Alter Ego

Alter Ego
Tak Terima


__ADS_3


Pandangan Arra mengeras melihat Gina yang terlihat bingung. Arra lebih respek pada Gavin dan dia benar-benar menyimpan harapan kalau suatu saat Gina akan bertemu kembali dengan Gavin karna bagaiamanapun mereka berpisah karna Arra yang saat itu tak bisa ikut ke luar negri..tapi begitu masalah ini selesai, begitu ia dan Dimitri bercerai baru rencananya Arra akan membawa Gina ke luar negri untuk bertemu dengan Gavin..


''Apa kau benar-benar melupakan Gavin..'' desak Arra tak terima.


''Sayang...aku mohon kau harus tenang, kau sedang hamil dan Gina..bagaimana pun dia punya hak pribadi untuk memilih siapa pasangan hidupnya..''


Arra menoleh gusar..


''Bukankah kau harus mendukung aku Dimitri..ngomong-ngomong bukankah kau terlihat aneh jika dekat dengan Gasper...dia adalah anak buah Kenan..''


Deg!!!!


Kenan mengeraskan wajahnya..


''Baik Gavin atau Gasper mereka sama-sama bekerja kepadaku jadi Arra tidak masalah kalau aku bersikap adil..''


''Tapi aku tidak...aku janji pada Gavin akan mengembalikan kekasihnya..bagaimana mungkin,....''


''Kami sudah putus nyonya Arra....''


Arra menoleh gusar..


''Apa maksudmu..''


Gina mengangguk dengan mata berkaca-kaca...


''Aku dan Gavin sudah putus..dan aku memilih Gasper..''


Brakkk!!!


Arra menggebrak meja, emosinya memuncak pagi ini...Arra bangkit berdiri dan menggeleng..


''Silahkan sarapan saja...aku sarapan di kamar..dan untukmu Gina...berhentilah menemuiku..kau mengerti..'''


''Nyonya Arra...''


''Diam...hubungan persaudaraan di antara kita putus..'' desis Arra kesal..


Arra meninggalkan ruang makan dan membuat Gina sungguh merasa bersalah apalagi pada tuan Kenan.


''Aku minta maaf tuan Kenan....mood nyonya Arra jadi buruk karnaku.''


''Well.....dia sangat sensitif sekarang, jadi turuti saja maunya...untuk persiapan pernikahan kalian lakukanlah...aku mendukung..selamat untuk kalian berdua..''ucap Kenan tersenyum..


''Terimakasih tuan Kenan..''ucap Gasper menunduk patuh.


Sementara di dalam kamar...


Arra melangkah menuju balkon dan menghela nafas panjang memalingkan pandangannya ke sekeliling yang terlihat hanyalah pantai dan lautan biru...


Harapan Arra untuk pergi meninggalkan pulau ini semakin berat dengan kenyataan kalau Gina memilih menikah dengann Gasper pria bertubuh besar itu...Arra mengerang marah..mengapa Gina bisa tergoda dengan pria itu sementara dia punya kekasih...hoh rasanya Arra sungguh tak percaya ini...bagaimana bisa Gina menghianati Gavin dan juga Arra sekaligus, lalu memilih seorang pria yang bahkan tidak bisa di bandingkan dengan Gavin...


Sekarang bagaimana....

__ADS_1


Arra tertunduk lemah..dia berusaha memikirkan bagaimana caranya pergi dari sini..membawa Gina bersamanya..yah...mungkin dia harus membujuk Gina lagi...saat ini Gina sedang kehilangan pikiran sehatnya..bisa saja Gina di ancam...jadi Arra akan mencoba berbicara sekali lagi dengan Gina....yah...semoga saja Gina berubah pikiran dengan mengikuti keinginan Arra..dia akan mencoba segala cara untuk melepaskan diri dari cengkraman Dimitri atau Kenan.


***********


Dua hari kemudian....


Gina duduk di pinggir pantai sembari memegang sebuah foto yang menampilkan dirinya dengan Gavin...mereka tampak serasi bersama dan bahagia...begitu indah segalanya dulu...namun memang takdir tak dapat di tebak..ia malah terjebak dengan seorang pria yang jauh dari pikirannya...Gina cukup syok namun pada akhirnya dia bisa menerima keadaannya...Gasper juga tak kalah baik padanya meski ketika orang melihatnya pertama kali mereka akan salah paham dan mengira dia adalah pria yang jahat..


Gina lalu bangkit dan kemudian merobek foto mereka menjadi beberapa bagian kecil dan meleparnya ke bibir pantai dan membiarkan foto itu mulai hanyut terbawa air laut...


Mata Gina terpejam dengan sisa airmata yang menggenang di wajahnya..


''Selamat tinggal Gavin...semoga kau bisa berbahagia...''


Gina menyusut airmatanya dan masih duduk disana menatap sunset yang cantik...dan terus mengenang masa lalunya...kini Gina memilih melepaskan segalanya pada takdir.


Setelah hampir malam, Gina bangkit berdiri dan bersiap melangkah...namun langkahnya terhenti melihat Gasper berdiri menatapnya....


''Gasper...''


''Apa kau sudah berhasil membuang masa lalumu Gina..''


Gina mendekati Gasper dan tersenyum...ia lantas mengangguk...


''Apa kau marah padaku...''


Pria itu tersenyum...


'Tidak....mana mungkin aku marah, aku hanya sedikit cemburu..''


''Aku mencintaimu Gina...dan aku tak sabar lagi menunggu waktu dimana kita akan menikah...''bisik Gasper lembut..


''Yah....bagaimana kalau kau pulang saja...aku harus kembali ke kamarku Gasper..''bisik Gina lembut..


''Tubuhku sedang lelah, apakah kau bisa menolongku..''


''Kau sakit...''tatap Gina dengan kerutan di dahinya, dia terlihat cemas.


''Yah...aku sakit dan hanya kau yang bisa menyembuhkan aku...''


''Hah.......''


Gina terkejut ketika Gasper menggenggam tangannya dan menariknya menuju ke rumah miliknya sendiri..yah..tuan Kenan telah memberikan salah satu rumah yang sedikit jauh dari rumah utama milik tuan Kenan..jadi disana adalah daerah privasi baginya..


Di dalam kamar,...


Dua anak manusia sedang berpacu dalam percintaan panas..tubuh Gasper melingkupi tubuh Gina yang berada di bawahnya...menggerakan tubuhnya dengan iramanya yang cukup cepat dan membuat Gina sedikit kewalahan...tapi dia bisa mengimbangi permainan Gasper...


Bibir panas Gasper tertahan di ujung pa yu da ra Gina dan bermain disana...sementara gadis itu hanya merintih...pelan...tubuh keduanya bersatu dalam percintaan panas yang begitu nikmat..


Malam itu, Gasper tidak melepaskan Gina...yah...setelah menyatu dia menjadi candu dan selalu ingin menyentuh Gina...


''Aku mencintaimu Gina...''


''Aku juga mencintaimu Gasper...'' bisik Gina sembari menahan gempuran seorang Gasper yang teramat kuat..

__ADS_1


*************


Gina keluar dari kamarnya pagi ini namun seorang pelayan mendekatinya dan berbisik..


''Gina....nyonya Arra memanggilmu ke kamar, kata nyonya ini sangat penting jadi kau harus cepat..''


''Harus cepat..''ulang Gina mengigit bibirnya...


''Baiklah...aku akan menemui nyonya, terimakasih sudah memberitahuku..''


*************


Arra duduk di tempat yang sama yaitu di pinggir balkon, dia tampak yakin dengan apa yang akan dia ucapkan pada Gina hari ini, kebetulan Dimitri tak ada sedang pergi bersama Gasper memakai Heli...entah kemana mereka...jadi ini kesempatannya bicara dengan Gina.


Pintu kamar di ketuk pelan, untuk sesaat kemudian terbuka begitu saja...dan Gina masuk lalu menunduk..


''Nyonya Arra....''


''Masuklah...aku tak sabar lagi ingin bicara padamu Gina...''


''Yah...katakan nyonya..''


Gina mengambil tempat duduk di depan Arra hingga mereka saling menatap..


''Coba tebak....pagi ini aku menghubungi siapa..''


''Aku tidak tau...''


''Aku menghubungi Gavin dan kau tau...dia mengatakan padaku kalau dia akan menunggumu dalam keadaan apapun...''


''Apa maksud nyonya Arra...'' suara Gina tercekat..


''Aku melihat semalam kau dan Gasper kerumah miliknya...aku bisa merasakan apa yang terjadi dan aku rasa mungkin Gasper telah memaksamu Gina..jadi yang perlu kau lakukan adalah batalkan rencana pernikahan kalian yang bodoh dan ikut aku...begitu Dimitri pulang aku akan menagih surat cerai dan bisa pergi dari pulau...kau bisa ikut denganku Gina..''


''Apa yang nyonya lakukan ini....''


''Apa maksudmu Gina..''


''Hubunganku dan Gavin sudah selesai dan satu hal yang aku akan tegaskan padamu nyonya..baik aku atau nyonya tak akan bisa pergi dari pulau ini...''


Wajah Arra menjadi pucat...


''Apa maksudmu..''


'Yah...karna tuan Kenan tak akan membiarkannya...''


''Kenan.....apa kau sedang bercanda..dia itu Dimitri....''


Suara Arra tercekat menyadari sesuatu...


''Gina.....apakah selama ini yang bersamaku adalah....''


''Yah....dia adalah tuan Kenan bukan Dimitri...''


''Apa...''jerit Arrabell histeris,..

__ADS_1



__ADS_2