
Gasper memecahkan ponsel milih Gina di depan matanya...sinar matanya membara..
''Apa kau sudah gila...hampir saja kau menghancurkan hidup kita.''
Airmata Gina pecah seketika....padahal dia sudah menyembunyikan ponselnya namun Gasper lebih dahulu menemukannya karna curiga..
''Mengapa kau takut...jika aku memberitau nyonya Arra tentang kebenaran ini dan tuan Kenan akan membunuhmu bukankah itu bagus..''
''Yah...aku tau sekarang kau ingin menghancurkan aku dan tuan Kenan sekaligus...''
Gasper menarik tubuh Gina dan mencengkram bahunya cukup kuat..
''Kau tidak tau apapun, jika tuan Kenan membaca pesanmu maka kau mungkin akan mati dan siapa yang di perintahkan tuan Kenan akan membunuhmu...itu aku,...''
''Lalu mengapa kau takut...apa kau takut membunuh korbanmu sendiri..''
Hening....
Gasper membeku seolah menahan dirinya...
''Gasper...katakan dengan jujur,....mengapa kau takut menghabisiku...aku bahkan tidak takut..'
''Karna aku menyukaimu Gina....''
''Apa...''
Gasper mengangguk dengan wajah serius, cengkramannya pada bahu Gina melemah...mereka bertatapan tajam..
''Kau tak bisa memisahkan suami istri, Gina....kau tidak berhak....apalagi nyonya Arra sedang hamil...apa kau tega membiarkan anak tuan Kenan hidup jauh dari ayahnya..''
Gina hampir tidak percaya dengan apa yang dia dengar apalagi dari seorang Gasper..
pria itu melanjutkan perkataanya..
''Kita berdua akan hidup bersama dan sama-sama melayani tuan Kenan dan nyonya Arra...jika kau menyayangi nyonya Arra maka ikutlah denganku...karna kau akan menemukan nyonya Arra mu kembali.''
Gina akhirnya mengalah...untuk sedetik kemudian pasrah ketika Gasper mendekapnya dengan begitu erat...dan hal yang dia rasakan adalah ia merasa lebih tenang..
''Aku yakin tuan Arra sedang menuju bandara sekarang..dan kita pun harus segera sampai..''bisik Gasper tegas.
Gina lalu segera membersihkan dirinya untuk sesaat kemudian keluar bersama Gasper..entah kemana takdir membawanya kali ini yang pasti Gina pasrah akan jalan hidupnya..
************
Arrabell membuka matanya pelan, dan ia sangat terkejut mendengar bunyi asing di sekelilingnya..seperti bunyi pesawat...
Dan benar saja..ketika ia mengedarkan pandangan, Arra menyadari kalau dia sedang berada di ranjang namun ada jendela yang tertutup dan menyerupai jendela pesawat..dengan gusar, Arrabell segera mendekati jendela itu dan membuka penutupnya..
Wajah Arrabell menjadi pucat, karna di hadapannya adalah kegelapan....tak ada cahaya apapun suara bising ini semakin menguatkan kalau dia sedang berada di dalam pesawat yang mengudara..
Ya ampun...mengapa, kemana Dimitri ingin membawanya...??
Arra bergerak turun dari ranjang sambil mengelus perutnya....
__ADS_1
''Selamat malam nyonya Arra..'' sapa sang pramugari tersenyum ramah kepadanya,.
''Mengapa aku berada di atas pesawat..maksudku..aku bersama siapa..''
''Tuan Kenan Owen...beliau sedang berada di ruang kerjanya..jadi tidak bisa di ganggu...silahkan nyonya ikut aku karna kami menyediakan terapis dan spa untuk anda...apalagi anda sedang hamil jadi pasti sangat lelah..''
''Tapi....''
''Ikutlah...suami nyonya akan kembali dengan cepat.''
Arra tidak di biarkan untuk berpikir lama, lagi pula dia lelah jadi lebih baik menurut saja....ia sangat lelah dan tak punya banyak tenaga....
Arrabell memasuki sebuah ruangan lain dan berbaring disana sambil memberikan dirinya untuk di pijat..
hingga tubuhnya menjadi lebih ringan dan segar..
**********
Ketika sudah selesai melakukan berbagai terapis spa, Arrabell di antarkan kembali ke kamar..
''Nyonya jangan terlalu berjalan, kami takut akan terjadi turbulensi dan nyonya bisa kehilangan keseimbangan..tunggulah disini saja..jika ada yang ingin nyonya butuhkan maka katakan saja..''
Arra menggigit bibirnya..
''Bisakah kau panggil suamiku..aku merasa cemas..''bisik Arrabell ingin menangis saja..
Ini pertama kalinya dia naik pesawat apalagi penerbangan yang lama...Arra tak bisa berhenti untuk cemas..
''Yah...cepatlah..''
''Baik nyonya.''
********
Arrabell menoleh kembali ke arah jendela dan melihat kegelapan di luar sana yang terasa mengerikan...ia mulai panik, dan merasa cemas luar biasa..bagaimana kalau pesawatnya jatuh di antara kegelapan mengerikan ini...
''Jangan melihat keluar jika kau takut sayang..''
Kenan menutup jendela dan mendekati Arrabell yang duduk di tepi ranjang, harumnya tubuh Arra membuat Kenan merasa candu..
''Dimitri...''
''Yah.....aku disini....apa kau takut..''
''Hum....mengapa kita naik pesawat....kau mau membawaku kemana...''
''Pulauku....aku pikir sebelum kita bercerai maka kau harus melihat pulau milikku sayang...''
Arra pun mengangguk...
''Berapa lama lagi kita akan sampai..''
''3 jam lagi sayang..''
__ADS_1
'Ough....lama sekali..''bisik Arrabell mengeluh..
Kenan mendekati Arra untuk kemudian mendekapnya dengan erat...
''Apakah kau menjadi lebih tenang setelah aku peluk..''
''Yah..aku merasa lebih baik...''
''Bagus...maka kita akan seperti ini Arra....tidurlah dalam pelukanku..''
''Yah...baiklah...''
Arrabell kembali memejamkan matanya, tubuhnya yang tadi lelah menjadi lebih ringan dan rilex...mungkin Dimitri benar, dia harus tenang..
Sementara Kenan tersenyum..mungkin Arra sedang fokus dengan ketakutannya naik pesawat dan memandamkan emosinya..yah..begini lebih baik setidaknya Kenan bisa memeluk Arra leluasa sebelum pesawat mendarat dan Arra sadar kalau pulau sebenarnya adalah rumah barunya, rumah barunya sampai Arra benar-benar menerima pernikahan dengan Kenan, Arra akan tinggal disana sampai dia mengakui dan menerima Kenan sebagai suaminya..ayah dari anaknya..
Kenan tak sabar lagi memulai hari bersama istri yang dia cintai meski mungkin ada pertengkaran karna Arra pasti akan sangat marah jika tau kalau yang bersama nya adalah Kenan dan bukan Dimitri...dia ingin ini menjadi suprise...dan sebenarnya jauh di dalam hati Kenan dia ingin agar Arrabelle bisa menerima sisi gelapnya...
**************
Tak terasa waktu 3 jam berlalu dan mereka sampai di pulau milik Kenan...Arra di bimbing Kenan turun dari pesawat dan hal pertama yang dia rasakan adalah lega karna akhirnya Arrabell bisa menginjakan kakinya lagi di tanah..
Terimakasih untuk Tuhan...batin Arrabell mengucap karna dia sampai dengan selamat.
Dan pemandangan di depan Arra membuatnya tersenyum kagum..sangat indah, di pulau ini cukup luas,....ada sebuah rumah lantai dua yang besar juga ada lapangan yang luas...beberapa anak buah Dimitri bersama keluarga mereka tampak menyambut kedatangan Arra dan Kenan..
''Selamat datang tuan dan nyonya..''ucap mereka..
Arra tersenyum dan tak menolak ketika Kenan terus menggenggam tangannya...
''Terimakasih....bagaimana rasanya tinggal di pulau cantik ini..''tanya Arra penasaran..
''Luar biasa keindahan alam yang sempurnya...sebuah kehormatan bagi kami karna akan melayani tuan dan nyonya disini..''
''Yah....aku senang sekali..''balas Arrabell senang..
Dan pandangannya terpaku ketika seseorang muncul di balik kerumunan anak buah Dimitri...senyum Arra mengembang ketika melihat sosok Gina..
''Aku membawa Gina sebagai hadiah untukmu Arra...''
''Gina..''jerit Arra merasa lega..
Gina tersenyum penuh hormat sambil mengalungkan bunga...
''Selamat datang di pulau nyonya Arra..''
''Yah aku senang sekali melihatmu Gina,liburan kali ini akan sangat menyenangkan..kita akan pulang bersama Gina...jadi ayo nikmati liburan kali ini, Dimitri terimakasih..''ucap Arrabell senang..
Gina menghela nafas...
Nyonya tidak tau kalau, dirinya akan tinggal di pulau ini selamanya...astaga..di tambah nyonya tidak sadar kalau di hadapannya adalah tuan Kenan dan bukan tuan Dimitri...
Bagaimana sekarang......
__ADS_1