Alter Ego

Alter Ego
Rasa Iba


__ADS_3

''Apa maksudmu kau tidak bahagia...''


Arrabell menyandarkan tubuhnya...


''Aku juga tidak membayangkan kalau hidup akan kejam padaku...andai saja waktu dapat di putar kembali Aston....lebih baik kau menjualku waktu itu dari pada aku terjebak bersama Kenan Owen...''


''Ide menjualmu juga bukan hal yang baik Arrabell.....setelah aku di tangkap oleh Kenan, dia menyiksaku hingga aku hampir mati..beruntung salah satu anak buahnya melepaskan aku....dia pikir aku sudah mati.....saat itulah aku menyesal dan ingin mencarimu lalu minta maaf, agar aku tenang Arrabel..tapi yang aku dapatkan malah sebaliknya, kau sudah menikahi Kenan Owen dan menjadi istrinya.....kekejaman Kenan seolah kebal kepadamu atau kau mungkin sudah menangklukannya..''


''Tidak ada yang bisa merubah orang lain selain diri mereka sendiri...aku terjebak dengan seorang pria yang kejam bahkan tidak punya hati seperti Kenan....namun aku juga tak bisa melawan...Aston..satu-satunya hal yang bisa membuatku tenang adalah aku sedang hamil anakku...''


''Kau hamil dan itu milik Kenan..''ucap Aston dengan nada kecewa..


''Yah....aku sedang hamil anaknya, aku tidak tau ini berita baik atau justru buruk...aku menyimpan harapan bisa hidup sendiri bersama anakku saja..''


''Itu mustahil...Kenan pasti sedang mencarimu sekarang...''


Arrabell tersenyum sedih...ketika airmata bening itu kembali lolos dari matanya..


''Aku tak ingin kembali kepadanya Aston..''


''Aku ingin tau dimana Ansel menemukanmu dan membawamu kemari..''


''Aku di apartmenku ketika Ansel menculikku aku tinggal sendirian...tapi bagaimana kau bisa bertemu dengan Ansel..dimana kau mengenalnya Aston.'' tanya Arra selidik.


Aston menghela nafas...


''Seperti yang aku bilang bahwa seorang anak buah Kenan lah yang menolongku mulai dari sana aku memata-matai Ansel dan ketika dia di usir akulah yang menolongnya dengan alasan aku punya dendam kepadamu...''


''Karna itu Ansel menyerahkan aku kepadamu..'


''Yah...dan lihatlah dia berhasil...Kenan tak akan mungkin tau tempat kita Arrabell...kalau itu maksudmu karna Ansel sudah berjanji....''


''Apa....''


Arrabell bangkit dari sofa dan melangkah menuju jendela dia memandang ke luar dan memandang sekitar,..memang di tempat ini sangat sepi dan gerbang yang tinggin itu cukup untuk melindungi pandangan orang dari luar, tapi tidak dengan Kenan..dia tau bahkan sampai ke lubang semutpun Kenan akan menemukannya..


''Arrabell....mengapa kau diam...''


Saat itulah Arra memutar tubuhnya dia mendekati Aston dan menatapnya penuh harap,...


''Kau benar-benar menganggapku sebagai adikmu bukan..''

__ADS_1


Aston mengangguk...memang awalnya dia membenci Arra karna perbuatan ayahnya namun setelah dia melihat dan menyadari keadaan Arra....ia pun berubah menjadi ingin melindungi Arra..bagaimana pun mereka tubuh bersama..jadi dia menyayangi Arrabell dari dalam hatinya...


''Tentu saja,..jika aku tidak menganggapmu adikku maka sejak tadi aku pasti sudah menyiksamu Arrabel..''


Arra pun tersenyum lega, satu harapan besarnya adalah pergi jauh dari jangkauan Kenan dan hidup tenang jadi Arrabell akan melakukan apapun demi mewujudkan kebebasannya..


''Aku tau..hatimu lembut dan tidak tega padaku Aston jadi ini kesempatanmu untuk membuktikannya kepadaku kalau kau bisa melindungiku dari Kenan...''


''Apa rencanamu Arrabell...''


''Kau harus membawaku pergi dari sini tentu saja...kau bisa melakukannya bukan.....Aston..tolonglah..'' ucap Arrabell menyentuh ujung jas milik Aston..i


Hingga pria itu hanya terdiam membeku di tempatnya..membawa Arra pergi...senyumnya seketika mengembang ia menatap Arra dengan lekat...yah....dia akan membuat Arra hidup bebas dengan begitu Aston bisa membalaskan dendam kepada Kenan karna telah menyiksanya...dan balas dendam kali ini tentu akan membuat Kenan mengerti bagaimana rasanya kehilangan..


Aston akhirnya mengangguk dengan cepat...


''Apa kau yakin ingin pergi Arra...''


''Aku tak pernah seyakin ini Aston...jadi bisakah kau membawaku pergi...''


Aston akhirnya mengangguk...


''Yah.....kita akan pergi Arrabell....sekarang juga...''


''Aku yakin sekarang karna mungkin, Kenan sudah mengirim orang-orangnya kemari..tak ada waktu untuk berdiam diri atau dia akan menemukan kita Arra..''


Arrabell mengangguk patuh..Arra segera menghambur memeluk Aston, mendekapnya dengan penuh haru...dan pria itu juga merasakannya...keharuan yang sama...


''Aku mungkin akan lupa atau tidak sempat mengatakannya Aston...tapi terimakasih atas cintamu pada adik kecilmu ini...maafkan aku telah membencimu..''


Aston mengusap rambut Arra dengan sayang..


''Arrabell.....aku akan selalu ada untukmu ingat....karna aku adalah kakakmu...terimakasih sudah memaafkan aku.....''


Keduanya saling melemparkan senyum..ada kelegaan ketika mereka saling mengampuni..


''Ayo kita berangkat sekarang...''


''Baik..''


Arra memeluk perutnya sembari melangkah keluar dari rumah besar itu...ia tak sabar untuk segera meninggalkan kota ini....

__ADS_1


****************************************


Betapa murkanya Dimitri mendapati Arrabell benar-benar menghilang, ia sampai di apartemen dan memang tak ada jejak apapun, anak buahnya sudah mencari kemana-mana namun mereka belum mendapatkan kabar..bahkan Gavin juga telah bergerak mencari namun jejak Ansel mau pun Arrabell benar-benar menghilang lenyap.


Pria itu sangat marah dan keluar dari apartemen, namun langkahnya terhenti ketika menyadari ada telp dari sosok Gasper pria yang menjadi kepercayaannya..Kenan berharap dia mendapatkan kabar baik..


''Tuan....aku menemukan nyonya Ansel di sebuah Club malam...aku akan mengirimkan alamatnya, aku dan beberapa anak buah sedang berjaga disini..tuan kemarilah...''


''Ansel....awas kau...jika terjadi sesuatu dengan Arra maka kau akan lenyap...''


Pria itu segera bergegas menuju mobilnya dan meninggalkan lokasi yang di kirimkan oleh Gasper...yang di suka olehnya adalah Gasper bekerja dengan cepat...di banding Gavin...


Mobil segera meluncur menuju sebuah club malam yang cukup terkenal di kota itu..tanpa menunggu, ia langsung turun dari dalam mobil dan melangkah masuk...hingar bingar musik memekakan telinga..ada banyak manusia yang memenuhi ruangan mereka sedang berdansa..separuh dari mereka sedang minum-minum lalu sebagian lagi sedang bercumbu dengan pasangan masing-masing, Gasper membisikan sesuatu di telinga sang tuan yang terlihat murka..


''Dia ada di sana..''tunjuk Gasper pada seorang wanita yang sedang duduk bersama beberapa pria mereka sedang minum-minum sekarang..


Jemarinya terkepal...dia langsung memerintahkan Gasper untuk mengosongkan ruangan club ini...


Sebuah tembakan di udara cukup membuat kepanikan disana...banyak orang yang langsung berhamburan keluar dari gedung,....anak buahnya langsung mengambil alih keadaan...sementara itu langkahnya mendekat hingga membuat Ansel menoleh dan membeku..


''Kenan......''jeritnya dengan wajah pucat pasi..


Kenan mengambil sebuah pistol dari dalam saku jasnya dan mengarahkan lurus pada sosok Ansel yang gemetar........para pria yang bersama dengannya langsung melarikan diri ketakutan...


''Ke...Kenan........''


''Bagus...aku suka kau mengenaliku dengan cepat...''


''Hoh......mengapa kau tampak marah padaku...apa kesalahanku mengapa kau menodongkan pistol...''airmata Ansel menetes ketakutan..tak pernah dia bayangkan kalau Kenan akan melakukan itu kepadanya..bagaimana mungkin...padahal dulu Kenan selalu melindunginya...


''Katakan dimana istriku atau aku akan menghabisimu Ansel...''


''Aku tidak tau apapun, mengapa kau mencarinya padaku..''


Plak.....


Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Ansel...wanita itu gemetar...ketika Kenan menarik lengannya cukup kuat..


''Jujur atau aku benar-benar akan melupakan hubungan di antara kita dulu....katakan dimana Arrabell...katakan atau kau benar-benar akan keluar dari dunia saat ini juga.'' desis Kenan dengan dingin.


''Apa.......''

__ADS_1


Ansel mulai menangis....


__ADS_2