
Sudah sebulan Arra berada di Hotel...dia tidak kemanapun dan hanya berada di sekitar Hotel, meski tak ada yang dia kerjakan Arra cukup bahagia karna Gina bilang tak ada lagi siapapun yang mengikuti mereka..ketika Arra menelfon pengacarannya dia sudah tidak mendapatkan pengaduan apapun tentang Kenan..bahkan pengacaranya bilang baik itu Gavin dan juga Aston sudah mulai bekerja di masing-masing perusahaan dan memulai kehidupan baru..Arra begitu bahagia tak ada yang lebih bahagia ketika menyadari orang sekitarnya hidup tenang...
Mungkin Kenan sudah menyerah...kepadanya, Arra kemudian menghidupkan ponselnya kembali....dan setelah menunggu beberapa saat...
Arra mengerutkan kening ketika ia mendapatkan sebuah pesan yang tak lain adalah pesan dari Kenan..
mengapa Kenan tidak menelfonnya namun malah...mengirimnya pesan...?
Arra masih memandang pesan yang belum terbaca itu dan sesaat kemudian dia memilih membacanya.....yah sudah sebulan ini Gina bilang tak ada kecurigaan apapun, hidup mereka damai saja...mungkin memang Kenan ingin menyerah...Arra kemudian membuka pesan dan membeku ketika membaca pesan yang cukup singkat..
Arrabell...ayo kita bertemu, aku sudah lelah dan mari bercerai.....
Deg!!!!
Sontak Arra mengelus permukaan perutnya, usia kandungannya sudah mulai mencapai usia 5 bulan...cukup besar baginya....
Lalu bagaimana sekarang, apa yang akan dia lakukan...haruskah dia menemui Kenan, tapi bagaimana kalau Kenan akan menculiknya lagi...
Ting.......
Ada pesan masuk lagi dan kali ini Arra langsung membacanya...
*Aku tidak akan menculikmu Arra....aku Dimitri....
*Apakah aku bisa mempercayaimu, Dimitri kalau kau bukanlah Kenan...?
*Kenan tak akan mengirimmu pesan Arrabell.
*Baik....boleh aku tau mengapa kau ingin menceraikan aku...?
*Simple....karna aku tak ingin Kenan menyakitimu
*Baiklah....aku akan mendatangimu besok, apa kau punya waktu..
*Tentu saja....aku akan mengirimkan alamatnya..besok jam 7 malam bagaimana...
*Baiklah...aku akan datang Dimitri.
*Terimakasih Arrabell.......''
*********
Arra mematikan ponselnya bersamaan dengan Gina yang masuk ke dalam ruangan....
''Kak Arra....mengapa wajah kakak seperti itu..''
''Gina...kemarilah, duduklah di dekatku aku ingin bicara..''
''Yah....baiklah......''
Gina lalu mendekati Arrabell dan duduk di hadapannya, mereka saling menatap...
''Dimitri baru saja mengirimiku pesan..''
''Tuan Dimitri...''
''Yah....''
Gina tersenyum lega...
__ADS_1
''Kalau begitu kapan kakak akan menemuinya..''
''Cih....mengapa kau langsung menyimpulkannya begitu...''Arra tersenyum malu..
''Aku bisa melihat di wajah kakak, kalau kak Arra merindukan tuan Dimitri...jadi tenang saja...aku mengerti..perasaan kakak...''
''Besok malam..dia akan bertemu denganku, kau harus menemaniku Gina...''
''Tentu...aku tak akan membiarkan kakak sendiri...''ucap Gina tersenyum.
Gina masih menyimpan harapan agar Arrabell bisa bahagia terlebih lagi Arrabell akan menjadi seorang ibu,...segelanya akan berat jika dia sendirian...jadi menurut Gina..ini adalah langkah awal...untuk kak Arra...
''Aku akan memesan gaun yang terbaik untiuk kakak pakai besok..''
''Tidak Gina...tak perlu begitu...wanita hamil sepertiku tidak akan cocok dengan gaun bagus..''
''Siapa bilang....kakak cantik sekali dan aku pikir kakak akan mengalahkan seorang putri sekalipun...''
Keduanya tertawa...
''Baiklah terserah padamu Gina...aku mau istirahat dulu..jangan lupa kau juga harus memesan gaun yang bagus...adikku tak boleh kalah dari kakaknya..''
''Aku mengerti kak Arra...terimakasih...''sambung Gina tersenyum..
Arra lalu membaringkan tubuhnya sedikit dan berbaring di sofa sambil memejamkan mata..kehamilannya semakin membesar jadi Arra begitu lelah dan susah tidur...jadi Arra lebih memilih tidur miring di sofa dan bukan ranjang, matanya tertutup mulai bersiap menjemput mimpi....
Oh...wanita hamil yang payah....Arra hanya menghela nafas....
*********
Esoknya...
Arra mulai bersiap, Gina dengan sigap memperbaiki riasannya, menata rambutnya agar lebih rapi dan membantu Arra memakai gaun yang longgar dan tidak sesak di bagian perutnya...
''Apa tidak terlalu mencolok..''
''Kakak tampak segar dan manis.''
''Baiklah lihatlah kau juga cantik...''
''Yah tentu saja....siapa dulu dong kakaknya..''
Keduanya tersenyum..
''Baiklah..bagaimana kalau kita pergi sekarang...''
''Baiklah...mobil sudah menunggu kita di depan..ayo kak..''ucap Gina menuntun Arra keluar dari kamar Hotel..
Mereka mulai meninggalkan parkiran Hotel...dan Gina sendiri yang menyetir karna dia tidak percaya siapapun dalam hal keselamatan Arra....
Mobil itu melaju pelan membelah malam yang ramai....ini pertama kalinya Arra keluar dari Hotel setelah sebulan lamanya dia mengurung diri demi menghindari Kenan..dan ia sangat antusias..
''Aku harap setelah ini aku lebih sering jalan-jalan Gina..''
'Tentu..aku akan siap mengantar kakak kemanapun kakak mau..''
''Aku sangat mengadalkanmu Gina..terimakasih..''
''Bukankah kita sudah menjadi saudara sekarang...kakak jangan khawatir...aku akan selalu ada di sisihmu..''
__ADS_1
''Yah....karna itu aku tidak pernah takut apapun Gina..karna kau bersama denganku..''
Keduanya saling melempar senyum, sebelum memasuki sebuah Restoran mewah..makan disini harus lebih dahulu membuat janji karna, banyak tamu penting yang makan disini karna lokasinya memang privat dan makanannya kelas atas...
Gina lebih dahulu keluar dan membantu Arra keluar dari mobil....keduanya bertatapan...
''Gina.....restoran ini..''
''Sangat privat...apa kau yakin kalau Dimitri..''
''Tuan Dimitri atau Kenan sama saja..mereka tak akan pernah menyakiti kakak...karna kaka sedang mengandung...jadi cobalah untuk berpikiran positif..lagi pula aku akan menjaga kakak di dalam..''
Arra mengangguk walau sedikit cemas,...
'Baiklah...lagi pula aku yakin itu Dimitri..''
Mereka pun segera masuk...dan disambut oleh seorang pelayan pria yang berdiri di depan pintu..
ketika melihat Arrabell dia langsung menunduk hormat..
''Tuan Dimitri sudah menunggu nyonya..''
''Kau tau aku..''
'Tentu..karna tuan Dimitri sudah menunjukan foto anda...jadi aku sudah menghafalnya.''
''Baiklah....ayo Gina,..''
Ketika mereka akan masuk, pelayan itu kembali membungkuk dan kali ini mengejutkan Arra dan Gina..
''Maaf nyonya..tapi hanya nyonya sendiri yang akan menemui tuan Dimitri, sedangkan orang lain tidak boleh masuk..''
''Lalu adikku akan menunggu dimana...aku tak bisa meninggalkannya..'
''Tenang saja nyonya..kami punya ruangan lain agar adik nyonya bisa menunggu...di sebelah sana...sampai nyonya selesai makan, maka adik anda bisa bertemu kembali..'''
''Tapi aku tidak mau..'' Arra menolak dengan tegas.
''Kak Arra..tidak apa-apa...lagi pula aku memegang ponsel jika terjadi sesuatu kakak bisa menelfonku atau mengirim pesan..'' bisik Gina yang hanya di dengar oleh keduanya..
Arra akhirnya menyerah..
''Baiklah...kalau begitu.''
Dengan berat hati, Arra berpisah dengan Gina yang lebih dulu di tuntun ke sebuah ruangan khusus...
Pelayan itu membuka pintu dan membiarkan Gina masuk....ia langsung di suguhkan secangkir minuman..oleh seorang pelayan perempuan..
Gina meneguknya dengan antusias..minuman yang manis dan segar mengaliri tenggorokannya..
''Bagaimana nona...''
''Ini enak sekali...''
''Baiklah..silahkan menunggu sebentar karna kami akan membawakan menu utama..'' ucap sang pelayan dengan mata berbinar...
''Baiklah terimakasih...''
Gina menunggu sambil membuka ponselnya...sebelum dia mendengar langkah sepatu mendekatinya...apakah ada orang lain di ruangan ini..
__ADS_1
Gina menoleh dan begitu terkejut....
''Gina.......''