Alter Ego

Alter Ego
Merasa Santai


__ADS_3

Beberapa hari tinggal di pulau membuat Arra sangat bahagia, apalagi ada Gina yang selalu menemaninya, sementara Dimitri lebih sering menghabiskan waktu bersama Gasper untuk membahas beberapa hal mengenai pekerjaan mereka, Dimitri benar-benar membebaskan Arra kemana pun dia mau..ke pantai atau mengujungi perkebunan kecil di tengah pulau...berjumpa dengan para pekerja Dimitri yang sangat banyak..


Arra merasa nyaman ada di tenga-tengah mereka...


walau setiap dia kemanapun selalu mendapat pengawalan...


''Aku senang sekali berada disini...''ucap Arra sambil berjalan pelan di pantai bersama Gina.


''Aku juga sangat kagum, ini pulau yang sangat indah...mungkin menghabiskan waktu selamanya disini tidak menjadi masalah..''


''Apa maksudmu dengan tidak masalah Gina...kita hanya berlibur dan mana mungkin tinggal selamanya di tempat ini...''


''Ah....aku lupa, karna aku terlalu mencintai tempat ini..''


Arra menyipitkan matanya dengan penuh tanya..


''Apa kau dan Gasper..kalian memiliki hubungan..''


Wajah Gina merah merona..


''Nyonya...''


''Mengapa kau memanggil aku nyonya lagi..''


''Maaf tapi memang benar kau adalah nyonya bagiku...aku nyaman memanggil itu..''


''Ah..terserah padamu, lalu katakan sekarang kau menyukai Gasper.''


''Yah..bagaimana yah...kami memang memiliki hubungan..'


''Pantas saja kau betah di sini..sedangkan aku tidak...Dimitri bilang dia membawaku kemari hanya untuk liburan dan bukan tinggal lagi pula kami akan bercerai..''


''Bercerai..''ulang Gina tercekat..


''Jangan menatapku begitu memangnya kenapa dengan wajahmu, syok begitu...apa kau terkejut kami akan bercerai..''


Gina lalu mengangkat bahu, andai saja dia bisa mengatakan kalau nyonya Arra akan tinggal di tempat ini selamanya mungkin tidak selamanya tapi mungkin sampai melahirkan....setidaknya itu yang dia dengar dari Gasper..


''Tidak...tapi penerbangan sangat jauh, bagaimana kalau nyonya menunda pergi sampai melahirkan..setidaknya tuan Kenan...akan melihat putranya...''


''Mengapa kau selalu salah menyebut Gina...tuan Dimitri bukan Kenan astaga...dan aku tak bisa menunggu selama itu...4 bulan terkurung di pulau ini bersama Dimitri dan kemungkinan Kenan akan terbangun sangat mengerikan bagiku....mungkin setelah beberapa hari lagi maka aku akan meminta agar Dimitri membawaku pulang..''


Gina menggaruk kepalanya yang tidak gatal...bagaimana sekarang sepertinya akan jadi masalah...


''Kau akan ikut pulang bersamaku atau tinggal disini bersama Gasper,...''tanya Arra dengan tajam.


''Aku..''


''Yah..kau..mengapa kau terlihat ragu..''


Gina menggigit bibirnya, dia menjadi bingung sendiri, Gasper bahkan akan berencana menikahinya disini...bagaimana mungkin dia akan pulang bersama nyonya Arra..ini akan sulit menjelaskanya dia takut akan membuat nyinya marah..


''Bagaimana kalau kita tidak membicarakan hal itu nyonya Arra...aku merasa terlalu dini...bagaimana kalau kita menikmati saja keindahan di tempat ini..oya nyonya..aku lupa mengatakan kalau ada seekor penyu yang naik ke darat dan menyimpan telur-telurnya di pasir..bagaimana kalau kita melihatnya..''


Wajah Arra berubah cerah..


''Yah....aku senang sekali, bagaimana kalau kita kesana..''


''Ayo.......''


Keduanya lantas melangkah mendekati pasir pantai dan benar apa yang di katakan Gina...ada seekor penyu besar naik ke daratan dan masuk ke dalam tumbuhan di dekat pasir dan bersembunyi disana...


''Dia sedang bertelur..''bisik Arra kagum dengan pemandangan yang dia liat..


''Yah....dia ibu yang hebat..''balas Gina pelan..


Mereka bersembunyi tak jauh dari tempat penyu itu bertelur dan terpukau....

__ADS_1


********


Arra di antarkan Gina kembali ke kediamannya lalu Gina pun pergi dari sana...Arrabell melangkah ringan menuju lantai atas..dan menuju kamar, wanita itu membuka pintu dan membeku di tempatnya...ia melihat Dimitri sedang berbaring namun ada sesuatu yang mengganggu penglihatannya..


Yah....bukti gairah Dimitri terlihat mengeras di sana...sontak Arra memalingkan wajahnya karna dia malu sendiri...


''Ehm,.....''


Seketika Kenan menoleh padanya..Arra tampak cantik dan segar..sebenarnya sudah lama dia merindukan Arra...pria itu mengulurkan tangannya meminta Arra mendekat..


''Kemarilah Arra..''


''Kau mau apa...jangan menakutiku..''


''Tolonglah aku Arra..''


Tangan Kenan menggapai Arra hingga wanita itu melonggarkan tenggorokannya..bagaimana ini..untuk pertama kalinya Arra menyesal masuk ke kamar..


Wanita itu mendekati Kenan walau sedikit ragu....hingga tangannya di gapai oleh Kenan dengan posesif...


''Kau cantik sekali...''


''Aku tau....lalu kenapa..''


Kenan tak tahan untuk tidak menyentuh Arra..gairahnya membara dan menguasainya...


begitu dia tenggelam dalam pelukan Kenan, jemari kokoh pria itu langsung bergerak menelurusuri kancing gaun hamil milik Arra dan membukanya...


''Dimitri....aaah...''


Arra mendesah ketika jemari Kenan yang ahli mulai bermain di pa yu da ra nya yang menegang, sembari sesekali meremas disana....tatapan Kenan berubah berkabut...bibirnya mulai mendekat dan melum** bibir Arra dan menaklukannya dalam ciuman panas..


Dalam sekejap...gaun berwarna putih itu di turunkan dan Kenan terpukau melihat permukaan perut Arra yang sudah mulai membesar...


''Anakku...''bisik Kenan menundukan kepalanya mencium permukaan perut Arra yang mulus..


Arra begitu harum dan indah...kehamilannya kali ini membuat Arra semakin cantik...


''Aku mencintaimu...aku sangat menginginkanmu Arra....bisakah kita...''


Ciuman Kenan berhenti menunggu persetujuan Arra...dia tak ingin memaksa...namun memohon seperti Dimitri...tak mengapa Arra menganggapnya seperti Dimitri namun...setelah ini dia akan membuka jati diri..


Arra menghela nafas...


Bisakah dia menolak ketika Dimitri berada di ujung gairahnya...tidak mungkin, pria ini akan menjadi gila sendiri....dan Arra tidak tega membiarkan Dimitri tersiksa dalam gairahnya..apalagi dia bisa merasakan...bukti gairah itu sekeras batu ketika menggesek paha nya..


''Baiklah....aku rela, kita masih suami istri...lakukanlah asal hati-hati dengan anak kita...''bisik Arra dengan suara bergetar..


Ketika mendapatkan lampu hijau dari istrinya membuat Kenan senang luar biasa, pria itu lantas menjatuhkan semua penutup tubuh keduanya.....


Sinar matanya membara..


''Terimakasih istriku.''bisik Kenan merayu..


Arra hanya memejamkan matanya, menikmati setiap detik sentuhan Dimitri yang membuatnya gila...ada sebuah sofa yang di desain untuk pasangan bisa bercinta dan Dimitri memilih sofa agar tidak membuat Arra kesulitan apalagi dia sedang hamil...


''Kau akan berada di atasku..Arra..itu akan memudahkanmu..''


''Ya...''


Dimitri berbaring polos, Arra bisa melihat sesuatu yang mengeras itu tegak berdiri...hingga dia sedikit ngeri dan mengelus perutnya..


''Tidak apa-apa sayang, aku akan melakukannya dengan hati-hati...''bisik Kenan menyambut Arra..


Dan akhirnya....


Kenan menggertakan giginya ketika miliknya menembus tubuh Arra dan tenggelam disana....dengan posisi Arra berada di atasnya...

__ADS_1


Erangan nikmat itu lolos dari bibir Kenan....dia sangat berhati-hati untuk bergerak karna perut Arra cukup jelas di matanya..dia tak ingin menyakiti anaknya namun tetap bisa menikmati percintaan mereka..


''Apakah kau merasa sakit..atau tidak nyaman...'


Arra menggeleng, dan Kenan merasa lega..


''Aku akan bergerak...''


''Yah...''balas Arra singkat,...


Selanjutnya..


Arra hanya merintih ketika kedua pa yu da ra nya di his*p bergantian oleh Kenan yang haus...


sembari tubuhnya bergerak pelan..mengimbangi gairah Kenan yang terlalu besar...


''Arrabelle......'' desah Kenan kembali melum** bibir Arra dengan ahli...


Kenan bahagia..penyatuan kali ini begitu indah..sampai dia mencapai puncaknya di lakukan Kenan dengan hati-hati karna dia mencintai Arra juga anaknya..


Tubuh Kenan bergetar ketika dia mencapai puncak....memeluk Arrabell yang berada di atasnya...


''Aku mencintaimu Arrabell....''


**********


Usai aktifitas panas itu Arrabell pun tertidur karna lelah dengan polos sementara Kenan membersihkan dirinya..keluar dari sana dia tersenyum puas melihat Arabell sedang berbaring terlelap..


Sekarang adalah waktunya memikirkan cara untuk menahan Arra tanpa menyakitinya...karna Kenan tak ingin membuat Arra marah...karna itu bisa berimbas pada anak mereka..


Kenan mendekati ranjang lalu berbaring di samping Arra memeluk perut wanita itu dari belakang lalu tertidur pulas...sampai besok pagi.......


*********


Sarapan pagi ini berbeda, karna Kenan mengundang Gasper juga Gina untuk duduk makan bersama..


Sepanjang sarapan pagi itu dia menghindari pandangan dengan Dimitri karna dia merasa malu setelah apa yang terjadi semalam...


''Ehm.....sayang, apa kau tidak ingin bertanya mengapa kita sarapan bersama pagi ini dengan Gina dan Gasper..''tanya Kenan tajam..


Arra mengalihkan pandangannya pada Gina dan Gasper yang saling menatap dengan penuh cinta...


Cinta...


Apakah yang dia liat benar-benar cinta...entahlah..masih terlalu dini..


''Mereka pacaran itu maksudmu Dimitri....kalau tentang itu aku sudah tau..''


''Nyonya Arra..hubungan kami lebih dari sekedar pacaran karna...aku akan segera menikahi Gina..disini...atas ijin dan restu tuan dan nyonya..''ucap Gasper hati-hati..


Ucapan Gasper sanggup membuat Arrabelle sangat terkejut yah...dia tidak menyangka kalau Gina akan menikah secepat ini..


''Apa maksudmu Gasper...kau tidak bisa menikahinya secepat ini....kalian baru saja mengenal..''cegah Arra sedikit kesal.


Sebenarnya Arra lebih setuju jika Gina menikah dengan Gavin...dari pada anak buah Kenan ini...


''Tapi nyonya..''


''Kalian pacaran saja..kau pikir menikah itu mudah Gina..''


Suara Arra meninggi dan membuat Kenan membeku..dia menatap Gasper yang terlihat kecewa..


Ketakutan terbesar Arra sebenarnya bukan pernikahan, tapi jika Gina menikah dengan Gasper maka semakin susah baginya untuk pergi sendiri...


''Bukankah kau adalah kekasih Gavin....apa kau menghianatinya Gina..'' desis Arra kecewa..


Kenan memejamkan matanya, sementara Gasper menunduk....ruangan menjadi hening yang mencekam...

__ADS_1


''Aku....''


__ADS_2