
Arrabell menoleh dengan penuh dendam kepada Kenan...hatinya sudah membeku bahkan mati rasa, yah rasanya semua yang terjadi antara mereka selama ini tak ada artinya di banding masa lalu Kenan yang masih melekat kepadanya, hancur hati Arrabell membayangkan Kenan mampu menamparnya di depan wanita dari masa lalunya,...
Gadis itu lalu tersenyum meski airmatanya menetes....
''Lakukan sesukamu...tapi bahkan setelah menikah kau harus memutuskan siapa yang tinggal bersamamu dan aku rasa aku sudah mengetahui jawabannya sekarang..''ucap Arrabell lalu membalikan tubuhnya dan melangkah meninggalkan Kenan yang membeku....
Mengapa rasanya sakit sekali....sebuah sentuhan di bahu Kenan membuat pria itu menoleh...
''Ansel...''
''Aku minta maaf....ini semua salahku,..kedatanganku membuat semuanya jadi kacau..''
'Ini bukan salahmu Ansel...aku berhutang budi padamu di masa lalu....dan aku akan tetap membelamu ketika kau menghadapi hal serupa dengan siapapun..''
Kenan melangkah akan naik tangga..
''Kau mau kemana...Kenan..''
''Memeriksa cctv...aku harus mencari tau apa yang terjadi..bukan...aku ingin bersikap adil..''
''Apa....'' suara Ansel tertelan di tenggorokannya.
Ansel ingin mengejar Kenan namun...pria itu sudah lebih dahulu melangkah pergi,...sementara wajah Ansel menjadi pucat...
************
Di dalam kamar...
Arrabell menatap cermin di meja rias, sambil mengopres pinggir bibirnya yang masih ada darah..perih..dan perih itu menjalar ke hatinya dan rasanya sangat menyakitkan..
Di dalam kamarnya, Arrabell tak mampu menahan rasa sakitnya....airmatanya menetes begitu saja...menatap wajah pucatnya...Arrabell tampak semakin tenggelam dalam rasa hancurnya..
Ada gerakan pintu yang terbuka dan tanpa di duga yang datang adalah Kenan..pria itu menatap mata Arrabell dari cermin, sebelum gadis itu membuang pandangan...Kenan melangkah masuk, sementara Arrabelle kian beku...Kenan menghampiiri Arrabell dan menarik kursin untuk duduk di samping gadis itu...
''Biar aku saja yang mengobatimu Arrabell..''
''Tidak usah...aku bisa sendiri..''
''Tapi ini salahku Arrabell aku bisa,..''
__ADS_1
''Aaarrgghh...tak bisakah kau tidak memaksaku sekali saja..tangis Arrabell pecah saat itu juga..ia berdiri dan hendak melangkah namun...Kenan menahan lengannya..Kenan tampak menyesal...''
''Aku minta maaf Arrabell...'
''Tidak....aku tidak akan memaafkanmu Kenan....entah sudah berapa banyak rasa sakit yang kau torehkan padaku apakah kau melupakannya Kenan....aku bahkan tak bisa bernafas dengan baik setiap kali kau mendekat..''
''Arrabell..tentang Ansel dia adalah..''
''Aku tak perduli apapun tentang masa lalu kalian Kenan..bagiku perasaanku selesai ketika kau tidak percaya padaku..''
''Apa maksudmu dengan perasaanmu Arrabell..''
Arrabel mengusap kasar wajahnya..
''Aku mencintaimu...aku jatuh cinta padamu....aku bodoh kan...karna di saat yang sama kau menghancurkan perasaanku dan yang tersisa sekarang adalah rasa benci...aku sangat membencimu Kenan dan bahkan berharap kau menghilang sepenuhnya dan kita tidak perlu bertemu di kehidupan ini...''isak Arrabell begitu terluka..
Mata Kenan basah, dia begitu syok mendengar ucapan Arrabell yang seperti pedang yang menusuk ke dalam jiwanya...hatinya sakit sekali menyadari kalau Arrabell sudah terlalu terluka..
Kenan meraih bahu Arrabell dan menatap mata gadis itu..gadis yang tampak memendam kecewa kepadanya...bagaimana mungkin Kenan pernah berkata kalau dia mencintai Arrabell dengan begitu besar namun disaat yang sama dia menampar gadis yang dia cintai..
Astgaa....apakah dia telah salah dalam membela Arrabell atau Ansel...?
Suara Kenan teputus ketika Arrabell menggeleng keras...
''Terlambat.....karna walaupun kau mengetahui kebenarannya aku,.....tidak akan pernah memberikan hatiku lagi kepadamu Kenan...tidak akan..semuanya sudah selesai di antara kita meski kau akan menikahiku aku tak bisa menghindar tapi..selebihnya adalah kau hanya mendapatkan tubuh bukan hatiku...apa kau dengar itu...''
Hening...
Kenan mengepalkan tangannya dengan kuat....hatinya begitu nyeri saat ini...
Mengapa ini menyakitkan....? Kenan lalu melepaskan pegangannya dan melangkah keluar dari kamar Arrabell dengan cepat meninggalkan Arrabell yang masih menangis....
***********************
Kenan duduk di depan ruang pertemuan..ketika Gavin masuk dan lalu menunduk di hadapannya..
''Tuan Kenan..''
''Bagaimana cctv nya...apa kau akan menemukannya.''
__ADS_1
''Maafkan aku tuan Kenan tapi pada hari kejadian itu cctv memang sedang dalam perbaikan...jadi tak ada rekaman apapun disana yang bisa kita ambil..''
Brakkk!!!!
''Apa maksudmu cctv sedang perbaikan, mengapa tepat sekali pada hari yang sama..mengapa...''
''Aku minta maaf tuan,....bukan hanya cctv di tangga namun di beberapa tempat di ruangan ini memang mengalami masalah..''
Kenan begitu marah, kalau begini bagaimana dia mengambil sikap...bagaimana bisa dia mengetahui kejadian sebenarnya..jika ia memilih berdasarkan perasaan maka Kenan juga tak bisa memilih karna perasaannya mengatakan kalau Arra bukan gadis seperti itu tapi..Ansel,..wanita itu pernah menyelamatkannya bahkan mereka pernah berhubungan dulu dan hampir menikah..hal ini adalah hal yang paling sulit di lakukan Kenan kepada dua wanita itu..untuk pertama kalinya..Kenan bingung sendiri,....
''Tinggalkan aku sendiri..siapapun tak boleh ada yang tinggal...''ucap Kenan penuh penekanan.
''Baik tuan Kenan..''
Gavin lalu melangkah keluar bersama beberapa anak buahnya karna Kenan butuh waktu sendiri...
Kenan memejamkan matanya..
Bagaimana sekarang....menghadapi Arra dia sungguh tak sanggup....apalagi dengan kedua tangannya dia telah menyakiti Arra...padahal dia sangat mencintainya..
Di dalam ketenangannya.......Kenan merasakan sosok Dimitri muncul menguat...suara-suara Dimitri mulai mendominasi dirinya..
''Kau...gagal membuktikan bahwa kau sanggup membahagiaakannya Kenan..karna apa...kau tidak punya cinta..kau tidak punya...''
''Dimitri......kau kah itu....bukankah kau sudah lennyap....mengapa kau muncul kembali..''
''Hahaha....melenyapkan aku sama saja dengan kau membunuh dirimu sendiri Kenan..apa kau tidak sadar itu..sisimu yang sekarang melemah dan akulah yang menguat....Kenan.....kau tak bisa seegois itu....aku juga menginginkan Arra,.....apa kau mengerti..''
'Tidak....situasi sangat buruk sekarang, aku menamparnya...''
''Aku bisa merasakannya Kenan...hatiku sakit ketika mendengar suaranya yang serak..kau telah menyakiti milikku juga karna ini mulai sekarang kita harus berbagi tempat bagaimana....'' tawar Dimitri di balik kegelapan...
Kenan memejamkan matanya...yah..untuk kali ini dia benar-benar menyerah karna tidak bisa menyelesaikan masalah ini..apalagi besok mereka akan menikah..
''Arrabell mungkin membenciku Dimitri..''
''Tapi dia tidak membenciku Kenan...jadi serahkah Arra padaku dan aku akan menyelesaikan masalah yang kau hadapi..bukankah kita akan saling melengkapi dari sekarang,.....'' desis Dimitri mulai menguat..
''Baiklah...Dimitri aku mengalah.....dia membenciku..aku bisa melihat itu di matanya....Dimitri...tolonglah...bisakah kau mengembalikan senyumnya...aku janji aku akan berbagi..kita akan mengatur waktu...'' ucap Kenan dengan mata berkaca-kaca....
__ADS_1
''Kau sudah berjanji Kenan......dan aku akan kembali..''ucap Dimitri dengan senyuman lega...sudah lama dia tertidur..jadi dia merindukan Arrabell....