Alter Ego

Alter Ego
Tak Menduga


__ADS_3

''Tidak.........''


Jerit Arrabell kemudian terbangun dari tidurnya..nafasnya begitu sesak dan begitu terkejut ketika menyadari dia bermimpi sangat buruk..


Kenan...?


Keringat membasahi wajah Arrabelle dan dia tak bisa berhenti terkejut karna mimpi itu seperti nyata saja...


Hanya mimpi....? Arrabell mengusap wajahnya dengan kasar lalu kembali mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya..dan melirik jam tangannya...


''Sudah jam 6 sore..aku harus segera ke bandara..''ucap Arrabell sedikit cemas.


Gadis itu segera meluncur ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya...dan ketika Arrabell keluar dari sana...dia sedikit terkejut menyadari pakaian yang semula ada di atas ranjang sudah tak ada..bukan itu saja..tas Ranselnya lenyap tanpa bekas..gadis itu membeku...


Masih memakai handuk tipis miliknya, Arrabell berusaha mencari karna mustahil hilang....


tiba-tiba dia mendengar suara tepuk tangan dari arah pintu dan ketika Arrabell menoleh dia membeku melihat sosok Kenan yang berdiri dengan tatapan tajam...


Arrabell begitu terkejut sampai ia menjadi histeris...


''Kau.......''


Kenan melangkah santai..dia datang di saat yang tepat,...Arrabell seperti makan malam baginya..pria itu tak sabar..


''Aku bukan hantu jadi jangan seperti itu menatapku Arra...''


Arrabell bergerak mundur dan seketika dia berlari ke arah pintu namun Kenan berhasil menangkapnya..


''Lepaskan aku..dimana pakaiannku dimana tas milikku, ponsel....katakan dimana Kenan...'' teriak Arra histeris..


Namun tatapan Kenan semakin dingin..


''Kau tak akan pernah menemukan apapun lagi Arrabell, semua dokumenmu akan aku hancurkan..kau tak akan pernah aku ijinkan pergi..''


''Kau sakit....lepaskan aku...aku kedinginan dimana pakaianku..''


Kali ini Kenan kembali tertawa..


''Malam ini kau tak akan pernah butuh pakaian bukan...aku tak akan melepasmu dan akan menghukummu di ranjang...sampai kau tidak bisa berjalan..''


''Kau benar-benar kejam...''jerit Arrabell mengutuk..


''Karna itu jika kau tau aku kejam maka jangan mencoba membuatku marah Arrabelle...''

__ADS_1


Airmata Arrabell menetes di wajahnya..ia sungguh tak mengerti mengapa Kenan bisa tau tempatnya menginap....bagaimana bisa...kini Arrabell seperti seekor burung cacat yang kedua sayapnya telah di patahkan...


''Mengapa kau bisa ada disini, dari mana kau tau aku disini.....''tanya Arrabell putus asa...


Kenan bersedekap...


''Kau ceroboh sekali...mengapa harus kabur dari rumah hanya untuk datang ke Hotel milikiu...''


''Apa.....Hotel ini milikmu..''


''Akan menjadi milik kita sayangku, karna kita akan menikah dengan segera..''


Arrabell menghela nafas berat, jadi arti mimpinya di mimpinya Kenan pergi..namun di kenyataan malah dia tertangkap...adakah yang lebih berat dari ini...Arrabell rasa tidak..ini yang paling berat..


''Menikah....apa kau tidak salah bicara Kenan...kau bahkan mencurigaiku..kau bahkan sangat kejam dengan ingin menghukumku..''ucap Arrabell tidak terima..


Kenan mendekati Arrabell dan tersenyum kepadanya..


''Aku bahkan telah tau kebenarannya dari awal..''


Arrabell mengangkat wajahnya...dan sialnya wajah mereka begitu dekat saat ini...


''Benarkah...haruskah aku bersyukur...''


Wajah Arrabell memucat...


''Uhug...uhug....aa...aku..''


''Ahh.....''


Arrabell terkejut ketika Kenan melum** bibirnya dengan lembut dan mencecapnya cukup dalam.


Keduanya kembali bertatapan....


Arrabell bergerak ingin menghindar namun tak mudah...kali ini..Kenan menarik tubuh Arrabell hingga jatuh ke dalam pelukannya...


Deg!!!!


Keduanya bertatapan..Kenan semakin merapatkan pelukanya...rasa panas itu kembali terasa memenuhi ruangan yang dingin..


''Aku akui kalau aku mengambil keputusan yang salah Arrabell...aku telah membiarkan mereka masuk kerumah dan malah ingin menyakitimu dan memfitnahmu..namun jangan khawatir..mereka telah mendapatkan hukuman yang pantas..''


Tubuh Arrabell bergetar takut, hukuman seperti apa yang di maksud Kenan..

__ADS_1


''Apa yang terjadi pada mereka..''


''Sssttt....jangan pikiran mereka lagi Arrabelle....aku tidak menyukainya..''


Suara Kenan berubah mendamba dan bagi Arra...dia sudah tau kalau pria ini menginginkannya..


hatinya menyimpan kesal...kalau sudah begini..bagaimana caranya pergi...? Sementara jemari tangan Kenan mulai menjalar di tubuh Arrabell yang mulus..


''Kenan.......''


''Jangan menghentikanku Arrabell.....kau harus ingat aku mengampunimu karna pelarian bodohmu hari ini..''


Gadis itu melonggarkan tenggorokannya....nafasnya menjadi tidak teratur ketika dengan jari kokohnya Kenan...melepaskan handuk yang sedari tadi membungkus tubuh polos Arra yang indah...tak lupa Kenan juga melepaskan pakaiannya dan melempar sembarang...


Harumnya tubuh Arrabell membuat pria itu menjadi mabuk karna rasa ingin menyentuh...dengan posesif...Kenan membimbing Arrabell hingga gadis itu terhempas ke atas ranjang dan segera Kenan menciumnya dengan panas...


Arrabell memejamkan matanya, membiarkan Kenan mengambil alih dirinya, percuma melarikan diri kalau akhirnya dia tertangkap...bahkan belum genap sehari dia pergi..


''Kenan......''rintih Arrabell memohon ketika bibir panas Kenan mulai menyentuhnya cukup ahli..


Kedua tangan Arrabell di cekal hingga gadis itu tak bisa meronta ketika Kenan mencumbuinya dengan begitu dalam...bibir Arrabell bengkak karna ciuman yang cukup kasar itu dan kini..bibir panas Kenan menjalar turun mendekati bukit sensitif yang menegang milik Arrabell..


Tubuh Arrabell yang masih muda, padat dan berisi sesuai dengan tempatnya membuat Kenan tak pernah bosan mengulumnya..


Arra mendesah....tubuhnya bergetar menggila ketika bibir panas Kenan tak beranjak dari dadanya dan menyedot seluruh miliknya yang penuh dan indah..Arrabell sungguh pasrah antara kenikmatan dan kebencian,...cara Kenan menyentuhnya cukup kasar dan membuatnya gila..yah...pria ini seolah tau cara melumpuhkan otaknya agar tidak bisa memikirkan hal lain selain menikmatinya..


Sampai Kenan merasa sudah cukup, pria itu bergerak naik, menyatukan diri dengan Arra yang pasrah...di bawahnya..hampir seminggu dia tidak bertemu Arrabell dan mau tak mau rasa rindu itu semakin menggebu dan pecah dalam penyatuan indah ini...


Tubuh Arrabell menerimanya dengan sepenuhnya membiarkan Kenan membawanya ke lautan kenikmatan dan menyelamnya bersama..Arrabell terlalu indah dan hal itu tentu saja membuat Kenan semakin kuat saja...tanpa sadar,..dia telah mengikis sosok Damian yang baik hati di dalam dirinya..Arra adalah kekuatannya dan Kenan tak akan melepaskannya...


''Oww....Arrabelln sayang...''bisik Kenan memacu tubuhnya di dalam diri Arrabell cukup kuat..


Arrabell hanya mampu meremas ujung sprei di sampingnya dan berusaha kuat menahan semua yang dia berikan Kenan kepadanya...setiap hari pria ini menyentuhnya dengan panas..dan Arrabell hanya bisa pasrah...harapannya telah pupus...dan hancur..


Airmatanya menetes ketika Kenan kembali terpuaskan oleh tubuhnya..Kenan memeluknya dengan erat dan tanpa dia duga telah menumpahkan benihnya di dalam diri Arrabell yang malang...


Ternyata dia hanya bermimpi....mengapa tidak jadi kenyataan saja...? batin Arrabell merasa marah....


Kenan kembali mengecup bibirnya ketika dia mencapai kepuasan, dan menarik Arrabell ke dalam pelukannya...


''Kita akan segera menikah Arrabell suka atau tidak...''desis Kenan penuh ancaman..


__ADS_1


__ADS_2