
Mobil milik Kenan akhirnya berhenti di sebuah rumah di pinggir jalan, dia segera turun dari dalam mobil dan memasuki rumah kecil itu sembari mencari...yah...lokasi terakhir Arra terbaca disini..
Namun saat ini menghilang tanpa jejak sehingga Kenan begitu murka..ia tak pernah membayangkan kalau ia harus menghadapi situasi yang begitu mengerikan dalam hidupnya yah...hal yang paling di takuti Kenan adalah kehilangan Arra dan saat ini dia sedang merasakannya.
''Tuan.....kami tak menemukan jejak apapun...''
''Sebar lebih banyak anggota kita...aku tak ingin membuat satu peluang saja...cepat cari Arra dengan cara apapun Gasper...aku benar-benar tak akan mau kehilangannya..''
''Baik....tuan, oh....aku lupa memberi tahu tuan kalau sebenarnya Gavin juga Aston sudah meninggalkan negara ini...''
Kenan menoleh...
''Apa kau yakin.....''
''Ya tuan...salah satu anak buah kita melihat mereka di bandara...pesawat berangkat satu jam yang lalu..''
''Arrrrghhh......Gavin si penghianat itu...aku tak akan melepaskannya...cari tau di negara mana mereka tinggal karna aku tak akan melepaskannya sedikitpun..''
''Baik tuan Kenan......''
***********
Arrabell tak mampu menahan rasa bahagianya,..ketika melihat sebuah vila yang cukup tenang, mempunyai pemandangan indah di hadapan mereka, tentu saja ini akan menjadi rumahnya setelah pelariannya..syukurlah Gina punya kenalan dan ia bisa membeli vila ini..
''Nyonya bisa tenang sekarang...tak ada yang mengganggu kita lagi...''ucap Gina tersenyum...
''Yah...aku pikir kita bisa mulai menanam sesuatu di sekitar sini Gina...''
Gina memandang sebuah taman kecil dan mengangguk setuju...
''Tentu...tapi nyonya harus hati-hati karna kehamilan nyonya sudah semakin besar..''
''Yah....sudah 4 bulan..'' gumam Arra mengelus perutnya..
''Oya nyonya..di daerah sini ada klinik yang cukup bagus, nyonya bisa memeriksakan diri kesana..''
''Yah....aku akan kesana Gina...tapi nanti, aku ingin menelfon pengacaraku...aku ingin tau bagaimana Gavin dan kakakku Aston...apakah mereka baik-baik saja...''
__ADS_1
''Silahkan nyonya menelfon...mungkin saja mereka sedang menunggu kabar dari nyonya..''
''Kau benar Gina...''
Arra lalu mulai mengambil ponsel dan mencoba menelfon namun, sayang sekali ponsel milik sang pengacara tidak aktif..mungkin mereka sedang sibuk tentu saja...mereka baru saja tiba jadi mungkin Arra harus memberi waktu..
''Ponselnya tidak aktif...''
''Yah....baiklah nyonya, lebih baik sekarang istirahat aku akan ke super market sebentar untuk membeli bahan makanan untuk kita..''
''Aku ikut saja...''
''Tidak boleh nyonya, jika nyonya pergi mska nyonya akan lelah karna jaraknya lumayan jauh..''
''Tapi Gina..apakah semua akan baik-baik saja..''
''Seorang pelayan perempuan dia adik sepupuku dia akan memasak di dapur sembari menemani nyonya..''
''Baiklah...hati-hati Gina..''
''Tentu saja......''
Motor milik Gina akan memasuk sebuah parkiran minimarket namun sebuah mobil mewah menyerobot parkiran yang dia tuju, hasilnya Gina harus menelan kecewa dan mencari parkir yang terkena panas matahari...gadis itu menggerutu sedikit...padahal dia sudah lebih dahulu, mengapa mobil itu tampak sangat serakah..??
Gina lalu turun dari motornya dan membuka helm miliknya...dia baru saja hendak masuk ke area Mini market namun langkahnya terhenti ketika melihat sosok Gasper turun dari mobilnya, sontak Gina memutar tubuhnya melompat ke atas motornya dan segera memakai helm..tak lupa dia menurunkan kaca gelap hingga tak ada yang curiga kepadanya..
Jemarinya bergetar...bagaimana sekarang..jika dia pulang maka sia-sia perjalanannya kali ini sedangkan nyonya menunggu dirinya dirumah..
Aissshh...bagaimana ini..
Setelah menimbang sebentar Gina memutuskan dia akan masuk dengan memakai helm saja..meski dia sedikit sesak dan panas...
Gina menegakan tubuhnya dan melangkah masuk ke dalam mini market...ya ampun mengapa dia bertemu pria jahat ini..
**********
Gasper mendengarkan instruksi melalui earphone di telinganya sambil mencari beberapa Bir dan makanan karna Gasper di tugaskan tuan Kenan untuk menyisir lokasi di dekat sini karna terakhir kalinya jejak nyonya Arra menghilang disini..
__ADS_1
Tubuhnya yang kekar juga berotot menjadi pusat perhatian beberapa pengunjung, sebagian terpesona sebagian lagi takut...namun Gasper sama sekali tidak melihat mereka, dia cukup mengambil apa yang dia mau dan akhirnya menuju kasir..dan entah bagaimana..Gasper terkejut ketika dia menubruk seseorang dengan pakaian yang cukup aneh...dia memakai jas hujan besar dan helm yang menutupi wajahnya...entah dia seorang wanita tua atau muda...Gasper tidak tau...
Gina gemetar setelah tau dia malam menubruk tubuh besar itu...Gina tidak mengatakan apapun..karna dia terlalu takut sementara Gasper menurunkan pandangannya dengan penuh curiga...dia seperti familiar dengan sosok ini..gerakannya cara terkejutnya..
Tapi siapa...??
''Apa kau baik-baik saja..''
Gasper mengulurkan tangannya hingga Gina gemetar....dia lalu menunduk...tidak bicara dan hanya memberi isyarat kalau dia tidak apa-apa..hingga Gasper membeku...
Dia wanita yang bisu....jadi pria itu meletakan barang-barangnya di lantai dan membantu Gina memunguti semua barang belanjaannya yang jatuh...
Gina sangat gugup dan mulai mencakar kasar semua belanjanya dia ingin cepat lari dari tempat ini saja...
''Aku minta maaf...telah menabrakku..''
Gina mengangguk dan tidak bicara apapun, segera dia merebut belanjaannya dan menuju kasir dengan cepat...hingga Gasper mengantri di belakangnya..terus memperhatikan gerak gerik Gina yang terlihat gelisah...
Rasanya Gina ingin cepat membantu kasir menghitung semua belanjanya...namun ia harus sabar dan mencoba tenang karna Gasper berdiri persis di belakangnya hingga tubuhnya dingin...
Setelah menunggu dengan tidak sabar, Gina akhirnya mendapatkan giliran untuk membayar dan segera melangkah tanpa sedikitpun menatap ke arah Gasper yang menatapnya..
Pria itu semakin yakin dia mengenal wanita bermantel itu...namun entah dimana...tubuh Gasper cukup tinngi hingga dia bisa melihat tembus ke luar parkiran tepatnya pada wanita itu...sementara Kasir sedang menghitung belanjaannya.
Gasper terus menatap dengan tajam..berharap gadis itu membuka helm agar dia bisa memastikan sesuatu...dan akhirnya doanya terkabul ketika hendak pergi....motor gadis itu sempat berhenti dan ia mengibaskan rambut panjangnya...
Di saat itulah Gasper membeku ketika dia bisa mengenali wajah itu bahkan dari samping...
Gina.........??
Jantungnya berdebar kencang, Gina..wanita yang telah dia paksa untuk bercinta di dalam gudang miliknya...itukah sebabnya Gina terlihat panik berada di dekatnya...
Gasper mengepalkan tangannya...itu artinya dia tinggal di sekitar sini karna dia memakai motor....
''Silahkan tuan.....''ucap sang kasir setelah selesai menghitung belanjaan Gasper..pria itu menoleh gusar,..
Gina.....apakah dia bersama nyonya Arrabell, atau dia memang seorang diri....??
__ADS_1
Gasper tersenyum dingin.......