
Akhirnya Arrabell bisa bernafas lega..karna Ansel telah pergi dari rumah ini, dan keputusan yang di buat Dimitri semakin meyakinkan Arra kalau yang berada bersamanya adalah memang benar Dimitri dan bukan Kenan..
Tentu saja dia sudah yakin tapi memang dia butuh di yakinkan lagi agar hatinya menjadi tenang..pagi ini Dimitri mengajaknya berjalan-jalan di luar agar tidak terganggu dengan kepergian Ansel yang pasti akan menimbulkan drama jika Arra masih di rumah, mereka akan makan siang...ini pertama kalinya Arra berjalan-jalan di luar...karna itu ia begitu antusias..dan pilihan yang ingin dia jelajahi adalah taman hiburan di kota ini..
Dimitri menemani Arra menaiki berbagai wahana permainan selayaknya gadis-gadis lain..meski mereka telah menikah namun Arra masih sangat muda..usianya baru akan memasuki 19 tahun, karna itu Dimitri mengerti jiwa remaja Arra yang masih suka bermain-main..
Arra tampak tersenyum bebas sepanjang hari itu...wajahnya tampak cerah karna Dimitri menemaninya...
''Aku ingin naik itu..'' tunjuk Arra pada sebuah wahana permainan yang cukup ekstrim..
Namun Dimitri segera menangkap tubuh Arra hingga gadis itu tak bisa bergerak..
''Dimitri........''
''Tidak...jangan yang itu Arra...aku tak bisa membiarkannya bagaimana kalau kau jatuh...''
''Tapi Dimitri aku suka itu..''
''No.......aku akan membawamu ke tempat yang kau mungkin akan suka..''
''Katakan''ucap Arra mengalah..
Dimitri menggenggam tangan Arra lalu melangkah bersama meninggalkan permaianan menakutkan itu,....
''Bagaimana kalau kita makan siang saja..''
''Tidak...aku tidak ingin makanan berat...''
''Lalu..''
''Aku ingin salad buah saja...ayo..''
Salad buah......??
Arra membawa Dimitri menuju tempat penjualan salad buah dan langkah kaki Arra berhenti ketika melihat sosok sahabatnya Vina...berada tak jauh darinya, dia bersama beberapa teman sebaya mereka...kesedihan tampak di wajah Arra...ia ingin berbalik menghindar namun...Vina memanggil namanya ketika gadis itu menoleh lebih dahulu..
''Arra..........''
Dimitri menyadari betapa sedihnya Arrra saat ini..
''Hai.....Vina..''
Arra terpaksa menoleh dan tersenyum, ketika Vina dan beberapa temannya mendekat..
''Arra....apa kabar..''
__ADS_1
Vina tersnyum pada Dimitri yang berada di samping Arra...
''Aku baik-baik saja Vina...bagaimana denganmu...kau bersama dengan...''
Vina tersenyum..
''Aku lupa mengenalkanmu Arra...ini Mika dan Sinta..mereka teman kuliahku...hey....kenalkan Arra ini sahabat vbaikku di sma..''ucap Vina..
Mereka pun berkenalan dengan ramah..termasuk berkenalan dengan Dimitri..
''Kau kuliah dimana Arra...'' tanya Sinta antusias..
Deg!!!
''Aku...''ulang Arra sedikit terkejut dengan pertanyaan Sinta..
Vina merasa tidak enak atas pertanyaan temannya..dia tau Arra tampak sedih..
''Sinta....jangan bertanya seperti itu..''ucap Vina..
''Tapi apakah aku salah Vina...aku kan hanya bertanya..lagi pula wajar saja..kita masih muda..tidak mungkin Arra sudah menikah bukan...di saat usianya seusia kita..''sambar Sinta tak mau kalah..
Arra menghela nafas...betapa dia menyesal bisa keluar dari sini..
''Maaf Sinta tapi aku tidak kuliah...ini suamiku namunya Dimitri kami sudah menikah...''
Itu sama saja dengan bunuh diri menurut versi anak muda di kota ini..
Dimitri bisa melihat mendung di wajah Arra dan dia merasa tak tega..kalau bukan karna Kenan yang memaksa Arra, mungkin saat ini Arra sudah menjadi salah satu mahasiswi bersama Vina..
''Aku minta maaf Arra, aku sungguh tidak tau kalau kau ternyata sudah menikah...kau cukup berani..''sambungnya masih tak percaya..
Arra hanya menelan rasa kecewa di dalam dirinya..
''Yah....inilah takdirku..''
Dimitri berdehem...
''Sebenarnya....meski Arra sudah menikah denganku tapi...aku bahkan berencana menghubungi Vina untuk mendaftar Arra kuliah agar dia tidak ketinggalan teman seangkatannya seperti Vina..''
Hening,.....
Arra menoleh dengan mata berkaca-kaca...dia terharu karna DImitri benar-benar mau membahagiakannya..
''Waooww...tentu saja aku akan membantu tuan Dimitri...jangan ragu untuk menghubungiku...dan Sinta lihatlah..menikah muda bukanlah hal yang mengerikan...kakimu tak akan di pasung di rumah...''
__ADS_1
Sinta mengangguk setuju..
''Kau beruntung menemukan suami yang baik Arra...kami senang sekali...dan jangan khawatir....kami akan membantumu di kelas nanti...''ucap Sinta antusias..
Arra tertawa bahagia..
''Oh....aku senang sekali hari ini...terimakasih Dimitri..''
Dimitri membuka lebar tangannya ketika Arrabell menghambur dan memeluknya dengan erat..suasana begitu penuh haru...Vina tau betul perasaan Arra karna mereka sahabat..
''Terimakasih Dimitri..''
''Yah....aku mencintaimu..''
Dimitri mengusap airmata Arra hingga gadis itu tersenyum bangga...oh..dia ingin bersama-sama Dimitri selamanya..
''Ah....bagaimana kalau aku mentraktir kalian sebagai rasa terimakasih Arra...aku ingin kalian menjaganya di kampus nanti...''
''Yah,....kami akan menjaga Arra...aku tau tuan Dimitri seorang yang cemburu..''ucap Vina tertawa..dan tawa itu menular memenuhi hati Arra..berulang kali dia menatap Dimitri dengan rasa haru..
''Terimakasih Dimitri...aku senang sekali..''bisik Arra penuh rasa syukur..
Dimitri mengangguk lalu mereka pun mampir ke salah satu restoran mahal dan terkenal di dekat wahana hiburan itu..
Para gadis duduk bersama dan meninggalkan Dimitri yang duduk agak jauh untuk minum kopi..dia mengawasi Arra dari jauh bagaimana Arra tertawa di wajah cantiknya...Dimitri terharu karna Arra benar-benar bahagia..dia pantas mendapatkannya dan Dimitri tak akan pernah membuatnya terluka lagi...ia tak akan mengijinkannya termasuk Kenan..
Makanan pun di pesan, Dimitri tidak makan dan hanya mengaawasi menu yang di pesan Arra...mereka memesan banyak makanan di atas meja...Dimitri hanya tersenyum namun senyumnya menguap dengan cepat ketika ia menyadari kalau menu makanan yang di pesan Arra sedikit berbeda dari sebelumnya..
Kerutan di dahi Dimitri semakin dalam ketika dia sadar kalau pilihan makanan Arra justru sama dengan makanan kesukaan Kenan...?
Sejak kapan Arra menyukai semua hal yang di sukai Kenan...apakah wanita itu tidak menyadarinya..dia memesan yang cukup banyak...
Hal itu tak pernah di lakukan Arra sebelumnya..apakah mungkin hanya kebetulan semata...? Yah....Arra mungkin sedang bahagia...dan dia hanya mengikuti nalurinya saja...
Dimitri ikut tersenyum....sambil menikmati kopinya...sesekali dia memandang ke arah wahana permainan dan tersenyum melihat beberapa anak kecil yang sedang main....hati Dimitri lega hari ini karna dia bisa membawa Arra pada kebahagiaannya..karna bagi Dimitri kebahagiaan Arra di atas segalanya..dan Dimitri akan selalu menjaga Arrabell dengan nyawanya...
Dimitri baru saja meneguk kopinya namun, ia menoleh seketika melihat Arrabell mengalami mual..
Gadis itu bangkit berdiri dengan wajahnya yang pucat...
''Ueek....ueeek.......''
Arrabell berlari ke arah Wastafel dan menundukan wajahnya..
Dimitri pun bangkit berdiri dan berlari ke arah Arra yang terlihat begitu menderita, ia langsung mengusap punggung Arrabell..
__ADS_1
''Ada apa denganmu Arra..''
Gadis itu menoleh dengan wajah pucat........