Alter Ego

Alter Ego
Menyerah


__ADS_3

Gina mengendarai motornya cukup kencang dan akhirnya tiba di Vila...sampai disana dia segera turun dari motor dan melangkah menemui Arrabel yang juga turun dari lantai atas...


''Gina...''


''Nyonya Arra...''


''Gina...kita harus berkemas sekarang dan pergi dari sini...''


''Mengapa......''


Arra terlihat tergesa-gesa di bantu sepupu Gina untuk menaikan barang menuju mobil..


''Ada apa nyonya Arra....nyonya membuat aku bingung..''ucap Gina cukup terkejut..


Gina tidak tau sama sekali kalau Gasper adalah anak buah Kenan...


Arra mendekati Gina dan menyentuh bahunya..keduanya saling menatap tajam..


''Pengacaraku baru saja menelfon dan memberitahuku kalau..ponselku di sadap oleh Kenan...Gavin yang bilang jadi ketika aku menghidupkan ponsel maka dia akan tau tempat ini...jadi Gina..kita harus cepat pergi..''


''Oh...ya ampun ada apa dengan hari ini...baiklah...nyonya masuklah dalam mobil sekarang itu artinya kita tidak punya waktu di sini lebih lama.''


Arra mengangguk lalu segera masuk ke dalam mobil dan di ikuti Gina sedangkan di depan mereka tampak dua sepupu Gina seorang lelaki dan perempuan...


Gerbang di buka dan mereka meninggalkan tempat itu dengan cepat....untunglah Gina sudah membawa makanan pindah di mobil...


''Nyonya makanlah sedikit..''bisik Gina iba..


Nyonya Arra sebenarnya begitu di cintai tuan Kenan..dan seandainya jika harus kembali maka tuan Kenan pasti senang tapi..mungkin melarikan diri seperti ini membuat nyonya Arra lebih tenang.


''Terimakasih Gina..aku memang belum sempat makan tadi...''


''Yah...tenang saja nyonya, kita akan kembali berpetualang.''


''Petualang..''ucap Arra tertawa..

__ADS_1


''Ya....apakah nyonya tidak setuju dengan perkataanku..''


''Aku sangat setuju...aku tak pernah melakukannya sejak kecil dan ini pertama kalinya aku melakukan apapun yang aku suka..tidak buruk untuk tinggal di mobil...''


''Nyonya Arra tapi di kehamilan nyonya yang semakin besar kita tidak mungkin akan hidup berpindah-pindah lagi....''


''Jangan pikirkan hal itu Gina...anakku baik-baik saja...dia mengerti kalau ibunya ingin menghukum ayahnya...dia tidak menyulitkan aku...''


''Kau anak yang baik..''bisik Gina hati-hati...


Arra tersenyum, baginya Gina bukan hanya pelayan namun sudah seperti adiknya..yah,...Gina tidak meninggalkannya ketika dia sedang sendiri..atau ketika dia memberi kesempatan Gina pergi bersama kekasihnya Gavin,..Gina memilih setia bersamanya..


''Terimakasih Auty Gina,...''


''Aunty...''ulang Gina antusias..


''Yah...mulai sekarang jangan memanggilku nyonya...aku telah menganggpmu adikku kau harus memanggilmu kakak..''


''Jangan begitu nyonya,....''


Gina hanya tersenyum bahagia juga bangga,...tentu saja siapa yang tak mau menjadi adik seorang wanita yang cantik dan baik ini..?


''Kakak....''


''Yah....aku senang dan nyaman mendengarnya Gina,...''


''Baiklah kak Arra....terimakasih..'


Arra mengangguk lalu keduanya saling memeluk di dalam mobil, entah sekarang mereka mau kemana lagi tapi yang jelas Arra menolak menyerah pada Kenan...ia akan terus berlari sampai akhirnya takdir memintanya berhenti..


Mobil itu melaju keluar dari desa itu...dan pandangan mata Arra menangkap beberapa mobil yang memasuki desa...sontak wajah Arra menjadi pucat tidak salah lagi kalau itu pasti adalah anak buah Kenan..pria itu bergerak cukup cepat untunglah..bukan dia dan Gina yang duduk di bagian depan mobil kalau tidak maka anak buah Kenan akan mudah menangkap mereka..yah..tentu saja...betapa takutnya Arra...


''Nyonya....jadi itu anak buah tuan Kenan...''


''Yah...apa kau ingat pria yang kau kenalkan sebagai teman barumu di Mini market...siapa namanya..''

__ADS_1


''Gasper..''ucap Gina dengan susah payah..


''Yah...dia namanya Gasper dan kau tau Gina..dia adalah anak buah kepercayaan Kenan sekarang jadi ketika kau melihatnya di jalan maka hindarilah dia mengenalimu dan akan menangkap kita..''


''Apa...dia mengenaliku..''


''Ya...dia mengenalimu, waktu kau pulang dalam keadaan yang menangis...tak ada sesuatu yang terjadi bukan...''tanya Arra takut...


''Tidak...''balas Gina dengan mata berkaca-kaca, dia berusaha menutupi isi hatinya.....


''Baguslah Gina aku bisa tenang sekarang, antara Gasper dan Gavin mereka saling mempertahankan posisi di hadapan Kenan, sementara Gavin memihak Dimitri yang baik maka...Gasper yang licik dengan mudah menyingkirkan posisi Gavin terlebih Kenan juga sama liciknya..''


''Begitu yah...''


Gina menyandarkan tubuhnya di sandaran mobil dan memejamkan matanya..jadi perlakuan Gasper padanya juga adalah sebab dendam pribadi antara dirinnya dan Gavin dan sialnya...Gina berada di tenga-tengah mereka..meski dia beruntung Gavin telah meninggalkan tempat ini..


''Sangat mengerikan kalau begitu.''ucap Gina menyembunyikan rasa sakitnya..


Pria itu sangatlah kejam...


Arra menyandarkan tubuhnya sambil memejamkan matanya..menikmati udara segar yang di biarkan masuk melalui jendela mobil yang di biarkan terbuka..


Untuk sementara mereka tinggal di sebuah Hotel untuk lebih memudahkan mereka untuk berpindah tempat..yah...Arra berharap kalau Kenan tak akan menemukan mereka kali ini dia sungguh berharap....


********


Kenan sudah patah arah, kali ini dengan kekuasaannya dia bahkan tak bisa menemukan keberadaan Arrabell...moodnya berubah menjadi semakin dingin dan kejam..dia bahkan menebar ancaman di setiap pertemuannya dengan para pembisnisnya..


Kenan begitu merindukan Arrabell sampai dia benar-benar tidak bisa fokus...bagaimana anaknya, bahkan Kenan belum menyentuh perut Arra satu kali pun..hanya Dimitri yang melakukannya...jadi Kenan benar-benar putus asa sekarang...


Sesaat kemudian...


Sebuah deringan di ponsel memecah konsentrasi Kenan..dia mengambil ponsel dan bicara...


Tak lama kemudian senyumnya mengembang disana....

__ADS_1


__ADS_2