Alter Ego

Alter Ego
Sentuhan Nyaman


__ADS_3

Arra membeku ketika jemari Kenan yang terulur kepadanya begitu menyentuh hatinya...perutnya yang tadi bergemuruh langsung reda...rasa kram yang begitu menyiksa dirinya mulai menghilang seketika...dan membuat Arra seketika menjadi nyaman..


Perasaan itu sangat lega baginya, mengingat beberapa hari belakangan ini Arra tak bisa tidur dengan tenang...dia terus merasakan kesakitan sampai airmatanya menetes..


Kenan sungguh bahagia bisa merasakan Arra menjadi tenang tak ada rintihan seperti tadi dan membuatnya sedih...Arra pun menghela nafas lega,..mereka bertatapan tajam..


''Bagaimana....apakah kau merasakan sakit lagi..'' tanya Kenan teramat lembut..


Hingga akhirnya Arra menggeleng tanpa suara hanya matanya yang tertahan di mata Kenan...pria itu membelai permukaan perut Arra dengan gerakan menenangkan hingga wanita itu merasa nyaman..


''Tidurlah...ijinkan aku memelukmu seperti ini..''ucap Kenan lalu berbaring hati-hati di bagian belakang Arra dan menyentuh permukaan perut Arra dan mengusapnya..


''Bagaimana...apakah semuanya baik-baik saja..''


''Yah..''balas Arra mengalah..


Dia sudah terlalu mengantuk, dan kehilangan suara untuk melawan Kenan..hari ini dia terlalu lelah..


Arrabelle lalu berbaring di lengan Kenan dengan posisi Kenan memeluknya dari belakang dan mengusap perut Arra dengan gerakan teratur..hingga wanita itu mulai memejamkan matanya dan tidur dengan teratur...

__ADS_1


Arra pun tertidur malam itu tanpa rasa sakit, dan hal itu cukup membuanya bahagia...sampai nyenyak di pagi hari..


**********


Arra terbangun pagi ini dan langsung berhadapan dengan sarapan yang cukup menggiurkan di hadapannya ada Kenan yang duduk dan memperhatikannya..


Arra menyentuh perutnya, dia tersenyum...semalam adalah tidurnya yang cukup nyenyak selama kehamilannya..


''Selamat pagi sayang..''


''Selamat pagi Kenan...''


''Apa tidurmu nyenyak...''


''Tentu tak perlu berterimakasih Arra itu adalah tugasku..''


Arra mengangguk lalu bangkit berdiri dan hendak melangkah membersihkan dirinya..


''Besok adalah hari pernikahan Gina dan Gasper....aku sudah mulai merasakan Dimitri di dalam diriku Arra...''

__ADS_1


Arra menoleh beku...


''Apa maksudmu...''


Kenan menoleh..dia tersenyum lalu bangkit berdiri mendekati Amanda...menyentuh pundaknya dan menatapnya tajam...


''Aku sungguh mencintaimu Amanda namun sepertinya semua itu tak akan bisa membuatmu bahagia...semalam aku sudah berpikir matang..''


''Kenan....''


Pria itu mengambil tangan Amanda dan menggenggamnya dengan erat..dan mengecupnya..


''Aku tau kalau aku bahkan tidak pantas mendapatkan cintamu...Amanda...aku sungguh minta maaf...padamu...aku pikir kau lebih mencintai sisi Dimitri dan merasa nyaman dengannya jadi.....kau bisa lega karna aku akan menghilang setelah pernikahan Gasper dan Gina....tapi tenanglah...cinta sebenarnya akan kau dapatkan dari Dimitri..''


Usai berkata Kenan mengecup kening Amanda dengan lembut lalu melangkah meninggalkan Arra yang berdiri mematung disana...


Perlahan airmatanya menetes....mengapa malah jadi begini...Dimitri atau Kenan sama saja...Kenan bahkan sudah bisa melebur menjadi Dimitri...Alter ego yang selama ini kejam juga tidak punya perasaan kini sudah melunak bukankah tak ada yang lebih indah dari itu...??


Meski Arra juga bingung dengan perasaannya, dia merasa gila sendiri..ada kalanya dia ingin bersama Dimitri yang lembut dan baik sekali, namun di sisi lain dia juga ingin bersama Kenan yang tegas dan juga kejam...entahlah..Arra menjadi bingung sendiri..tapi apakah kehilangan Kenan dia akan baik-baik saja...atau justru akan patah hati....

__ADS_1


Arra mengigit bibirnya dia tak tau harus memutuskan apalagi...


Dimitri atau Kenan...??


__ADS_2