
Pesta pun selesai..para sahabat Arrabell yang baru Serena dan Syakira juga bersama suami mereka masing-masing pulang kerumah....beberapa tamu mulai pulang dan akhirnya membuat Dimitri dan Arrabell punya kesempatan waktu berdua..pria itu membimbing Arrabell menuju kamar pengantin mereka, yang telah di hiasi berbagai macam bunga dan mewangian yang menenangkan..
Dimitri tampak bahagia karna akhrinya dia bisa menikahi wanita yang dia cintai...melepaskan jas lalu dasinya, membuka kemeja dan membiarkan tubuh berototnya terlihat jelas di sana...Dimitri menghampiri kulkas dan mengambil minuman dingin lalu meneguknya, pria itu lantas menoleh dan menyadari Arrabell tampak kesulitan membuka pengait gaun pengantin yang melilitnya..
''Biar aku buka saja sayang..''bisik Dimitri lembut..
Arrabell mengangguk patuh, bagaimana pun dia sedikit canggung walaupun ia dan Kenan terbiasa melakukannya namun di depannya adalah Dimitri dan bukan Kenan..jadi Arrabell tak mampu untuk menutupi rasa malunya..dan Dimitri menyadarinya..karna itu pria itu membalikan tubuh Arra dan menyentuh permukaan wajahnya dengan lembut..
''Mengapa kau menunduk..''
Arra mencoba menatap mata Dimitri yang teduh...
''Aku mencoba berpikir semalaman tentang situasi yang ku hadapi...kau dan Kenan kalian sangat berbeda,...aku bisa tau cara Kenan menatap mataku begitupun sebaliknya Dimitri....aku menjadi bingung sendiri...aku sebenarnya menikahi siapa...Dimitri atau Kenan...mata Arra berkaca-kaca...ini seperti mimpi buruk baginya..tentu saja..tak pernah dia bayangkan bahwa hidupnya akan terjebak dengan seorang pria yang bahkan memiliki alter egonya..sungguh semua itu di luar pikiran Arrabell dia harus menghadapi dua pribadi yang bertolak belakang, dia membenci salah satu dari mereka dan mencintai yang lain...bagi orang lain dia sudah gila..
Dimitri mengangguk, dia mengerti perasaan yang berkecamuk di dada Arra saat ini. tak mudah menjadi dirinya tak mudah untuk menghadapi alter egonya yang kejam..
Dimitri juga menyesal membiarkan Arra mengalami semua hal buruk dengan Kenan..namun satu hal yang bisa dia janjikan adalah Arra akan aman selama bersamanya..
''Kita sudah menikah...dan tak ada yang lebih aku syukuri dari hal ini....selama bertahun-tahun aku hidup berdampingan bersama Kenan, terkadang dia mengendalikan hidupku dan melakukan semua sesuka hatinya..terkadang aku bangun di rumah sakit, kadang aku terbangun di jalanan namun kadang aku terbangun ketika Kenan telah menyelesaikan beberapa pekerjaan yang aku tidak mampu...Arra....tak ada satu wanita pun yang bisa menjadi salah satu pasangan kami..mereka akan lari dan mengatakan hal yang sama berulang-ulang bahwa aku...sakit jiwa...aku tak bisa marah karna itu adalah kenyataannya...kadang aku baik kadang aku juga kejam....Dimitri menyentuh permukaan bibir Arrabell yang memerah...dan mengusapnya lembut...meski aku bukan yang pertama menyentuhmu namun Alter egoku bagiku tak masalah...toh, tubuh ini yang menyentuhmu...aku menyukaimu di pertemuan pertama kita, aku jatuh cinta padamu ketika kita bertatapan di ruang kepala sekolah..apa kau ingat,...''
Arrabell tentu tak akan pernah melupakannya bagaimana mungkin dia lupa...Dimitri memang sisi yang baik padanya..
''Aku tidak melupakan satu detikpun kebersamaan denganmu Dimitri...aku berharap Kenan tak perlu kembali karna dia tidak di butuhkan disini..''
Dimitri terdiam sebentar...
__ADS_1
''Aku ingin mengatakan sesuatu padamu Arra..''
''Katakan.......''
''Aku tak bisa menyingkirkan Kenan dari hidupku....aku juga tidak tau kapan dia akan benar-benar menghilang...jadi Arra..''
''Tak masalah kalau dia tak bisa menghilang darimu, tapi mungkin lebih baik kalau Kenan selamanya tak akan pernah terbangun..toh tak ada yang mengharapkannya bangun, termasuk aku..''
Deg!!!!!
Dimitri mengangguk..tak perlu memaksa Arra...wanita ini mengalami sendiri betapa kejamnya Kenan jadi Dimitri tak akan pernah membuat Arra sedih atau marah..
Gaun itu terlepas dari tubuh Arra dan memperlihatkan tubuh indahnya meski...ada banyak tanda di tubuh Arra yang belum hilang dan Dimitri yakin kalau Kenan yang melakukannya...gairah egoisnya telah menyakiti Arrabell sampai ke dasar dendam...
''Jangan memandangku seperti itu....lihatlah...aku bahkan tidak bisa membanggakan tubuhku di depan suamiku sendiri...aku...''
''Ssstt....tanganku yang menyentuhmu, bibirku dan tubuhku yang melakukannya jadi sama saja...pribadi Kenan yang terobesi padamu namun sebenarnya...aku lah yang menyentuhmu..tubuh kita yang bersatu hanya saja aku tidak menyimpan ingatan itu Arra..berhentilah merasa bersalah..''
Arra mencoba tersenyum, ketika Dimitri berusaha menenangkan dirinya..pria itu menjatuhkan bra miliknya dan sinar matanya penuh dengan keinginan....keduanya kembali bertatapan tajam...
''Apa kau sudah siap Arra...'' bisik Dimitri mulai menciumi Arra dengan lembut dan sedikit menuntut..
'Yah.....sudah lama aku menantikannya...aku mencintaimu Dimitri dan bukan Kenan....''bisik Arrabell kembali mengulang pernyataannya..hingga Dimitri mengerutkan kening walau hanya sebentar..
''Lupakan Kenan selamanya.....jangan membencinya karna aku takut kau akan mencintainya Arra...kau hanyalah milikku.''bisik Dimitri menyambar bibir Arra dan melum***nya..
__ADS_1
ciuman itu berubah menjadi panas...
''Aku tidak akan pernah mencintai pria kejam sepertinya Dimitri...aku harap Kenan benar-benar menghilang dari pernikahan kita....''
Dimitri tersenyum penuh gairah...
''Kau milikku Arrabell......''
Arra tidak meronta, dia menerima sepenuhnya ciuman Dimitri kepadanya..walau samar-samar..dia masih mengingat Kenan..tapi meski hanya rasa benci......
Tubuh keduanya terhempas ke atas ranjang dengan panas...bibir Dimitri lalu mulai menjalar mencari kehangatan,....sementara Arra hanya merintih nikmat di bawahnya..
Senyum penuh rasa bahagia memenuhi hati keduanya...sentuhan Dimitri berbeda, dia bersikap lembut dan hati-hati..berbeda dengan Kenan yang kasar dan menuntut ketika bercinta...
Arra memejamkan matanya ketika tubuh Dimitri memasukinya...membawanya dalam awan kenikmatan dan terbang disana...Arra tersenyum puas...ketika Dimitri terlihat begitu bahagia..
''Aku mencintaimu Arrabell....mungkin setelah ini kita akan menghitung masa suburmu..aku ingin punya anak darimu sayang..''bisik Dimitri seraya menghentakan tubuhnya di dalam diri Arrabell dan kembali menciumnya...Dimitri mencapai puncaknya dengan gertakan giginya...tubuhnya bergetar memeluk Arrabell dengan erat...menikmati sisa gairah yang meninggalkannya...lalu kembali mencium Arrabell dengan penuh harap dan berbaring di sampingnya setelah semuanya selesai..Dimitri bahagia dan tidak memperhatikan kalau Arrabell di ambang kecemasan...
Jantung Arra berdebar kencang, ingatannya terbang ketika beberapa hari lalu dia masih mengecek kalender dan menyadari kalau dia sudah terlambat datang bulan...memang Arra belum sempat mengecek kandungannya..
Dan Arra menjadi takut sekarang...namun segera ia menggeleng, menghalau kemungkinan buruk yang muncul di kepalanya..Arra mungkin hanya kelelahan saja, bukankah dia terbiasa mengalaminya..bahkan Kenan tidak membiarkannya beristirahat jadi tidak mungkin jika Arrabell....
Hamil........
Arra ingin hamil tapi dengan Dimitri bukan Kenan....dia tak akan pernah sudi...........
__ADS_1