Alter Ego

Alter Ego
Kita Bertemu Kembali


__ADS_3

Gina membeku melihat sosok Gasper mendekatinya dengan tatapan beku...gadis itu bangkit berdiri dan bergerak mundur dengan wajah yang ketakutan...


''Gasper...''


''Gina....kita bertemu kembali..''desis pria itu mendekat.


Tubuhnya yang jauh lebih tinggi membuat Gina sontak merasa ngeri...semua ingatan di masa lalu bagaimana pria ini memaksanya sangat membekas dalam ingatan Gina...


''Mengapa kau ada disini..''


Gasper mendekat hingga menjebak Gina di tembok kokoh restoran itu hingga wajah Gina semakin memucat...


''Aku datang untuk membawamu pergi....''


''Kau sudah gila...lepaskan aku..''


Gina memukul-mukul dada Gasper yang sekeras batu namun seperti biasa pria itu sama sekali tidak terganggu dengan penyerangan Gina..pria itu malah semakin menekan Gina hingga kehilangan kekuatannya,...


''Ssst...bukankah aku sudah bilang padamu Gina...jangan membuat dirimu sendiri lelah..bagaimana jika kau ikut aku tanpa kekerasan dariku...itu lebih baik..


''Aku tak akan pernah mengikutimu Gasper...aku harus menemani nyonya Arrabell di sini...''


''Hahah....tenang saja kau tak akan pernah berpisah dari nyonya Arra karna apa....kita akan pergi ke satu tujuan yang sama...apa kau dengar itu..''


''Aku tidak sudi..lepaskan aku atau aku akan teriak..''


Gina merasa gila ketika pria ini terus memaksanya tanpa rasa malu...betapa marahnya dia saat ini...jadi Gina tak ingin menyerah..ia melawan sekuat tenaga walau Gasper hanya tertawa melihatnya..


''Ssstt...kau hanya akan membuang waktu kita Gina..sekarang ayo ikut aku..''


Dengan sebelag tangannya, Gasper mencengkram dua tangannya dan menyeretnya melewati pintu samping..


Gina mulai panik dan berteriak kencang....ia terus meronta meski Gasper terus menariknya..


Dan sesaat kemudian, pintu terbuka dan sosok pelayan tadi yang memberinya minuman masuk..dia sedikit terkejut dengan pemandangan yang dia liat....


''Nona...aku mohon panggil polisi..pria ini akan menculikku..''jerit Gina mulai merintih..


Awalnya pelayan itu tampak iba, namun beberapa saat kemudian..pandangannya mulai mengeras....ia menatap Gina dengan dingin lalu beralih pada Gasper..


''Tuan...silahkan pergi dengan cepat...mobil anda sudah menunggu..''ucapnya dingin.


''Bagus,....aku suka cara kerjamu..''

__ADS_1


Gasper lalu memberinya uang yang cukup banyak...dan dia mengucap terimakasih...pemandangan itu sangat menyakiti Gina..bagaimana bisa wanita muda ini malah menjadi kaki tangan Gasper yang kejam...


''Kau....menjijinkan nona...bagaimana bisa karna uang kau melakukan itu...aku jamin kau tidak akan pernah tenang..''


Wanita itu tersenyum....


''Bukankah kau harus kembali ke tempat dimana kau berasal....pria ini adalah suamimu bukan..jadi jangan seperti gadis kecil yang melarikan diri dari rumah...dan satu lagi aku melakukan hal yang benar.....silahkan tuan, bawa istri anda pergi..''


''Apa......''


Gina menggertakan gigi ketika gadis ini malah bilang dia adalah seorang istri, itu artinya Gasper berbohong...?


''Ayo sayang..kita pulang..''bisik Gasper tertawa menang..


Gina tak bisa melawan ketika tubuhnya di dorong masuk ke dalam mobil dan pria itu segera menyusul masuk lalu menyetir sendiri meninggalkan Restoran..


''Bagaimana nyonya Arra.....tuan Dimitri akan marah padamu..dasar pria gila..''


''Tuan Kenan....kau salah mengenali sayangku..''


''Apa maksudmu....tuan Kenan...''


Pandangan Gasper mengeras....


''Tidak mungkin...''


Gina menggeleng sedih, lalu bagaimana nasib kak Arra...apa yang akan terjadi pada mereka berdua...? Tidak..dia tak boleh menyerah Gina harus mengirim pesan pada Arra agar dia bisa melarikan diri..


Namun ketika dia hendak membuka tasnya....Gina terkejut ketika mobil milik Gasper mendadak berhenti di sebuah Hotel yang tidak terlalu besar,...


''Ayo turun sayang..''


''Aku tidak mau...ya ampun..untuk apa kau membawaku ke Hotel Gasper..lepaskan aku..'' jerit Gina dengan wajah cemas..


''Turun sekarang atau aku akan menggendongmu..''


Sekali lagi pria ini memaksanya...Gina akhirnya terpaksa turun dari dalam mobil dan membiarkan Gasper menggenggam tangannya membawanya masuk...dan Gasper mulai memesan kamar...


Tak lama kemudian...


Gasper segera membawa Gina naik ke lantai atas dan menuju kamar yang sudah di pesan...


pintu terbuka dan pria bertubuh atletis itu tersenyum menatap wajah takut Gina yang kentara...

__ADS_1


Ia melangkah mendekati Gina sementara Gina bergerak mundur menjauhi Gasper..hingga tanpa sadar tubuhnya membentur sofa di belakangnya dan jatuh disana..


''Kau mau apa...aku mohon Gasper jangan menyakitiku..'' rintih Gina akhirnya memohon..


Gasper melepas jasnya berikut kemejanya.. Lalu menarik Gina berdiri sejajar dengannya sinar mata Gasper membara...mendekatkan wajahnya dengan penuh gairah..


''Jika kau tidak meronta, jika kau hanya pasrah maka kau tak akan tersakiti Gina....pahamilah bahwa kau adalah milikku sejak awal kita bertemu aku sudah tertarik padamu Gina...aku sempat kesal karna kau malah menghindariku di mini market kemarin...kau pikir kau bisa lepas dari ingatanku yah..''


''Apa...'


Gina baru ingat ketika dia memakai jas hujan dan helm..ironisnya Gasper masih mengenalinya..


''Aku mengenali milikku bahkan ketika kau masih berusaha menyamar..''desis Gasper tersenyum dingin..


''Aku....''


Pandangan mata Gasper berkabut lalu bibirnya mendarat mulus di bibir Gina yang merah merona..ia tidak membiarkan waktu berlalu begitu saja...ia tak butuh penjelasan gadis ini dia butuh Gina...untuk menjadi miliknya...


Tubuh Gina merinding menyadari Gasper sekali lagi mendapatkannya...ketika ciuman Gasper mulai menjalar turun, sontak Gina menghindar dengan menggeser tubuhnya namun..sia-sia..karna dengan mudah, Gasper menekan tubuhnya hingga gadis itu kehilangan tenaga...tangan Gina terkunci dan tak bisa menolak sentuhan bibir Gasper yang terlalu panas...


''Arrrgghh...''


Gina mengerang ketika bibir Gasper singgah di permukaan pa yu da ra nya dan melum**nya dengan gemas...Gina merintih ketika kedua tangan itu meremas bukit kembarnya dengan sedikit kuat dan kembali mengul***nya dengan haus..


Gasper menggila...seluruh tubuhnya bergetar menahan rasa nikmat...semua yang ada pada Gina membuatnya hilang kendali...mereka sudah tidak bertemu lama..dan kerinduan itu seakan menemui ujungnya...


Gasper menggertakan gigi ketika tubuhnya bergerak menyatukan diri dengan Gina..merasakan sensasi indah yang melambungkannya ke awan kenikmatan..Gasper kembali mencium bibir Gina dan menggerakan tubuhnya...


Sementara Gina mengeluh ketika ia merasakan sedikit nyeri ketika Gasper menyatu dengannya emang ini bukan yang pertama namun, tetap saja...Gasper terlalu keras...terlalu kuat memasukinya hingga Gina kehilangan tenaga..


Keduanya bertatapan ketika pria itu tersenyum menang....


''Gina....kau sangat indah dan hangat...''bisik Gasper dengan suara parau..sembari terus menciumi Gina yang pasrah di bawahnya...


Pria itu mulai menggerakan tubuhnya menyelami kenikmatan yang terlalu indah untuk dia rasakan..tubuh Gina seolah mengenali pemiliknya...hingga membiarkan Gasper menikmatinya sampai dia puas...


********


Penyatuan itu telah berkhir dan Gasper sedang membersihkan dirinya...kesempatan itu di gunakan Gina untuk mengirim pesan pada Arra.


Kak Arra..pergilah yang jauh setelah membaca pesanku karna yang kakak hadapi sekarang bukan Dimitri namun Kenan....aku mohon pergilah yang jauh...


Suara pintu terbuka membuat Gina sontak menyembunyikan ponselnya..dia begitu ketakutan kalau Gasper akan mengetahui segalanya...

__ADS_1


''Gina....apa yang kau lakukan...''


__ADS_2