
Langkah Arra terhenti ketika melihat sosok wanita cantik di depannya, ia sungguh tak menyangka kalau dirinya akan bertemu dengan wanita ini..
''Ansel....''
Ansel tersenyum dan mendekati Arrabell dengan senyuman persahabatan, sungguh tak bisa dia percaya.....
''Arrabell....bagaimana kabarmu...''
''Jika kau hanya datang untuk memberi salam,..maka kau sudah mengucapkannya aku baik-baik saja Ansel dan aku tak ingin berhubungan lagi denganmu..apalagi berteman..''
Wajah Arrabell berubah dingin, wanita itu segera membalikan tubuhnya dan bersiap melangkah ia terlalu malas menghadapi Ansel..tidak setelah semua yang terjadi..
''Arrabell tunggu..''
Arrabell terdiam di tempatnya...dia tidak menoleh, emosinya mulai memuncak sejak kedatangan Ansel..jika dia datang karna Kenan maka ambil saja..karna Arrabell sudah lelah..
''Apalagi Ansel...''
Ansel mendekat lalu tersenyum dingin....
''Aku datang dengan maksud baik Arra...aku ingin kita berdamai...mungkin hal itu juga yang di inginkan Kenan jadi dia memintaku datang...''
Hal ini cukup membuat Arra terkejut jadi...Kenan benar-benar terbangun dan mengapa meminta Ansel untuk datang kemari...?
''Kenan memintamu datang..''
''Yah....kurasa ini cukup membuatmu mengerti Arra..bahwa aku telah berubah...aku sudah meminta maaf pada Kenan atas kesalahanku bagaimana pun kalian sudah menikah sekarang dan aku tak ingin menjadi penyebab kehancuran keluarga kalian...''
Sulit bagi Arra menerima...wanita ini pandai berbohong..
''Aku tak tau mengapa kau kemari entah karna Kenan atau siapapun...aku telah menerima permintaan maafmu Ansel..jadi mungkin sebaiknya kau pergi saja..''ucap Arra sudah membalikan tubuhnya..
''Arra....aku ingin bicara..''
''Apalagi Ansel...aku harus masuk karna hari sudah hampir malam..''
''Bisakah kau menolongku kali ini..''ucap Ansel mendekat.
''Menolong apa..''
Wanita itu tersenyum malu..
''Sebenarnya aku sudah punya kekasih dia ulang tahun jadi...aku pikir aku harus memberinya hadiah...tapi kau tau sendiri aku tidak punya teman..''
Arra mengerutkan kening......
__ADS_1
''Apa maksudmu..''
''Arrabell....bisakah..kau membantuku memilih hadiah yang terbaik..aku bingung memilih..''
Entah mengapa hati Arra melunak, mungkin cara bicara wanita ini yang sedikit lebih lembut...
''Dimana kau akan membelinya..''
Ansel tak mampu menahan senyumnya...
''Arrabell...terimakasih kalau kau mau menemaniku..tempatnya ada di seberang jalan....''tunjuk Ansel mengarah ke jalan..
Arra memang tidak berpikir apapun, dia sama sekali tidak menaruh curiga karna Ansel benar-benar berubah...dari sosok yang glamour sebelumnya menjadi sosok yang sederhana..
''Baiklah...kalau begitu tapi Ansel..berjanjilah kau tak akan menggangguku setelah ini...''
''Tentu saja Arra...aku berjanji.''ucap Ansel dengan senyuman lembut..
Arra akhirnya setuju, mereka berdua melangkah beriringan keluar dari dalam kawasan apartemen...bahkan Arra masih tersenyum kepada petugas jaga apartemen yang menunduk hormat kepadanya...
Mereka lantas melangkah keluar jalan....dan akhirnya tiba di toko kecil yang di maksud Ansel..mereka masuk dan akhirnya mendapatkan sebuah jam tangan yang cukup mahal..karna Ansel tidak punya cukup uang maka Arra yang membayarnya..setelah keluar mereka berdiri di depan jalan besar...menatap gedung apartemen di hadapan mereka..
''Terimakasih Arrabell..kau sangat baik sekali...''
Arra pamit dan hendak menyebrang jalan namun sebuah mobil melaju kencang dan berhenti di depannya...hampir saja menambrak tubuhnya..
Arra begitu terkejut hingga tampak syok...ia menoleh ketika dua orang pria tampak keluar dari dalam mobil dan mendekatinya sementara Ansel tertawa...
''Ansel.....''
''Bawa dia masuk...aku sudah bilang jangan buru-buru..''ucapnya dengan suara dingin..
''Lepaskan aku...oh...Ansel..apa semua ini karna dirimu...''
''Bawa dia masuk cepat..''teriak Ansel keras..
Mereka segera menyeret tubuh Arra masuk ke dalam mobil dan langsung meninggalkan tempat itu bersama Ansel tentu saja....
Arrabell menjerit namun tak kuasa melawan, dia harus pasrah di bawa pergi dari cengkraman Ansel..
***********
''Apa.......nyonya Arra dan Gina menghilang.....''teriak Gavin dengan wajah yang pucat...
Pria itu segera bangkit berdiri dan berlari menemui Dimitri yang baru saja keluar dari mobilnya..pria itu tampak bingung..
__ADS_1
''Tuan Dimitri...sesuatu terjadi..''
Dimitri mengerutkan kening, dia baru saja kembali dari perusahaan..
''Katakan ada apa...''
''Nyonya Arra menghilang..''
''Apa maksudmu...''
Gavin lantas mendekati Dimitri dan memperlihatkan cctv di depannya..dan dalam tangkapan layar menunjukan kalau Ansel lah yang membawa Arra pergi tanpa perlawanan entah bagaimana caranya wanita itu membawa Arra pergi..
''Ansel....apakah dia sudah gila...''
''Tuan Dimitri....apa yang harus kita lakukan sekarang...''
''Cepat cari dia sekarang...aku juga akan mencarinya Gavin....''
''Yah...baiklah..''
Gavin segera masuk ke dalam mobil dan mulai mencari dengan hati yang cemas..di tambah lagi saat ini Gina juga menghilang..dan tak ada cctv yang menunjukan dimana Gina berada..terakhir kalinya Gina tampak keluar dari apartemen...
**********
Brruughhh.....
Sebuah vas bunga dari keramik pecah di kepala Gasper...hingga pria bertubuh besar itu mengerang...namun dia bangkit berdiri tanpa terlihat terluka...atau sempoyongan..
''Jangan dekati aku Gasper...ada apa denganmu..mengapa kau bersikap seperti ini..''
''Dari awal aku sudah menyukaimu...apakah salah..''
Pria bertubuh besar itu mendekati Gina dan dengan mudah mencengkram ujung dres miliknya dan seketika itu tubuh Gina terangkat ke udara..
''Lepaskan aku......''teriak Gina dengan histeris..
''Tidak...aku tidak mau...''
Gina menghindar ketika Gsper ingin menangkap tubuhnya, pria itu merasa gusar,...dan mencoba kembali untuk menangkap Gina..
Tubuh Gina jatuh membentur lantai ketika ia tersandung batu kecil....gadis itu terkejut setengah mati ketika ia ingin bangun namun, Gasper kembali menangkapnya dan kali ini menghempaskannya ke atas ranjang..
Tubuh Gina terbanting cukup keras dan membuat gadis itu seketika pingsan...tatapan Gasper menjadi semakin dingin...
''Kau tidak akan ku lepaskan........''
__ADS_1