
Kenan membeku ketika mendengar nama Kenan di ucapkan Arra kepadanya, ia bahkan baru saja kembali dan Arra tidak menunggu waktu....
''Arra..''
''Mengapa kau membohongiku...''isak Arrabell begitu marah..
Kenan melepaskan pelukannya dia menatap mata Arra dengan tajam..
''Siapa yang memberitahumu..siapa..''teriak Kenan menggelegar..
''Apakah itu penting sekarang siapa yang mengatakannya kepadaku..aku hanya ingin kau jujur padaku..katakan kalau kecurigaanku tidak benar...kau adalah Dimitri...kau adalah Dimitri suamiku..'' jerit Arra histeris..
Hening..........
Pria itu sama sekali tidak membalas perkataan Arra kepadanya, dia berdiri dalam diam dan menajamkan tatapannya..
Akhirnya setelah sekian lama dia tidak melihat tatapan benci itu pada akhirnya dia melihatnya hari ini...tak ada rasa cinta yang tertinggal disana hingga hati Kenan merasa nyeri...
Ketika Arra memukul dadanya cukup keras, pria itu hanya diam seolah menerima semua perlakukan Arra kepadanya..
''Katakan kepadaku..katakan siapa kau...aku ingin mendengarnya langsung dari mulutmu..''
''Baik....kalau itu keinginanmu karna aku pun sudah lelah bersandiwara.''
__ADS_1
''Apa.....''
Tubuh Arra bergerak mundur sementara Kenan melangkah mendekatinya...
''Aku adalah Kenan.''
''Apa....''
''Kau membenciku Arrabell..aku akan menerimanya namun jangan lupa kau sedang mengandung anakku...''
'Kau benar-benar tidak tau malu...kau bahkan tidak di cintai dan mengenai anak..dia adalah anak Dimitri..bukan anakmu..''
''Cinta apakah aku perduli Arra....aku tak butuh cintamu...dan mengenai anak...apa kau yakin kalau itu anak Damian, sedangkan selama ini kita yang bercinta hampir setiap hari...dan ketika Dimitri terbangun kau sudah hamil..''
''Tidak...kau sudah gila..mengapa kau tidak menghilang saja..mengapa pria jahat sepertimu tidak musnah saja..'' teriak Arra menunjukan rasa kesal.
''Aku menginginkan hatimu dan anakku dan kau harus bisa menerimaku Arra..''
''Aku tidak mau...apa kau sudah gila..aku bisa menerima Dimitri tapi tidak denganmu..''
''Mengapa...'' suara Kenan meninggi di dalam kamar..
Airmata Arrabell menetes penuh dendam...
__ADS_1
''Meski kau membunuhku aku tak akan bisa menerimamu karna apa....aku sangat membencimu dan aku harap kau menghilang dari dunia..''
Deg!!!!!
Kenan membeku mendengar sumpah serapah Arra hingga dia kehilangan kata...wajahnya sangat dingin dan mengeras..
''Benarkah...kalau begitu kau harus bersabar sampai waktu itu datang padamu Arra..karna mulai dari saat ini kau adalah milikku sampai aku musnah..dan menghilang..''
Kenan menggertakan gigi pria itu berbalik dan melangkah meninggalkan Arrabell yang masih syok..tapi sekali lagi dia tak ingin menyerah..
''Tunggu kau mau kemana Kenan aku belum selesai bicara..''ucap Arra melangkah mengikuti Kenan yang menuju pintu..
''Aku tak mau dengar apapun darimu Arra..''
''Ceraikan aku...bukankah kita sudah sepakat..''teriak Arrabell demngan suara yang nyaring..
Mendengar kata perceraian membuat Kenan murka pria itu membalikan tubuhnya dan mendekati Arra yang berdiri dan menantangnya..
Perut Arrabell yang kian membesar membuat Kenan semakin kokoh dalam pendiriannya..
''Aku ingin memberitahu satu hal padamu Arra...lakukan apapun yang kau mau termasuk melampiaskan rasa kesalmu aku membebaskanmu melakukannya...tapi satu hal yang kau harus tau kalau...aku tak akan pernah menceraikanmu seumur hidupku dan kau tak akan bisa pergi dari pulau ini sebelum kau bisa menerima aku....''
Kenan mendekat dan melum** bibir Arra sesaat sebelum wanita itu sadar...dan hendak memukulnya..
__ADS_1
Kenan sudah lebih dahulu pergi...
''Apa,...dia sudah gila...'' jerit Arra tak terima..