Alter Ego

Alter Ego
Ada Syarat


__ADS_3

Untuk pertama kalinya dalam sebulan ini mereka saling menatap dalam keadaan yang tenang, tanpa kemarahan...


''Hai...''sapa Arra basa-basi..


Sialan..dia melakukannya untuk Gina..lagi pula ini bukan sepenuhnya kesalahan Gina...dia sendiri yang bermain api dan siap terbakar..siapa suruh protes tentang gaun pernikahan yang akhirnya justru menjebak Arra untuk kembali berhubungan dengan Kenan..sesuatu yang dia benci..


''Hai...apakah hal ini bisa aku syukuri Arra,....''


''Tidak....jangan syukuri hal ini, aku datang bukan untuk berdamai denganmu..''


Amanda terlihat masih memegang tinggi egonya..dan Kenan bisa melihat itu..


''Baiklah...ayo masuk, kaki mu akan lelah jika kau berdiri terlalu lama..bayiku tidak akan nyaman..''


Arra berdehem...


''Kita bicara disini saja..''


''Masuk ke dalam kamarku atau kita tidak akan bicara...''


Arra mengerang sedikit kesal dengan ucapan Kenan yang terlalu dingin..


''Baiklah...''


Dan untuk pertama kalinya, Arra masuk ke dalam kamar Kenan setelah mereka berpisah...pemandangan pertama yang dia lihat adalah sebuah foto pernikahan dirinya dan Kenan di tengah ruangan...


Selanjutnya ada baju yang kaos milik Kenan yang terlempar begitu saja di atas ranjang, pria ini tidak memakai atasan..


''Duduklah dengan nyaman..'' ucap Kenan menunjuk sofa ternyamannya di dalam kamarnya..


Arra mengangguk gugup lalu duduk disana, sementara Kenan memilih duduk di ranjang, mereka kembali beradu pandangan..


''Bisakah kau memakai baju..'' pinta Arra dia tidak nyaman melihat Kenan seperti ini..


Jantungnya berdebar liar membayangkan percintaan mereka selama ini.


''Aku sedang merasa panas, apa kau lupa aku selalu tidur tanpa baju...dan satu lagi aku bukan orang lain, aku suami mu Arra..jangan bersikap segan..lalu katakan apa maumu.''ucap Kenan menunjukan ketegasan.


Arrabell menghela nafas...benar juga mengapa dia harus tidak nyaman, bukankah selalu begitu baik Dimitri atau Kenan mereka tidak pernah memakai baju ketika hendak tidur..ini sudah malam jadi waktunya Kenan untuk tidur,.


''Baiklah aku akan langsung mengatakannya kepadamu Kenan..mengenai desainer itu...bisakah kau menarik kembali keputusanmu untuk memulangkan dia...''


''Apa yang terjadi...kau berubah dalam sekejap..''


''Yah...dia sudah meminta maaf padaku...jadi aku pikir aku akan akan memaafkan dirinya..''


''Cih....mudah sekali kau memberi maaf pada orang lain..tapi bahkan padaku kau masih dendam Arra....aku tidak dapat memahami dirimu.''


''Yang terjadi pada kita berbeda Kenan jangan samakan dengan orang lain..''

__ADS_1


Kenan mengangguk..


''Kalau begitu jawabanku tidak...aku akan tetap mengirim dia pulang dan kau tau aku akan menghancurkan perusahaannya sampai ke dasar...karna dia telah mempermalukan aku seorang Kenan Owen..''


Wajah Arra menjadi pucat ia menggeleng menyadari Kenan tak akan menarik keputusannya..


''Bagaimana bisa kau setega itu..''


''Mengapa aku harus tidak tega Arra,...apa kau lupa bagaimana sikapmu padaku..''


''Jangan membahas masalah kita,...''


''Mengapa aku harus mengabaikan masalah kita Arra..jadi jika kau kemari hanya untuk memperjuangkan masalah orang lain maka kau salah orang...aku tidak mempunyai belas kasihan..''


Arra menjadi putus asa ketika Kenan bangkit dengan cepat lalu melangkah ke arah balkon kamar dan menatap gelapnya malam sepertinya akan ada badai sekarang...


Arra memejamkan matanya, bagaimana pun caranya dia harus membujuk Kenan agar membatalkan rencananya,.membatalkan niatnya untuk menghancurkan desainer itu..


Arra bangkit walau sedikit sulit ia mendekati Kenan yang berdiri tegak membelakanginya..


''Awww.....''


Arra mulai berakting dan berhasil karna Kenan menoleh saat itu juga...ia langsung mendekati Arra dan membimbing gadis itu agar duduk kembali..


''Apa perutmu sakit..''


''Yah....dia akan menendang dan rasakan sakit sekali..''


''Sayangku tenanglah.....tolong jangan susahkan ibumu hum...''bisik Kenan dengan lembut...


Arra hanya menatap hal itu dalam diam..maaf karna dia sudah berbohong...


''Sebaiknya kau istirahat Arra....besok pagi akan sibuk menjelang pernikahan Gasper dan Gina..''


''Aku tidak mau tidur..'' bisik Arra sedikit manja dan keras kepala..


''Lalu...''


''Aku mohon Kenan...aku tak akan tenang jika secara tidak langsung aku telah menghancurkan hidup orang lain..''


Kenan menajamkan tatapannya..


''Mengapa aku menjadi iri dengan sang desainer itu...bahkan dia mendapatkan pengampunan mu sedangkan aku tidak....''


Arra melonggarkan tenggorokannya dia melihat kesedihan itu jelas di mata Kenan...


''Kau mau tau alasanya...lukanya jelas berbeda..dia hanya menyinggung tanpa menyentuhku tapi kau berbeda...''


''Itu masa laluku Arra...aku bersedia berubah demi kau dan anak kita...aku hanya meminta kau bisa menerimaku dengan tangan terbuka..''

__ADS_1


''Aku tak suka kau memaksaku Kenan..karna hal itu tidak membuatku nyaman..''ucap Arrabell tegas..


Hening...


Kenan terdiam....ia memalingkan wajahnya sambil menganggukan kepalanya..


''Baiklah...biar aku memberitahumu ada syarat yang harus kau lakukan jika ingin Desainer itu terbebas dari cengkramanku.'' Kenan mendekatkan wajahnya.


''Apa maksudmu..katakan apa syarat darimu..''


Kenan tersenyum...


''Aku ingin kau menemaniku sebagai istriku sampai kau melahirkan anak kita nanti jika kau ingin aku memaafkan kelancangannya.''desis Kenan dengan tajam.


''Apa kau sudah gila...itu artinya 3 bulan dari sekarang.''


''Yah...dan kau juga harus menemaniku di pesta pernikahan nanti dan bersikap mesra seperti layaknya pasangan suami istri sebenarnya.''


Arra menggeleng tegas dia tak akan memberi kebebasan untuk Kenan memanfaatkan keadaannya...


''Aku pikir kau terlalu kejam dengan memanfaatkan aku Kenan..jadi aku tidak bisa membiarkan kau memperdayaku.''


''Gampang bagiku Arra..jika kau tidak setuju maka kau boleh pergi aku sedang lelah..''


Arra sungguh tak bisa menahan kemarahannya, wanita itu lantas melangkah menuju pintu namun, langkahnya terhenti menyadari ia mendengar Kenan menelfon..


''Gasper..aku ingin sekarang juga kau menyingkirkan desainer itu...dengan cepat, kau tau maksudku..''desis Kenan sambil melirik Arra yang masih berdiri bagai patung,..


Hoh...pria gila ini sungguh menyebalkan, mengapa dia tega sekali pada Arra...wanita itu menjadi dilema antara menyetujui syarat Kenan atau malah membiarkan wanita itu hancur,..namun ia tak bisa membiarkannya..


Ketika Kenan hendak mematikan ponselnya Arra berbalik..


''Tunggu Kenan...''


Kenan menoleh tertarik dengan sikap Arra yang melunak..wanita itu mengigit bibirnya dia tak punya pilihan saat ini selain menyetujui penawaran Kenan..


''Aku ingin memilih...''


''Bukankah kau sudah memilih..''


Arra menatap sedikit kesal....


''Aku mohon kepadamu jangan menghancurkan karier desainer itu..''


Kenan bersedekap...


''Lalu bagaimana denganku..''


''Aku setuju..baiklah aku akan menyetujui semua syara-syarat darimu..''

__ADS_1


Kenan membeku...


''Apa,....''


__ADS_2