Alter Ego

Alter Ego
Vloger 2


__ADS_3

Mala ingat di grup chat sekolah, Zee si anak youtuber mengumumkan akan membuat live streaming di RSJ Lama. Apa itu RSJ Lama, Mala tidak tahu. Tapi banyak teman-teman yang antusias dengan rencana Zee.


‘ sekarang aku di lorong, guys..’ terang Zee. Kamera menyorot kondisi ruangan dengan lorong yang panjang dan gelap. Ada juga beberapa pintu menuju ke ruangan lain.


Mala kaget melihat kondisi ruangan itu.


‘ Guys, disini dingin banget rasanya. Eh, suara apa tuh..’ terdengar suara aneh menyerupai garukan tertangkap. Disusul teriakan panjang melengking yang membuat Zee melompat kaget.


Mala menghela nafas dan geleng-geleng kepala. Dia familiar dengan suara itu. Suara hantu.


Perasaannya tidak tenang. Segera dia memperingati Zee agar keluar dari sana lewat komentar.


Sekian menit berlalu. Kelihatannya peringatan Mala tidak digubris Zee. Tertimbun ratusan komentar lainnya.


Mala hanya menghela nafas lagi.


“ Dasar anak zaman sekarang nekat cuma buat eksis.. ga di bantu tuh” sela Mala geli dengan ekspresi Zee. “ wah, penghuninya banyak.. gimana kalau dia kenapa-kenapa?”


“ Itu adalah kesalahannya sendiri. Biarkan dia sendiri yang menanggungnya. Kita tidak perlu ikut campur. Toh, aku sudah memperingatkannya ”


“ Jahat banget, Mala..”

__ADS_1


“ Semua makhluk disana terlalu banyak buat kita ikut campur, kan. Kalo cuma segitu, paling banter Zee gila aja. Jangan lupa, gara-gara kelakuanmu, satu sekolah jadi heboh dan aku belum ngobrol sama sekali sama Resti dan Putri ” kata Mala.


Malam Cuma cengengesan. “ Sorry, deh”


Zee terus melakukan penelusuran di bangunan itu tanpa menyadari bahwa banyak tatapan tidak suka terarah dari makhluk tak kasat mata.


...


“ Ok guys, lanjut ke ruangan ini ya. Hem, kayak ini bangsal pasien ya..” celoteh Zee penuh semangat di tengah suasana sepi dan mencekam.


Sedari tadi tengkuk Zee memang berdiri. Insting pertahanan dirinya juga mengeluarkan warning untuk meninggalkan tempat ini. Tetapi jumlah like dan komen semakin bertambah membuatnya termotivasi.


“ sekarang aku di lorong guys..” terang Zee. Kamera dia arahkan ke lorong. Gelap dan suram.


“ Guys disini dingin banget rasanya.” Komentarnya. Beberapa komentar muncul. Ada yang menyemangati ada juga yang menyuruh pulang.


Grrrrkkk


“Eh, suara apa tuh..”


Suara aneh membelah kesunyian. Zee sekuat tenaga memberanikan diri tetapi tubuhnya sepertinya tidak berbohong. Tangannya gemetar hebat.

__ADS_1


Suara itu berubah nyaring saling sahut menyahut. Menambah kengerian gedung itu.


Dia pegang HPnya dengan kedua tangannya agar stabil. Dikumpulkannya seluruh keberaniannya.


Bulu romanya berdiri. Zee merasa ada yang menatapnya dari belakang. Saat berbalik, tidak ada siapa-siapa.


Ggggrrrrkkk...


Zee ingin berlari, tetapi banyak komentar yang memintanya mencari.


“ Demi konten..” tekat Zee. Dia mendekati sumber suara yang berada di salah satu ruangan dekat posisinya saat ini.


Lampu kamera menyorot ke dalam. Tak ada apa-apa. Zee agak bernafas lega. Tetapi, nafas leganya berubah menjadi nafas tercekat saat melihat tampilan video streaming menangkap sosok berambut panjang berantakan dengan baju biru penuh bercak darah. Dia melompat ke arah Zee


Reflek Zee mundur. HPnya terjatuh. Semua keberanian yang dia kumpulkan untuk membuat konten meluap. Dia berlari kencang menuju jalan keluar. Di belakang, hantu itu mengejar.


Zee sampai di depan pintu keluar. Tapi, pintu terkunci rapat. Padahal pintu itu saat masuk tadi tidak dikunci.


Hantu itu berhasil menyusul Zee. Zee tidak berkutik.


Jeritannya melengking pilu membelah keheningan malam.

__ADS_1


__ADS_2