
Kenan sama sekali tidak menyangka kalau ternyata syarat yang dia minta di setujui oleh Ara dengan begitu cepat di saat itulah dia sadar kalau Arra sebenarnya adalah wanita yang sangat baik...dia tidak tega kalau orang lain menderita karna dirinya..tentu saja meski tentang mereka Kenan cukup untuk sadar diri kalau dia telah menyakiti Arra begitu dalam hingga mungkin tak ada kesempatan di hati Arra untuk dirinya..
Kenan tetap akan menunggu hingga perasaan Arra sempurna hanya untuknya...
Wanita itu lantas mendekati Kenan dan menajamkan tatapannya..
''Jangan pernah berpikir kalau hubungan kita akan menjadi lebih baik karna aku sama sekali tidak akan memberimu kesempatan..''
Arra berbalik namun Kenan mendekapnya dari belakang hingga wanita itu membeku..
''Aku tau....aku tau perasaanmu masih sangat membenciku Arra....tapi aku tak akan pernah mau menyerah....tenanglah karna aku hanya akan memanfaatkan waktu dengan baik...''
Arra menghempas pelukan Kenan padanya lalu menatapnya dengan tajam..
''Terserah...''
''Baiklah kau mau tidur di kamarku atau kamarmu..''tanya Kenan antusias..
''Kamar ku lah...''ucap Arra dengan ketus lalu melangkah keluar kamar sementara Kenan tersenyum puas..
Pria itu lantas melangkah mengikuti Arra dari belakang, pria itu cukup bahagia..karna selama 3 bulan terkhir ia akan bersama dengan Arra, sekamar paling tidak itu menjadi obat rindunya...
Mereka lantas masuk ke kamar sementara Arra langsung menuju ranjang untuk duduk...sejak kehamilannya membesar, wanita itu sulit berbaring, seringkali bayinya menendang dan membuatnya kesulitan tidur..
__ADS_1
Kenan melangkah mendekati Arra yang duduk gelisah...
''Apa kau baik-baik saja, apa kau butuh sesuatu sayang..''
''Tidak...tidurlah lebih dahulu, aku biasa mengalami ini...''jawab Arra dingin.
Kenan hanya diam dan memperhatikan Arra yang sedang duduk paling jauh darinya...
keduanya bertatapan.
''Taruh bantal di tengah kau tidur paling jauh dariku apa kau mengerti..''tatap Arra tajam.
Kenan mengangguk..
Setelah menyadari kalau Kenan sedang fokus dengan ponselnya, Arra lalu berbaling memunggungi suaminya, lantas mencoba untuk tidur sebentar karna dia sudah sangat lelah.
Arra menjadi lebih tenang sekarang, wanita itu lantas mulai bersadar miring di ranjang dan mencoba memejamkan matanya...rasa kram itu mulai menyerangnya tiba-tiba, tentu saja ini di luar prediksinya...Arra memejamkan matanya berusaha menahan rasa kramnya dengan mulai mengusap permukaan perutnya..
Dia mulai gelisah..
Sampai akhirnya, Kenan pun menyadari ada yang salah dengan istrinya...
''Arrabell...''
__ADS_1
Arra tidak menjawab hingga Kenan seketika bangkit dari ujung ranjang dan mendekati Arra yang sedang merintih..
Pria itu membeku di tempatnya ketika melihat Arra sedang kesakitan..
''Arra......''
Kenan mendekat hingga menyentuh Arra yang sedang berbaring...
''Aku baik...tidurlah..''
''Apa kau tidak nyaman..''
Mata Arra terbuka sempurna dan bertemu dengan mata Kenan yang tajam..ia berusaha untuk duduk dan menegakan tubuhnya,
berharap rasa kram itu akan hilang darinya..namun tetap saja...ia semakin merasakan kram itu menyerang dirinya...hingga akhirnya Arra mengeluh sendiri...
''Sakiittt....'' desahnya mulai meneteskan airmatanya sambil memejamkan matanya..keringat mulai membasahi wajah Arra..
Disaat itulah Kenan membeku, menyadari betapa menderitanya Arra mengandung anaknya,..pria itu segera meraih tubuh Arra hingga mengatur posisi bantal yang pas agar Arra bisa bersandar dengan nyaman..
Sementara itu Kenan menyentuh permukaan perut Arra dengan lembut dan menggerakan tangannya perlahan...lalu berbisik...
''Anakku........''
__ADS_1
Arra menatap Kenan dengan lemah...