
Arrabell sedikit canggung ketika bertemu kembali dengan sosok pria yang telah menjadi suaminya...mata keduanya saling memenjara dengan begitu dalam..
Hati Kenan berdebar ketika dia melihat perut Arrabell yang telah membesar....anaknya bertumbuh dengan baik, yah itu terlihat pada tubuh Arrabell yang berisi, wajahnya bercahaya di masa kehamilannya dia semakin cantik dan mulus,..jadi selama pelariannya boleh di bilang Arra menikmati hidupnya, tentu hal ini berbanding terbalik dengan yang di rasakan oleh Kenan yang sengsara karna jauh dari wanita yang di cintainya..
''Apa kabar Arra...'' Kenan berbicara begitu pelan seperti cara bicara seorang Dimitri karna dia tak ingin Arra terkejut...dan menjadi panik..
Hening...
Tampaknya Arra masih berdiri dengan kaku, menilai sekali lagi dan meyakinkan hatinya bahwa yang berdiri di hadapannya adalah Dimitri dan bukan Kenan...sampai akhirnya dia menemukan senyuman indah seorang Arrabell...
''Dimitri..''
Wanita itu melangkah cepat dan menghambur memeluk tubuh Dimitri dengan erat dan menghirup aroma tubuh Dimitri yang membuatnya candu dan rindu...
''Apa kau rindu padaku Arra...jika benar maka itu adalah hal yang paling terindah untuk aku.''
''Yah....aku merindukanmu Dimitri...maafkan aku terlalu lama meninggalkanmu...''
''Tak apa...ini juga keinginanku Arra....aku membebaskanmu pergi agar kau bisa menikmati waktu bebasmu tanpa aku....dan bagaimana rasanya..''bisik Kenan membelai rambut panjang Arrabell dan membuat wanita itu nyaman..
''Aku baik-baik saja Dimitri..maksudku kami baik-baik saja...'' balas Arrabell tersenyum..
Kenan menjauhkan tubuh Arrabell hingga ia bisa menyentuh permukaan perut Arrabell yang sudah membesar...pria itu langsung tersungkur dengan pandangan kagum ketika sadar anaknya sudah bertumbuh semakin besar..
''Bagaimana kabarmu sayang...apa kau merindukan ayah...''bisik Kenan mencium perut Arrabell yang menegang..
''Usianya 5 bulan, dia sudah mulai nakal ayah....suka bergerak-gerak..''bisik Arra lembut di telinga Kenan...
''Bagus...lalu apa kau sudah tau dia lelaki atau perempuan..''
''Aku memilih tak ingin tau Dimitri, aku ingin agar itu menjadi suprise buat kita..''ucap Arra..
''Bagus....ayo duduk..kau pasti sudah lapar..''
'Tentu...terimakasih Dimitri..''
''Tentu saja sayang..''
Kenan lalu menuntun Arra duduk di kursi sementara dirinya duduk di samping Arra...mereka saling memandang..
''Kau semakin cantik saja..''bisik Kenan dengan suara lembut.
''Yah....dan kau semakin tampan Dimitri, oya aku lupa memberikanmu hasil foto usg anak kita...''
Arra mengambilnya dari dalam tas nya dan memberikannya kepada Kenan yang menanti dengan tak sabar...sementara itu...Kenan menatapnya dengan keharuan yang menguar di dadanya..Kenan tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya..
''Dia tumbuh dengan baik dan sedikit montok..''
__ADS_1
''Yah....aku mulai makan sangat banyak karna dirinya...lihatlah tubuhku..''bisik Arrabell tersenyum..
''Kau cantik Arra..''ucap Kenan dengan wajah serius...
''Jangan terlalu memujiku, atau aku akan terbang...''
''Aku akan menangkapmu kembali tenang saja..''
Keduanya lantas tersenyum ramah, tak ada lagi rasa marah dan dendam, yah...mereka kembali bertemu dengan perasaan yang baru..
''Aku ingin menyimpan foto ini di dalam dompetku..agar aku bisa melihatnya kemanapun aku pergi..''ucap Kenan antusias..
Arra hanya tersenyum...
''Meski kita akan bercerai namun aku tak akan membatasimu untuk bertemu anak kita...''ucap Arra dari sebrang meja.
Arra tidak menyadari perubahan di wajah Kenan,bahkan ada kepalan tangan di bawah meja...
''Tentu....setelah menghabiskan makanan maka aku akan membawa berkasnya dan kita akan tanda-tangan..''
''Hum...baiklah aku setuju..terimaksih Dimitri...kau benar-benar pria yang baik...untung saja bukan Kenan yang terbangun jika dia yang terbangun maka pria kejam itu tak akan pernah menginjinkan perceraian,...''
Sinar mata Kenan membara...ketika Arra asik menjelekan dirinya....yah..setelah sekian lama, dia masih merasakan kebencian itu teramat besar kepada dirinya...adilkah itu...batin Kenan tak terima...
Beraninya Arra tidak ingin bersamanya, beraninya Arra meminta pergi darinya...beraninya Arra..ingin menjauhkan Kenan dari anaknya, dia tidak percaya sedikitpun kalau Arra akan mengembalikan anaknya dan mempertemukan mereka itu mustahil..dia tau sikap Arrabell hanya karna dia ingin bersikap baik pada Dimitri, setelah perceraian maka mungkin Arra akan pergi jauh menjemput kebebasannya..
Tapi sayangnya itu tak mudah karna bukan Dimitri yang terbangun melainkan Kenan...dia tak akan membiarkan miliknya lepas...kemarin dia cukup lengah dan Arra pergi begitu lama dan saat ini Kenan tak akan pernah melakukan kesalahan yang sama dengan membiarkan Arra pergi darinya sudah cukup, wanita ini bermain-main dengan dirinya.
'Minta maaf..''
''Yah...baik Kenan atau Dimitri sama saja mereka sama-sama pernah menyakitimu dengan dalam hingga kau terluka tapi aku berjanji kali ini semua akan berbeda...aku ingin berdamai denganmu Arrabell...''
Kenan mengulurkan tangannya, sementara Arra tersenyum lega lalu membalas uluran tangan Kenan kepadanya..
''Aku juga ingin minta maaf padamu Dimitri atau Kenan...aku bukan istri yang baik, aku masih muda dan bodoh....aku berharap kau menemukan wanita dewasa yang bisa membahagiakanmu Dimitri..''
''Tak ada yang bisa menggantikanmu di hatiku Arra...tapi aku mengaminkan doamu..''bisik Kenan penuh senyum...
Ketika mereka masih berbicara, seorang pelayan datang dengan membawa minuman berwarna pink yang cantik...dan meletakannya di atas meja..ia tersenyum..
''Ini adalah persembahan khusus dari restoran untuk semua pasangan suami istri yang berkunjung...silahkan di nikmati...''
Kenan tersenyum ketika memandang Arra yang tertarik dengan minuman berwarna pink terang itu...
''Cantik sekali warnanya Dimitri...''
''Yah..sepertimu Arra, tenang saja minuman ini aman bagi anakk kita...bagaimana kalau kita bersulang untuk pertemuan kita hari ini dan juga untuk kebahagiaan kita...''
__ADS_1
Kenan mengangkat gelasnya dan mengarahkannya pada Arra yang menatapnya..
''Yah...untuk kebahagiaan kita..''
Ting.......
Gelas itu bersentuhan dan sesaat kemudian mereka minum dengan hati yang bahagia...
Arra merasa minuman ini sangat segar dan enak....
ia begitu menikmati makan malam ini dengan penuh keharuan, sementara Kenan menatapnya dengan dalam...Arra semakin cantik apalagi ketika dia tersenyum..aura kehamilannya menyebar dan membius siapapun yang melihatnya termasuk Kenan sendiri..dia sangat mencintai Arrabell dan tak sabar menunggu waktu untuk membawa Arra pergi..
Suasana yang sejuk di dalam ruangan membuat Arra mulai mengantuk...
''Aku kenyang dan mana berkas yang aku harus tanda tangani...''
''Tempatnya bukan disini Arra..''
''Hah....lalu dimana...''tanya Arra mengerutkan kening, aneh sekali mengapa Dimitri tidak sekaligus membawanya agar lebih gampang..
''Lalu dimana kau meletakannya..''
''Di mobilku Arra..kita harus kesana dan kau bisa tanda tangan disana, setelah itu kau bisa pulang..''
''Baiklah...''
Disaat yang sama ada bunyi pesan masuk dari ponsel milik Arrabell..wanita itu segera mengambil ponsel..
Ada pesan dari Gina...tak sabar, Arra segera membacanya, sementara Kenan mengawasinya dengan tak sabar...
Kak Arra....jika makan malamnya sudah selesai maka aku menunggu di mobil....
Arrabell tersenyum...
''Pesan dari siapa..''tanya Kenan penuh selidik..
''Gina..dia sedang menungguku di mobil...ayo...''
Keduanya lantas melangkah menuju parkiran dan memang disana sudah siap mobil Kenan yang dalam posisi hidup..sementara mobil Arra masih terparkir sedikit jauh...Arra tersenyum lega...mungkin Gina sedang istirahat di dalam mobil. Jadi Arra hanya perlu tanda tangan dengan cepat lalu pulang..
Namun ketika hendak melangkah rasa kantuknya tiba-tiba datang lagi dan kali ini lebih kuat dari biasanya...Arra memejamkan matanya..dan dalam sekejap Kenan menangkap tubuhnya yang akan jatuh dan berpindah ke dalam pelukannya..
Arrabell jatuh pingsaan di dalam pelukan Kenan..
pria itu tersenyum dingin..
''Aku tak sabar lagi untuk membawamu pulang Arrabell ku..''desis Kenan dengan kemenangan yang nyata..
__ADS_1
Pria itu lalu membawa Arra menuju mobil yang sudah siap membawanya ke rumah yang selama ini telah di siapkan Kenan untuk istri dan anaknya..
Kali ini tak ada yang bisa memisahkan kita Arrabell....