Alter Ego

Alter Ego
Mengancam


__ADS_3

Ansel mencoba menanangkan dirinya sendiri, bagaimana pun ia tidak boleh menunjukan ekspresi takutnya...yah ia mengenal Kenan dengan baik, bagaimana caranya dia mengancam lawannya jika Ansel salah bicara maka dia akan tamat...


''Aku akan jujur padamu Kenan...''


''Jadi sebaiknya cepat katakan padaku...''


''Wel....sebenarnya aku hanya mengajaknya bicara dan memulai hubungan sebagai teman...kau tau aku telah mengalah...''


''Aku tidak melihat kesungguhan itu di wajahmu Ansel...sekarang katakan padaku apa yang sebenarnya kau tau...dimana Arrabell ku..jangan membuang waktu karna kau akan membuatku semakin marah..''


Ansel mengangguk patuh apalagi dia melihat begitu banyak anak buah yang mengelilinginya saat ini...sungguh tak mudah bagi Ansel menghadapi mereka...


''Aku akan mengatakannya kepadamu Kenan tapi....kau harus percaya kepadaku lebih dahulu Kenan....''


''Katakan....''


''Baiklah aku memang membawa Arra....tapi di tengah jalan mobil kami di berhentikan oleh dua orang pria yang tentu saja aku pikir kau mengenal mereka..''


''Apa maksudmu..siapa mereka....''


''Kau mengenalnya dengan baik Kenan....''


''Siapa mereka...''


Kali ini Kenan memang sudah kehilangan kesabaran...pria itu mencengkram leher Arra dengan kuat hingga wanita itu sulit bernafas....


''Kenan......''


''Aku benci ada orang yang mempermainkan aku...dan bagiku kau sudah melakukannya....aku bosan menunggu Ansel jadi sebaiknya aku melenyapkanmu...''


Cengkraman itu semakin keras dan Ansel semakin di landa panik..


''Kenan...dengarkan aku, yang mencegahku adalah Aston dan Gavin..''


''Apa.......''


Betapa terkejutnya Kenan saat ini...Gavin adalah anak buah kepercayaannya meski Kenan tau dia memihak Dimitri...yah beberapa hari ini Gavin tampak berbeda seolah sedang menyembunyikan sesuatu dari Kenan..


Jadi Gavin melepaskan Aston....sialan, beraninya Gavin melakukannya,....hanya karna dia tak suka dengan Kenan...jemari pria itu mengepal dengan kuat...lalu menghempaskan tubuh Ansel hingga jatuh sampai ke sofa...


wanita itu hanya mengerang kesakitan..tentu saja ini sangat menyakitkan untuk dirinya...dan Kenan mencekiknya dengan kekuatan penuh..


Tubuh Ansel beringsut menjauh ketika Kenan mendekatinya dengan tatapan membunuh...


''Jika aku tak bisa mendapatkan Arra ku kembali aku akan pastikan kau pun akan lenyap dengan segera...apa kau mengerti..''desis Kenan mengancam..


Pria itu lantas menegakan tubuhnya melirik beberapa anak buahnya...

__ADS_1


''Nyonya Ansel tampaknya suka bersenang-senang...jadi silahkan lanjutkan saja..''ucap Kenan tanpa rasa salah..


Pria itu kemudian melangkah meninggalkan club malam itu, meninggalkan Ansel yang menangis dan patah hati...Kenan benar-benar berubah menjadi seorang Monster...semoga saja Arra di temukan kalau tidak maka dia akan......


Kata-kata Ansel terputus ketika beberapa pria mulai mendekatinya....


********


Kenan sungguh murka menyadari kalau Gavin ternyata diam-diam menghianatinya...beraninya pria itu melakukan semuanya..beraninya Gavin melepaskan Aston...apa dia pikir akan selamat dari seorang Kenan...??


''Apakah kau sudah mengamankan adiknya..''tanya Kenan pada Gasper..


''Sayangnya adik Gavin sudah menghilang, aku yakin dia telah memikirkan ini sebelumnya...''


Langkah Kenan terhenti lalu sejenak melihat ke arah Gasper...


''Apakah itu artinya kau gagal memberi hukuman pada Gasper...''


''Aku tidak yakin tuan Kenan..tapi kekasih Gavin telah menjadi milikku..''


''Aaah...benarkah...bagus...sekarang aku ingin kau melacak rekaman mobil Ansel, karna aku ingin tau dimana lokasi Arrabell saat ini..''


''Baik tuan Kenan...anda akan mendapatkan informasi dengan cepat..''


''Bagus Gasper..''


***********


Setelah satu jam perjalanan, akhirnya mobil Aston berhenti di sebuah rumah kecil di tepi jalan..ia pun menoleh dan menatap Arra yang tampak lebih lelah..ini perjalanan sulit karna Arrabell sedang hamil.


''Aku akan mempertemukanmu dengan seseorang Arra...ayo turun..''


''Baiklah.....ayo....''


Mereka pun turun lalu melangkah beriringan menuju ke dalam sebuah rumah...ketika pintu terbuka..


Arra begitu terkejut ketika melihat Gavin, Gina dan adik kecil Gavin...Arra sampai terngaga....itu artinya, Gavin telah mempertaruhkan adiknya juga dirinya sendiri...tubuh Arra menjadi lemah ketika menyadari kalau mereka semua mempertaruhkan hidup untuk dirinya...hati Arra di liputi rasa bersalah..


''Nyonya Arra......'' sapa Gavin menundukan kepala..


''Gavin....aku yakin kau sampai senekat ini..apakah Kenan yang terbangun..''


Pria itu menganggkat wajahnya dengan kesedihan yang terpancar di wajahnya..lalu dia mengangguk..


''Tuan Dimitri mungkin tak akan pernah bangun lagi nyonya..itu sebabnya aku melakukan ini....aku pikir aku harus menyelamatkan nyonya Arra atau kau akan terjebak selamanya bersama monster itu..''


Arra memilih duduk di sofa sederhana karna ia begitu terkejut dengan apa yang dia rasakan ini. Jadi mereka semua disini untuk berkorban untuknya...bagaimana Arra bisa membiarkan mereka hidup dalam ketakutan seumur hidup..apalagi melihat tatapan polos adik kecil Gavin..dia sungguh bersalah..

__ADS_1


''Lalu apa rencana kalian berdua...untuk membawa kami pergi Gavin dan Aston...''


Hening........


''Saat ini anak buah tuan Kenan telah menyebar..foto nyonya Arra juga sudah di sebar..untuk mempermudah pencarian..jadi sebelum kita di temukan mungkin, kita harus ke luar negri....''ucap Gavin dengan suara lemah..


''Kemana...apakah itu solusinya yang baik....apakah Kenan tak akan menemukan kita...''


Hening.......tak ada yang bisa memprediksi segalanya...yah..tuan Kenan punya kekuasaan dan uang yang banyak, kemungkinan terburuk mereka akan menjadi orang pelarian seumur hidup...


''Kita akan hidup berpindah tempat....selamanya..'' ucap Gavin dengan suara yang lemah..


''Selamanya...lalu bagaimana bisa tenang...sekolah adikmu masa depannya, bagaimana...apakah selamanya dia akan hidup dalam ketakutan...'


''Dia akan mengerti nyonya Arrabell...yang terpenting adalah nyonya selamat....''


Arra hanya diam saja, dia tidak bicara dan mencoba berpikir berulang-ulang mana yang terbaik untuk mereka....tentu saja dia ingin yang terbaik tapi ketika dia mencoba berpikir lagi,..tetap saja banyak korban jatuh untuknya...kakaknya Aston, Gavin dan adiknya juga Gina akan terbunuh jika mereka tertangkap suatu saat nanti...jadi Arrabell menjadi lelah sendiri..pelarian ini terasa sia-sia baginya..


Rasanya kali ini dia tak boleh egois...bagaimana pun Kenan pasti tau dia sedang mengandung anak mereka...Kenan tak akan melepaskannya dan akan mencarinya sampai ke ujung dunia..ancaman itu telah dia nyatakan berulangkali hingga Arra sampai menghafal di kepalanya...


''Sebaiknya kita tenang dulu sambil memikirkan jalan keluar...Arra..kau sedang hamil jadi sebaiknya kau istirahat...''ucap Aston menenangkan.


''Baiklah..terimakasih Aston, kalian juga harus istirahat karna ini akah berat bagi kita..''


''Baiklah...''


Arra memandang wajah cemas yang terlihat pada Gavin, dan Aston...sampai akhirnya Arra menjadi lemah..dia mulai berpikir lebih jauh....bagaimana pun pelarian mereka tak akan berhasil...


''Aston....dan Gavin, aku punya beberapa tabungan di sebuah brangkas di tempat pengacaraku...bisakah kalian berdua mengambilnya..kita butuh uang untuk melarikan diri..''


''Tentu saja....kau juga adikku dan Gina tunggu disini..''


''Tidak...bawa adikmu bersama kalian dan juga Gina...''


''Tidak...aku ingin menemani nyonya disini..jadi bawa saja adikmu Gavin..''ucap Gina dengan mata berkaca-kaca..


''Baiklah ini tak akan lama...kita sebaiknya pergi...''ucap Gavin dan Aston bergegas...


Sebelum pergi Arra masih sempat memeluk Aston...


''Berhati-hatilah jangan sampai kalian tertangkap..''


''Baiklah Arrabell....tunggu kami..''


''Yah...aku akan menunggu,..''


Setelah kepergian Gavin dan Aston...Arrabell mengambil ponselnya dan menimbang...

__ADS_1


Yah..........inilah yang terbaik....airmata Arra menetes di wajahnya....


__ADS_2