Alter Ego

Alter Ego
Mengusir Benalu


__ADS_3

Pagi yang indah..


Pagi ini di luar dugaan, Dimitri mulai menginjinkan Arra menggapai kebebasannya..yah..dia adalah nyonya di rumah megah ini dan siapapun harus patuh pada keputusan Arra termasuk Ansel..meski wanita itu belum tau kalau Kenan sang alter ego telah tertidur panjang...


Arra turun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan untuk Dimitri, senyum tak lepas dari bibirnya layaknya seorang pengantin..


Ketika hendak masuk ke ruang makan, langkah kaki Arra berhenti...ketika dia melihat sosok Ansel sedang sibuk di dapur...rupanya Ansel sedang ingin merebut perhatian Dimitri yang dia sangka adalah Kenan..Arra tersenyum dingin...tentu saja dia tak akan membiarkan wanita ini mengambil tempatnya..


''Ehm.....selamat pagi...para pelayanku yang setia..''ucap Arra sengaja agar Ansel mendengar..


Wanita itu menoleh tersinggung, sedikit membanting peralatan masak dan mendekati Arra..wanita ini sangat angkuh, memincingkan matanya ke arah Arra dengan senyuman dingin..


''Arra...kau menyebutku pelayan..'' Ansel mendekat menahan geraman..


Arra tersenyum..


''Maafkan aku...aku tidak melihatmu, karna biasanya sepagi ini hanya ada pelayanku...aku minta maaf Ansel....kau benar-benar mengejutkan aku dengan muncul di dapur...''


Ansel menghentikan langkahnya...


''Aku memasak untuk Kenan....aku tau makanan kesukaannya dari kecil jadi Arrabell...bukankah lebih baik kau menyiapkan pakaianmu...Kenan akan mengusirmu dari sini..''


''Hahaha....maaf kau membuatku tertawa..kami baru saja melewatkan malam pertama...bagaimana mungkin aku pergi....suamiku tidak akan rela..''Arra tersenyum dingin..


Amarah Ansel bangkit dengan cepat, lihatlah wanita ini pandai untuk membela dirinya..padahal jelas kalau Kenan menikahinya untuk menyiksa..


''Yah...bukankah akan rugi bagi Kenan kalau tidak mencoba barang yang dia dapatkan sebelum membuangnya...selanjutnya akulah yang akan memuaskannya...''


Arrabell mengerti sekarang betapa wanita licik ini pandai bermain kata hingga membuat Kenan luluh kepadanya...


''Kau pikir semua kejahatanmu akan menang Ansel...kau terlalu percaya diri,...kau telah berbohong dengan mengatakan aku memukulmu padahal tidak...itu benar bukan..''


''Mengapa kau melakukannya...bukankah perbuatan itu sangat kejam...''ucap Arra mengeraskan wajahnya..


Ansel terpancing emosi...


''Yah....aku melakukannya memangnya kenapa....Kenan milikku akulah yang mendampinginya selama ini Arra...kau tidak berhak merebut Kenan..''


''Kaulah yang telah meninggalkannya karna pria lain...apakah aku salah..''


Wajah Ansel memucat..

__ADS_1


''Apa maksudmu..''


''Yah...bukankah kau sempat berpikir tak ingin memiliki hubungan dengan pria yang sakit seperti Kenan atau Dimitri...kaulah yang menganggap mereka sakit jiwa...kau lah yang telah meninggalkan Kenan....''teriak Arra dengan lantang..


Nafas Ansel menjadi lebih cepat, dia terbakar emosi..


mendekati Arrabell dan menatapnya tajam...


''Lalu mengapa kalau semua itu benar...Kenan tetap adalah milikku Arra..''


''Bukankah kau yang sakit Ansel..''


''Apa maksudmu..''


''Yah...kau menghianatinya di saat yang sama kau ingin tetap menguasai Kenan dengan menjebaknya tentang utang budi masa lalu...aku pikir di dalam hal ini kau lebih sakit Ansel...kau tidak akan mendapatkan apapun, kau mengerti...aku telah menikahi Kenan atau Dimitri jadi sekarang...aku adalah nyonya di rumah ini jadi jangan harap kau bisa menggeser posisiku..itu tidak mungkin..''


''Arrggghhhhhtttt......'''


Ansell begitu marah...ia tidak terima ketika Arra mengatakan hal itu kepadanya walau sebenarnya itu adalah kebenaran..Kenan tetap miliknya..


''Aku...akan melakukan segalanya untuk menyingkirkan siapapun yang menghalangi jalanku Arra..''


''Terserrah apa katamu tapi menyingkir dari jalanku atau aku benar-benar akan melenyapkan dirimu Arra..kalau kemarin aku hanya memfitnahmu dan liat sendiri bagaimana Kenan menamparmu bukan...apakah itu sakit..''


Hati Arra kembali merasa nyeri ketika mengenang bagaimana Kenan menamparnya tanpa mendengarkan pembelaaan dirinya hal itulah yang membuat Arra semakin terluka..tanpa sadar airmatanya mengalir..


''Kau wanita licik, kau kejam...kau tidak pantas mendapatkan cinta di dalam hidupmu Ansel....''


''Tutup mulutmu Arra...aku masih baik padamu, jadi cepat pergi dari rumah ini atau kau akan melihat bagaimana caraku menghancurkan dirimu...''


Arra menggeleng dingin...


''Maaf,....tapi aku tak akan pernah pergi...''


''Apa katamu...''


''Ansel...kau yang harus pergi,....''


Ansel tak bisa menerima ucapan Arra yang begitu kejam..wanita itu lantas mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan hendak menampar wajah Arra namun..


Wanita itu menjerit kesakitan ketika dari belakang, tampak Dimitri menahan lengannya...pria itu lantas menghempaskan pegangan Ansel dan wanita itu terdorong ke belakang...

__ADS_1


Ansel sungguh terkejut...ia tak bisa mempercayaai apa yang dia liat kalau Kenan menyakitinya dengan dalam...tatapan pria itu begitu dingin tak tersentuh seolah mereka tidak memiliki masa lalu yang indah..


Mengapa begitu...??


''Kenan.......''


''Diam kau....beraninya kau menyebut namaku dengan mulut kotormu..''


Hening....


Arra menoleh dan membeku melihat kemarahan Dimitri....pria itu mendekati Arra dan mendekapnya dengan erat seolah ingin menunjukan pada Ansel kalau Dimitri memilik Arra..


''Apa yang kau lakukan ini Kenan...''


''Diam....jika sekali lagi kau bicara dengan mulut kotormu aku akan menghabisimu Ansel...kau wanita licik kau mampu berbohong dan menyakiti orang lain hanya untuk menyelamatkan posisimu bukankah kau terlalu kejam...''


Airmata Ansel mengalir deras, dia bisa menghadapi apapun selain kemarahan Kenan kepadanya, wanita itu bangkit berdiri dan mendekati Kenan berusah mendekatinya namun sekali lagi Kenan menghempasnya jauh...


''Jangan mendekatiku Ansel...sekarang juga kau harus pergi dari rumahku...pelayan sudah membereskan semua barang-barangmu Ansel...jadi pergi atau kau akan mendekam di penjara untuk waktu yang lama..''teriak Kenan dengan murka..


Kenan terdiam sebentar lalu memeluk Arra di depan Ansel..


''Aku tentu saja memilih istriku di banding denganmu Ansel jadi aku pikir sebaiknya kau pergi jauh dariku...apa kau mengerti..kita adalah masa lalu dan tak ada masa depan untuk kita..''


Deg!!!!


Airmata Ansel mengalir deras...dia tak ingin pergi, dia harus kemana...bukankah dia telah kehilangan segalanya, Kenan adalah rumahnya...jika pria ini mengusirnya lalu bagaimana hidupnya...


''Aku tak ingin pergi Kenan...aku mohon jangan mengusirku...aku mohon...''


''Gavin.......''teriak Dimitri cukup keras hingga Gavin tiba-tiba muncul dan langsung menunduk di hadapannya..


''Tuan Kenan.......''


''Bawa Ansel keluar dari rumah ini...aku dan Arra akan pergi sebentar...aku ingin setelah pulang jejak Ansel sudah tak ada dirumah ini..''


''Baik tuan Dimitri..''


Dimitri lalu membawa Arra meninggalkan ruang makan, sementara Ansel menjerit keras tak ingin di bawa keluar...namun Gavin bersama beberapa anak buah yang lain lalu menarik Ansel keluar dari dalam rumah kediaman Dimitri...tak peduli tangisan, umpatan dan cacian keluar dari bibirnya..


''Aku akan membalasmu Arrabell....''jerit Ansel merasa hancur.....

__ADS_1


__ADS_2