
Arabbell cukup terkejut melihat kedatangan seorang wanita cantik di hadapannya, hal yang sama juga di rasakan oleh Kenan, pria itu tak menyangka kalau Ansel tiba secepat ini..padahal mereka baru saja bicara di telp ini seperti mimpi..
Di luar dugaan Arrebell karna sedetik kemudian Kenan melepaskan pelukannya dan menatap wanita yang tampak kecut kepadanya..Kenan meninggalkan Arrabell dengan cepat lalu menghampiri Ansel yang baru saja datang, memegang bahunya dan menatap mata wanita cantik itu..
''Ansel...bagaimana bisa kau datang secepat ini...kita baru saja bicara di telp.''
Arrabell tampak bingung dengan situasi di hadapannya, siapa wanita ini mengapa datang dan langsung merebut perhatian Kenan..memang bukannya dia juga ingin perhatian tapi...sikap wanita ini menunjukan kalau dia punya hubungan yang dekat dengan Kenan..
Ansel menyentuh wajah Kenan dan pria itu memejamkan matanya seolah menikmati..
''Kenan....aku kembali karna setiap detik aku memikirkanmu...aku merindukanmu..''
Ansel langsung menghambur mendekap tubuh Kenan dengan erat sembari matanya menaatap mata Arrabell dengan tajam..
''Siapa gadis ini....apakah dia seorang model..''tanya Ansel dingin..
Arrabell merasa cukup baginya berada di tempat ini..dia harus ke kamar karna sesuatu di dadanya merasa panas.
''Aku akan ke kamar..''ucap Arrabell lalu menyeret gaunnya namun, Ansel seketika melepaskan pelukannya dari Kenan lalu melangkah mendekati Arrabell untuk kemudian mereka bertatapan..
''Siapa kau...'' desisnya sinis..
''Aku adalah...''
''Dia calon istriku Ansel..''ucap Kenan tepat di belakang Ansel dan sekaligus membuat wanita itu terkejut..
''Apa maksudmu kau akan menikahi gadis muda ini..''ucap Ansel dengan tatapan hancur..
Kenan mendekati Ansel dan mengangguk...setelah memeluk Ansel tadi dengan cepat dia sudah bisa menentukan perasaannya kalau...Ansel sudah lama hilang dari dalam hatinya dan kini hanya ada nama Arrabell..di dalam hatinya..
''Yah...kau benar..jadi saatnya kini kau mengenal Arrabell..''
''Arrabell..''ulang Ansel dengan senyuman pasrah..
Ansel menatap Arrabell dari ujung rambut sampai kakinya dan ia menghela nafas..gadis ini sangat muda dan segar...namun dia sangat polos...jadi gadis inilah yang akan menggantikan dirinya dalam hati Kenan...
Astaga....untung saja Ansel datang..
''Kau gadis yang sangat muda dan cantik...selamat untuk rencana pernikahan kalian..''ucap Ansel dengan lembut.
Aneh.......
__ADS_1
Itulah yang terlintas di pikiran Arrabell ketika Ansel mengucapkan kalimat itu, bibirnya semanis madu tapi tidak dengan sorot matanya yang terlalu tajam seolah ingin menghancurkan Arrabell dalam tatapannya...wanita ini sedang bersandiwara hingga Arrabell menjadi waspada..
''Terimakasih....''balas Arrabell di wajah sendunya,...
Kenan lalu mendatangi keduanya..dan menarik Arrbaelle tenggelam dalam rangkulannya hingga ada api di mata Ansel yang mulai terbakar pelan..
''Sayang...kau tetap saja disini..lakukan saja dengan santai aku akan pergi bersama Ansel...aku akan mengantarnya untuk mencari apartemen..''
''Aku ingin tinggal disini Kenan...bolehkah...aku ingin dekat dengan Arrabell dan membantu persiapan pernikahan kalian..bukankah aku telah berpengalaman..''
Hening.......
Kenan tersenyum lalu menatap Arrabell..
''Sayang...''
''Terserah kau saja...Kenan..bukankah ini adalah rumahmu..oya aku akan fiting di lantai atas saja...kalian silahkan saja bicara disini aku tak akan mengganggu.''ucap Arrabell penuh senyum lalu melepaskan pelukan Kenan..
Gadis itu lalu melangkah ke dalam lift bersama beberapa beberapa karyawan dari butik..
dan senyum kecil muncul di bibir Ansel..dia sudah menemukan cela..
''Hubungan yang tidak mudah..''tebak Ansel..
Kenan hanya diam lalu melangkah ke arah sofa dan duduk disana di ikuti Ansel yang duduk di sampingnya..dan memeluk lengannya, seperti dulu..Ansel selalu ada untuk Kenan dan sebaliknya..hal itulah yang membuat Kenan sudah seperti rumahnya pulang jadi Ansel tak mau menyerah..
''Aku sudah datang Kenan..jadi jangan khawatir...aku akan selalu ada di sisihmu..''bisik Ansel dengan senyuman hangat.
Kenan tak menjawab juga tidak menolak ketika Ansel menyandarkan tubuhnya..kenangan lalu memang begitu membekas untuknya..Ansel bukan orang baru...ia akan membantu dan semoga semuanya akan lebih mudah dengan kedatangan Ansel..
''Jadi pernikahanmu benar-benar sudah berakhir..''tanya Kenan serius.
Ansel mengangguk..
''Pria brengsek itu selingkuh dariku...dan kau mau tau dengan siapa dia selingkuh Kenan..''
''Katakan.''ucap Kenan dengan wajah serius..
''Dengan asisten rumah kami dan aku muak...''
Mata Ansel menjadi basah, salah satu kesalahan terbesarnya adalah dengan setuju untuk menikah dengan pria tua yang kaya itu yang pada akhrinya justru membuatnya sengsara..
__ADS_1
Ansel sudah sadar kalau ternyata cintanya hanya untuk Kenan seorang dan masih sangat berharap kalau Kenan akan memaafkan dirinya dan mereka bisa kembali bersatu seperti dulu,. Meski itu tak mudah lagi karna Arrabell gadis muda itu telah berhasil membuat hati Kenan berpaling darinya..dan hal itu membuat Ansel menjadi gila sendiri...dia harus bisa menyingkirkan Arrabell sebelum terjadi sebelum pernikahan mereka benar-benar terjadi..
Ansel mencintai Kenan dan tidak seorang gadis pun yang boleh mendapatkan Kenan..
''Jadi apa yang kau rencanakan di kota ini Ansel..''ucap Kenan lembut.
''Aku akan mendapatkan semua yang seharusnya menjadi milikku Kenan..''
''Apa maksudmu..''
''Segalanya...maksudku, pekerjaanku dan semua yang aku inginkan..bagaimana menurutmu Kenan..''
Pria itu mendesah lembut..
''Aku setuju denganmu Ansel dan tenang saja,...aku akan selalu mendukungmu..'' balas Kenan..
****************
Makan malam itu terasa berbeda karna Arrabell tidak turun untuk makan, jadi hanya menyisakan Ansel dan Kenan sendiri di ruang makan luas itu..
''Nyonya Arrabell sedang tidak enak badan..'' ucap pelayan dengan suara serak.
Ansel tertawa dari mejanya..sementara Kenan mengangkat wajahnya..
''Aku pikir ini tidak lucu Ansel...'' Kenan mulai terbakar emosi.
''Siapa bilang ini lucu...Kenan lihatlah semua orang segan padamu dan hanya satu orang saja yang telah melawanmu Kenan..kita sama-sama tau hal itu bukan..''
Kali ini Kenan menoleh kepada Ansel yang menatapnya dengan tajam..
''Katakan apa maksudmu yang sebenarnya Ansel..''
''Lihatlah Arrabell belum menjadi istrimu namun sikapnya melebihi nyonya besar..aku yakin dia tidak senang dengan kedatanganku disini,..''
''Tidak..Arrabell bukan gadis seperti itu.''balas Kenan cukup keras..
''Lalu mengapa dia tiba-tiba tidak ingin turun makan...bukankah melanggar perintahmu sama saja dengan mempermalukan seorang Kenan Owen..setidaknya itulah yang aku ingat dari dirimu Kenan..kau pria tangguh luar biasa, semua anak buah bahkan rekan bisnis menghormatimu namun ironis sekali karna calon istrimu sendiri menghinamu..''
Jemari Kenan terkepal....ia mengarahkan pandangannya ke lantai atas...apakah benar kalau Arrabell sedang menghinanya,...setelah di pikir selama ini Arrabell memang sering membantahnya di segala ke adaaan..
Kenan berdiri dan hendak melangkah...sementara Ansel sungguh senang menyadari Arrabell akan mendapatkan hukuman yang pantas...
__ADS_1