
Sebuah mobil memasuki sebuah gerbang yang cukup tinggi, sampai akhirnya mobil berhenti tepat di sebuah rumah yang sunyi..
Ansel keluar dari sana dengan dua orang anak buahnya tak lupa menyeret Arra keluar dari sana..mata Arra di tutup dengan sebuah kain berwarna gelap dan kedua tangannya di ikat ke belakang..
Arrabell di dorong hingga terhempas di tanah..
''Ansel.....apa yang kau lakukan ini...lepaskan aku..''
''Hahaha.....tentu saja aku akan melepaskanmu Arra sayang.''
Ansel memerinttahkan anak buahnya untuk membuka ikatan mata pada Arra, dan mereka melakukan seperti yang di perintahkan oleh Ansel...penutup mata itu di lepaskan dan Arrabell bisa melihat dengan jelas sekarang dan betapa terkejutnya dia menyadari kalau dirinya berada di sebuah tempat yang tidak di ketahui..dan Arrabell menjadi takut..
''Apa yang kau inginkan ini Ansel...mengapa membawaku kemari..''
Ansel tertawa sekali lagi hingga membuat Arra terdiam..
wanita itu mendekat dan menatap wajah Ansel dengan tajam..
''Taukah kau kalau sangat membencimu, dan satu-satunya alasanku membawamu ke tempat ini adalah untuk menghukum Kenan karna dia berani melupakan aku...setelah apa yang aku lakukan untuknya...dan untukmu Arrabell....aku akan menghukummu dengan berat karna apa....kau telah berani merebut Kenamn dariku..''teriak Ansel murka..
''Bukankah di masa lalu kau sendiri yang menolak Kenan...kau sendiri yang meninggalkan dirinya..untuk menikah dengan pria lain...Ansel..bukan salah Kenan atau salahku..tapi semua salahmu sendiri..kau terlalu serakah dan kau mendua..''
''Diam...''
Plak!!!!
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Arra hingga gadis itu meringis...airmatanya menetes di wajahnya...tak pernah dia bayangkan kalau Ansel akan menamparnya...saat ini...sudut bibir Arra berdarah....dan dia hanya meringis menahan sakit..
Dalam sekejap Ansel menjambak rambut Arra dan menariknya kuat....sinar matanya membara menahan benci..
''Wanita murahan sepertimu tak pantas untuk menasehatiku apa kau dengar...Arrabell...kau adalah wanita hina yang kebetulan memuaskan hasrat Kenan..jangan pikir kau di cintai Arra...karna dia hanya ingin menjadikanmu seorang budak dalam kedok pernikahan....jadi Arrabell jangan pernah bermimpi kalau kau akan bahagia selamanya karna Kenan tak akan pernah merubah sifat kejamnya menjadi baik hanya gara-gara wanita hina sepertimu..''
''Cukup Ansel....kau juga harus tau kalau aku tidak pernah menginginkan Kenan...kau tau itu...tapi dialah yang mendekatiku....tolong lepaskan aku Ansel...aku mohon..''
''Tidak akan pernah Arrabell....aku tak akan pernah melepaskanmu....aku akan menghancurkanmu...tapi aku tidak akan sendiri namun aku membawa seseorang dari masa lalu....''
Ansel tersenyum dingin lalu menepuk tangannya dan dalam sekejap seseorang muncul dari balik pintu...Ansel menoleh dan membeku ketika dia melihat seseorang pria yang begitu dia kenal...
Matanya menjadi basah oleh airmata..
__ADS_1
''Aston...''suara Arra terputus seketika...
Aston muncul dengan aura dingin yang begitu kentara..jalannya tidak lurus lagi namun sedikit pincang dan Arrabell yakin Kenan yang melakukan semuanya..
''Apa kabar adikku....'' desisnya penuh dendam..
Airmata Arrabell menetes ketika dia menyadari Aston lah yang membunuh ayahnya....
''Well.....baiklah Aston..mulai sekarang, adikmu adalah milikmu...aku akan meninggalkan kalian sebentar...agar kalian memiliki waktu untuk reuni..selamat tinggal Arrabell...''
Ansel melangkah menuju mobilnya hendak pergi namun Arra menggeleng takut jika Aston dulu telah membunuh ayahnya demi uang dia pasti dendam pada Arra dan akan membunuhnya..
''Ansel jangan tinggalkan aku....aku mohon...''tangis Arrabell putus asa namun..
Tentu saja Ansel tak akan pernah mau melepaskan Arra...enak saja...sudah susah payah dia menculik, mana mungkin dia mau melepaskan Arra...
Wanita itu kembali mendorong tubuh Arrabell hingga jatuh di rerumputan..lalu memerintahkan anak buahnya untuk segera meninggalkan Arrabell bersama Aston di rumah besar ini...
Arra gemetar...dia menoleh menemukan beberapa anak buah Aston keluar dan membentuk barisan untuk menjaga sementara Aston...tersenyum dingin dia mendekati Arrabell lalu menariknya berdiri...
''Bagaimana rasanya kembali pada kakak mu..''
''Kakak....kau menyebutmu seorang kakak Aston...tidak,...kau bukan kakak ku...kita bahkan tidak memiliki hubungan darah..lantas..mengapa kau masih berani bilang kau adalah kakakku...tidak ada seorang kakak yang membunuh ayah mereka, dan malah ingin menjual adiknya sendiri...kau sangat hina..''
Mendengar ucapan Arrabell membuat Aston membeku dia tidak membalas perkataan Arra sama sekali....namun mencengkram lengan Arrabell dan menyeretnya untuk masuk ke dalam rumah..
''Ayo masuklah di luar dingin..''
''Katakan apa yang kau inginkan Aston..katakan saja...apa yang kau harapkan kali ini...apa kau mau menjualku lagi..''
''Sssttt,....lebih baik kau diam Arrabell atau malam ini kau benar-benar akan aku jual..''
Wajah Arrabell memucat........akhirnya dia pun diam...ketika Aston berhasil membawanya masuk, ketika sampai di ruang tamu..Arrabell membeku ketika menyadari ruangan ini tampak berantakan, meski ada fasilitas lengkap...
Aston membawanya menuju sofa dan menuntun Arrabell duduk disana...lalu dia pun duduk...mereka saling menatap...
''Arrabell......''
Hening....
__ADS_1
Arrabell tidak menjawab namun sebaliknya dia hanya menatap wajah Aston yang tampak berantakan...padahal dulunya Aston terbiasa rapi dan berkelas..kini dia tak lebih dari sekedar pria malang sebatang kara..
''Katakan apa maumu Aston...jangan berpura-pura baik padaku...aku bahkan tidak pernah percaya padamu..''
''Benarkah...itu sebabnya orang bilang darah lebih kental dari air..''
''Apa maksudmu..'' Arra menoleh kesal..
Pandangan Aston menajam,....
''Meski kau tau ayahmu lah yang ingin menjualmu nyatanya kau tetap memujanya dan menyalahkan aku..yah...aku hanya anak angkat yang tidak tau diri karna membunuh ayah angkatnya..bukan begitu..''
Arrabell kembali meneteskan airmata, terserah apapun pembelaan Aston, nyatanya memang dia telah membunuh ayah....meski ayah jahat tapi dia tak seharusnya membunuh..
''Kau mulai mencari kesalahan ayah...apakah seperti ini dirimu yang sebenarnya..''
Aston tertawa namun ironisnya ada airmata yang tertahan di pipinya..hingga Arrabelle membeku...hatinya menjadi nyeri..
''Aston..........''
''Apa kau ingat ketika kau meminta pelayan membuka pintu gudang dan menemukan aku keluar dari sana dengan tubuh penuh luka...''
Arrabell mengerutkan kening...yah dia ingat...Aston bilang dia terkunci di gudang namun anehnya tubuhnya penuh luka ketika di tarik keluar oleh anak buah ayah...
''Apa yang sebenarnya terjadi...''
''Ayahmu pelakunya Arrabell..ketika dia marah karna kalah judi maka dia perlu pelampiasan dan akulah sasarannya...aku lah yang menanggung segalanya sedari kecil..hingga aku merasa dendam kepadanya dan dirimu...puncaknya ketika perusahaannya dalam masalah dan dia malah menjualmu pada tuan Kenan...yah...bahkan kau masih sekolah..kau tidak tau itu bukan..karna di matamu ayahmu yang bajingan itu tetaplah orang tuamu...namun bagaimana denganku...aku tak ingin di angkat anak hanya untuk pelampiasan kekasaraannya..dan begitu banyak perbuatan tidak adilnya padaku...''
Arrabell mengangguk dengan airmata yang menetes....
''Baiklah...aku minta maaf demi ayahku apa kau puas...aku pikir semua yang terjadi padaku selama ini adalah karna perbuatan ayahku yang jahat...jadi Aston..jangan kira aku hidup senang dan baik-baik saja...aku juga sama tersiksa sepertimu..''
Aston mengeraskan wajahnya..
''Bukankah kau telah menjadi nyonya Kenan....bukankah kau bahagia....''
''Tidak...kau salah Aston....aku tidak bahagia namun aku menderita....aku menderita...''isak Arrabell memalingkan wajahnya dengan kesedihan.....
Sementara Aston tak mampu berkata....melihat airmata Arrabell yang mengalir membuatnya tidak tega...
__ADS_1