
Arrabell segera menaiki taxi yang dia pesan, lalu menghela nafas lega ketika dirinya sudah menjauh dari kediaman Kenan..
Gadis itu menghela nafas ketika dia sudah jauh pergi...sekarang bagaimana..ia harus segera melarikan diri dari kota ini kalau tidak mau tertangkap..Arrabell lalu memesan sebuah Hotel untuk beristirahat sebentar lalu mungkin dia akan menghubungi kerabatnya di luar negri..yang penting adalah pergi dulu dari Kenan...
''Nona kita sudah sampai di Hotel K..''ucap supir dengan ramah.
''Oh baiklah kalau begitu, aku akan turun..''
Dengan tergesa-gesa, Arrabell segera turun dari mobil dan melangkah cepat ke dalam Hotel K yang begitu megah di depannya..ia lalu segera memesan kamar Hotel dan masuk ke kamar..
Dan ketika membuka pintu kamar, satu hal yang di rasakan oleh Arrabell adalah dia benar-benar lega dan bebas untuk pertama kalinya jauh dari pria yang begitu kejam..yaitu Kenan..
Arrabell langsung melompat ke atas ranjang luas di depanya dan segera berbaring terlentang disana..bagai mimpi dia bisa keluar dari rumah itu, tubuhnya merinding membayangkan apa hukuman yang akan di berikan Kenan, matanya terpejam merasa ngeri ketika membayangkan sosok Kenan, sampai matipun dia tak akan mau kembali,...Arrabell lalu menghubungi kerabatnya untuk minta tolong...setelah itu dia membersihkan dirinya lalu tidur.
****
Kenan keluar dari ruangan khusus miliknya...Tomi baru saja di singkirkan dan saat ini dia harus menemui Arrabell..senyum Kenan kembali terbit ketika membayangkan Arrabell nya yang begitu cantik....gadis itu tidak bersalah jadi Kenan tak sabar untuk memberinya kejutan...sampai di ujung lorong langkah Kenan terhenti ketika Gavin tersungkur di depannya..
''Tuan Kenan....ampuni aku..''
Kenan mengerutkan kening, apa yang terjadi mengapa Gavin terlihat begitu ketakutan...?
''Katakan....''
''Nona Arrabell...dia memukulku sampai aku jatuh lalu dia pergi...dari rumah ini..''
Wajah Kenan berubah geram...
''Apa maksudmu kau...di kalahkan oleh Arrabele....pria itu mendekati Gavin yang pucat...pria itu mencengkram ujung dasi Gavin hingga leher Gavin seperti tercekik..atau kau sengaja membiarkan dia pergi..''
''Semuanya terjadi dengan cepat tuan...aku lelah dan tidak waspada ketika nona Arrabell memukul kepalaku..''
Kenan mengerang kesal ketika melihat bekas darah di kepala Gavin..tanpa menunggu...
Bughhh....
Sebuah pukulan mengenai dada Gavin hingga pria itu jatuh tersungkur..namun dengan cepat pria itu bangun berdiri walau menahan sakit..
Kenan sangat marah dengan tindakan Gavin yang ceroboh...Arrabell adalah miliknya dan tak seorang pun yang boleh memisahkan mereka..
''Jika kau bicara satu kebohongan lagi maka aku akan memotong lidahmu Gavin,...dan aku serius tentang adikmu di asrama..kau salah besar jika mengira aku akan berbelas kasih terhadapmu...aku bukan Dimitri kau harus ingat itu Gavin, jadi lebih baik kau jujur sekarang atau adikmu akan aku jual atau karna kau membuatku kesal setengah mati maka,...aku bahkan bisa membunuhnya di hadapanmu...Gavin...
Ucapan kejam itu terdengar mengerikan hingga Gavin tersungkur dengan kepala yang tertunduk...airmatanya menetes menyentuh tanah..
''Tuan Kenan....''
''Katakan dimana Arrabell sekarang, aku tau kau iba padanya karna perasaanmu pada adikmu Gavin...berita baiknya aku tak akan menghukum Arrabell kalau itu ketakutanmu...sebaliknya dia memang tidak bersalah..''
__ADS_1
Deg!!!
Kali ini Gavin mengangkat wajahnya menatap mata sang tuan sekali lagi ia bergetar ketakutan.
''Aku minta ampun padamu tuan Kenan.....aku hanya tidak tega melihat wajahnya..tapi jika tuan memang tidak akan menghukumnya maka aku akan menemukan Arrabell kembali..'
Shiit.........
Kenan melepas cengkraman kuatnya di leher Gavin dan menatap mata Gavin dengan tajam..
''Ini kesempatan terakhir untukmu Gavin,.....tapi jika kau terus membuatku marah maka aku..tidak akan mengampunimu...kau dengar itu...''teriak Kenan lantaang..
Gavin mengangguk...
''Aku minta maaf tuan Kenan, mulai sekarang aku akan menaati tuan Kenan tanpa ikut campur..''
''Bagus...pastikan kau terus mengingatnya Gavin...kita akan pergi sekarang untuk menjemputnya,.''ucap Kenan tegas.
''Baik tuan Kenan...''
''Kita akan pergi ketika malam sudah tiba...aku akan membawanya kembali padaaku...dan mengikatnya..''
''Tuan...apa maksudmu..''
Kenan tak menjawab Gavin namun dia melangkah meninggalkan Gavin dengan sejuta pertanyaan di benaknya..
************
Hari sudah gelap ketika Arrabell sadar dari tidurnya, gadis itu lalu membersihkan dirinya dan segera keluar dari Hotel..dia harus cepat menuju bandara dan menemukan penerbangan secepatnya..
Arrabell melangkah ringan menuju lift lalu keluar dari sana setelah melakukan pembayaran Hotelnya..dan ketika Arrabell keluar dari gedung megah itu, langkahnya terhenti ketika melihat sebuah taxi yang sudah terparkir di depannya...seorang petugas menghampiri Arrabell..
''Selamat malam Nona..jika anda butuh tumpangan maka silahkan naik taxi ini, karna dia baru saja menurunkan penumpang..''
Arrabell mengangguk lalu melangkah menuju taxi yang terparkir dan segera masuk..
Ada yang aneh..itulah yang dirasakan Arrabel ketika dia membuka pintu tadi...mengapa di dalam taxi begitu gelap..ini malam hari dan supir tidak menyalakan lampu..Arrabell menjadi sedikit curiga dan menyipitkan matanya..
''Tuan..mengapa anda mematikan lampu..''tanya Arrabell terkejut..
Hening...supir itu tidak menjawab perkataan Arrabell hingga gadis itu mulai cemas...jemarinya bergerak ke pintu mobil dan mencoba membuka, kalau berhasil maka Arrabell akan melompat..tentu saja dia sudah nekat..
Deg!!!!
Jantung Arrabell mulai berdebar terlebih supir ini mulai membelokan arahnya tujuan Arrabell, padahal Arrabell sudah mengatakan ingin ke bandara...
''Mengapa kau membelokan mobilnya..''Arrabell mulai menjerit panik, terlebih lagi ini sudah malam...
__ADS_1
Gadis itu akhirnya mencoba membuka pintu mobil namun sia-sia..pintu mobil terkunci...
''Bagaimana rasanya melarikan diri dari pemilikmu...''
Ekspresi Arrabell begitu terkejut ketika mendengar jelas kalau itu adalah suara Kenan...
''Kenan........''
Mobil seketika berhenti dan Kenan menoleh dengan tatapan beku..
''Beraninya kau mengelabui Gavin untuk membuatku marah..''
''Untuk apa aku bertahan dirumah itu hah...setiap detik bagiku seperti di neraka,...aku benci padamu Kenan...''teriak Arrabell histeris..
Kenan lalu membuka pintu mobil dan menarik Arrabell bersamanya..pria itu menyeret tubuh Arrabell dan menekannya di mobil....keduanya bertatapan tajam.
''Mengapa kau selalu ingin melarikan diri dariku hah...mengapa...'' teriak Kenan murka..
Airmata Arrabelle menetes...
''Setiap saat aku selalu takut padamu, kau pikir hubungan kita sehat...setiap kau bangun tidur aku..selalu bertanya apakah kau atau Dimitri.....aku lelah...bukankah kau hanya akan menyalahkan aku dan memilih saudaramu..''teriak Arrabell..
Hening..
Ucapan Arrabell membuat Dimitri membeku..mengapa ini terdengar menyakitkan...ia dengar,..
''Jadi kau lebih mengharapkan Dimitri..''
''Yah....setidaknya Dimitri lebih baik darimu Kenan....aku benci kau..aku sungguh tidak mengharapkan mu..''jerit Arrabell histeris..
Arrabell sungguh putus asa..lebih baik dia mati dari pada ia harus hidup bersama dengan Kenan....
''Apa......''
Kenan lengah ketika memegangi Arrabell, dan saat itulah Arrabell meronta melepaskan diri dan gadis itu berlari ke tengah jalan ketika truk besar melintas...
Kenan menoleh panik...
''Arrabell.........''
Tepat sebelum tubuh Arrabell di tabrak oleh Truk besar yang melintas...Kenan menariknya hingga truk itu menabrak Kenan..
Tubuh Kenan terlempar ke udara dan jatuh di aspal...
Arrabell membeku melihat Kenan langsung tak sadarkan diri...kepala Kenan di penuhi darah..
Arrabell gemetar......
__ADS_1
''Tidak....apa yang aku lakukan......''desahnya dengan airmata menetes..