra yang berdiri dalam diamnya..
''Dia mendorongku...dia mencakarku, dia menyakitiku hanya karna aku mengajarinya bagaimana cara menjadi seorang istri, aku memberitahunya semua yang kau sukai dan dia tersinggung lalu marah...yah..ini kesalahanku karna datang dirumah kalian,..tapi bukankah aku tidak berhak di perlakukan seperti ini..''
Airmata Arra menetes.....
Kini hal yang sama terjadi..kepada Ansel..dan ironisnya hal itu di lakukan Arra kepada Ansel..
Di depan mata Arrabell..Kenan merangkul Ansel dan memeluknya membantunya berdiri dan kini menatapnya dengan tajam...
Sakit...itulah yang dirasakan oleh Arra....bukan karna melihat kedekatan Ansel dan Kenan....tapi hatinya sakit karna wanita ini sangat jahat..dan Arra tau apa arti tatapan tajam Kenan kepadanya..
''Apa kau baik-baik saja, ada banyak goresan di tubuhmu...Ansel...''
''Aku mau pergi saja....aku tak menyangka kalau Arra mampu melakukan ini padaku..aku sungguh berharap ini seperti mimpi..kalau gadis yang terlihat lembut dan lemah justru melakukan ini padaku....aku tau kau pasti tak akan pernah percaya kata-kataku Kenan..karna dia calon istrimu...besok kalian akan menikah sementara aku,.....tidak ada artinya..aku ingin pergi saja..''
Kenan semakin terlihat geram...dia menatap Ansel dengan kesedihan..
''Ansel kau tak akan pergi kemanapun..apa kau mengerti....''titah Kenan dengan tajam.
Sementara itu Kenan melepaskan Ansel dan mendekati Arrabell...matanya tak luput dari bekas kemerahan di pipi Arra, tapi jelas disini kalau Ansel lebih parah menanggung luka.
__ADS_1
''Apa yang telah kau lakukan pada Ansel...bukankah aku sudah meminta padamu agar akur pada Ansel..tak bisakah kau melakukannya Arra...''
Arrabell melonggarkan tenggorokannya berhadapan dengan Kenan tidak mudah..pria ini mempunyai aura menekan yang cukup mendominasi..jadi jika Arra tidak menguatkan dirinya maka dia akan hancur..
''Jadi apakah kau percaya kepadaku.'' tanya Arrabell dengan tatapan tajam...
''Jangan malah mengalihkan pertanyaannku Arra..jawab saja mengapa kau mnyakiti Ansel..mengapa kau mendorongnya...''
''Bahkan kau tidak percaya padaku Kenan...jadi bagaimanapun aku membela diriku kau tak akan pernah menerima karna ketidak percayaanmu..''
''Cih...sombong sekali Arra..kau mau bilang aku yang berbohong......''
''Orang yang terlalu banyak bicara sebenarnya dialah yang bersalah...''tatap Arra tak kalah tajam..
''Oh..kau gadis gila...jadi kau pikir aku berbohong..''
'Bukankah itu kenyataannya...''
''Diam,...........''
Plak!!!
Arra terkejut bukan hanya dirinya namun Kenan sendiri dan bahkan Ansel dan seluruh anak buah..
Tamparan keras itu di arahkan Kenan dengan tenaganya hingga tubuh Arra tersungkur dengan bibir yang pecah...darah menetes disana...hingga Kenan terkejut sendiri...ini pertama kalinya ia menampar wajah Arrabell sekuat ini...
Hening yang mencekam....Ansel tersenyum di balik diamnya...dia menang...tentu saja menang....
Arra mengangkat wajahnya menatap lurus pada sosok Kenan yang terlihat syok..airmatanya mengalir namun, Arra menolak kalau itu di sebut menangis...itu reaksi sakit di tubuhnya hingga airmatanya mengalir...
Keduanya bertatapan.........
''Bukankah Ansel menyelamatkanmu dari pernikahan dengan si gadis jahat sepertiku...lepaskan aku...biarkan aku pergi....Kenan.''
Arra membalikan tubuhnya dan menaiki tangga satu demi satu..
sementara Kenan mengepalkan tangannya...ia bisa merasakan kalau tamparan itu sakit sekali...apa yang telah dia lakukan...??
''Arrabell.....pernikahan kita akan tetap di lakukan besok...anggap saja itu adalah hukuman untukmu..''
__ADS_1
''Apa........''
Arra dan Ansell sama-sama terkejut.............