
Begitu Arra sampai di hadapan Gasper dan juga Kenan dia memalingkan wajahnya ke tempat lain yang tidak searah dengan sosok Kenan..
''Silahkan duduk disini nyonya, disini lebih nyaman..''ucap Gina mempersilahkan Arra duduk di sofa empuk yang tak jauh dari Kenan..
Arra pun duduk namun pandangannya tertuju pada lokasi Dekorasi yang berada di dekat pantai..Arra merasa tidak nyaman berada di dekat Kenan hingga pria itu mengerti...
''Gasper ikut aku..sepertinya kau harus mencoba jas nya sekarang..''
''Baik tuan..''
Kenan berdiri tegap lalu mendekati Arra yang tampak tidak tenang ketika duduk, pria itu membungkukan tubuhnya hingga ia sejajar dengan mata Arra..
Arra sudah siap ingin mengeluarkan umpatan namun pria itu menyentuh permukaan perutnya dengan lembut..
''Jangan khawatir...aku tak akan mengganggumu Arra...aku hanya ingin menyapa anakku..setelah itu aku akan menjauh darimu..''bisik Kenan...
Akhirnya Arra menjadi tenang, walau tak bisa dia pungkiri kalau hatinya berdebar apalagi ketika Kenan mencium perutnya..ada gerakan dari dalam yang membuat Arra sedikit mengerang...ia menggigit bibirnya berusaha menahan rasa sakit di perutnya..
Kenan lalu menyudahi ciumannya menyadari Arra tidak nyaman..
''Baiklah...aku harus pergi anakku..''bisik Kenan bangkit berdiri dan melangkah menjauhi Arra yang langsung menghela nafas lega..sambil mengelus perutnya dia memejamkan matanya.
Hoh...anaknya bergerak....dia merasakannya....
''Nyonya Arra...ada apa...''tanya Gina cemas..
''Tidak...hanya saja anakku bergerak...aku sedikit nyeri..''
''Apakah itu karna tuan Kenan...''
Suara Gina tercekat ketika mendapat tatapan tajam dari Arra hingga dia membeku..
''Maksudku dia bayi yang kuat..apakah nyonya sudah baik-baik saja..''
''Yah...aku baik-baik saja, apakah kau sudah mencoba gaun pengantinnya Gina..''
''Sudah...aku ingin yang sederhana saja nyonya Arra..''
''Tidak...kau harus memilih yang bagus untuk hari pernikahanmu..bagaimana kalau aku membantu memilihkannya untukmu.'' tegas Arra..
Gina merasa tidak enak..
''Tapi....''
Arra lalu bangkit berdiri..
''Dimana tempat fitingnya..''
''Di sebelah sana...tapi ada tuan Kenan..''
''Tidak masalah..ayo..''
**********
Kenan menatap sosok Gasper anak buahnya kepercayaannya yang sedang melakukan fiting jass...karna tubuhnya sedikit lebih besar, jadi sang desainer haru membongkar ulang ukurannya...
''Maafkan aku tuan Kenan..ini sedikit lama, jika tuan lelah maka tuan bisa istirahat.''
''Tidak...lagi pula aku tidur sendirian di kamar...jadi aku punya banyak waktu kita akan libur sampai seminggu kedepan dan aku benar-benar ingin menghabiskan waktu dengan baik...menikmati waktu santaiku..''
__ADS_1
''Terimakasih tuan Kenan, sesungguhnya aku merasa tidak enak..aku hanya seorang anak buah..''
''Tidak...kau adalah keluarga bagiku...jangan sungkan karna kau telah melakukan banyak pekerjaan besar dan berhasil..ini tidak seberapa...''
''Aku sangat bahagia,...''
''Yah...''
Tak lama kemudian pintu terbuka lebar, Kenan sedikit terkejut melihat sosok Arra yang muncul di depan pintu..ia mengerutkan kening..
''Aku ingin bicara dengan desainernya..'' ucap Arra tegas..
Kenan mengangguk lalu memberi isyarat pada desainer utama...
''Yah nyonya Arra..aku adalah desainernya..''
Arra bersedekap...
''Jangan memilihkannya gaun pengantin yang pucat...apa kau ingin menutupi kecantikannya..''
Wajah sang desainer menjadi pucat dia memalingkan wajahnya pada Gina..yah sejujurnya dia sedikit iri karna pelayan ini mendapat tempat di mata tuan dan nyonya Kenan..bahkan mengadakan pesta mewah pada pasangan pelayan ini jadi dia pikir dia memberikan gaun bekas pada Gina karna dia hanya seorang pelayan.
''Maaf nyonya Kenan...tapi sesuai dengan Gina...''
''Apa maksudmu kau sedang menghina.''suara Arra meninggi
Hingga Kenan mendekati mereka...dan menengahi pertengkaran para wanita itu..
''Sayang...aku mohon tenang, mungkin saja Gina yang memilih gaun itu..''
''Tidak..Gina tidak memilih tapi dia langsung memberi keputusan dengan meminta Gina memakai gaun jelek itu...''
Gina hanya memijit pelipisnya,...mengapa nyonya harus bertengkar demi dirinya...padahal Gina tidak masalah kalau harus memakai gaun itu..
''Tapi nyonya...untuk seseorangh seperti Gina memakai gaun hasil rancanganku adalah suatu kehormatan baginya..''
''Cih...kau mulai bersikap sombong yah...'
''Nyonya..''
''Hei...hei...cukup...berhenti membuat istriku marah..apa kau tidak punya stok gaun mahal lainnya jika tak ada malam ini juga kau harus aku terbangkan pulang dan kau akan tau apa yang terjadi selanjutnya..''desis Kenan mengancam..
Arra mengangguk setuju kali ini dan sedikit tersenyum karna Kenan membelanya..
''Baik tuan Kenan...aku akan melihat stok gaunku,..''
Dengan berat hati wanita itu melangkah menuju lemari miliknya dan mulai mengambil beberapa stok gaun mahal dan meminta pelayannya membawa ke depan untuk di pilih nyonya Arra..
Dan...
''Silahkan nyonya Arra pilih..''
'Tidak..sebelum kau meminta maaf pada Gina...ayo cepat kau bahkan sudah menghinanya dengan memberikan dia gaun jelek.''ucap Arra ngotot..
''Aku minta maaf kepadanya...seorang...pelayan..''
''Cukup...kau pulang malam ini...Gasper...lepas jasmu kita akan mencari desainer yang lain..masih ada waktu untuk pernikahanmu lusa..'' ucap Kenan dengan suara tajam.
Pria itu lantas keluar dari ruangan itu tanpa satu katapun, dan senyum Arra mengembang..
__ADS_1
''Sikapmu yang licik dan kejam akhirnya menjatuhkanmu...asal kau tau Gina adalah adikku sekarang kau menghinanya sama saja kau juga menghina aku dan Kenan..''
''Maafkan aku nyonya Arra..Gina...aku mohon jangan pulangkan aku..aku mohon...tolong aku...baiklah aku terlalu somong dan aku akan minta maaf kalau perlu berlutut pada Gina...aku mohon..tuan Kenan akan menghancurkan perusahaanku aku mohon nyonya...''
Arra menghela nafas....
''Ehmm...baiklah cepat minta maaf ini kesempatan terakhir bagimu..''
Wanita itu menghapus airmatanya ia menatap Gina dan ingin berlutut namun Gina menolak...
wanita itu mulai menangis..
''Aku mohon maafkan aku Gina...aku yang bersalah dan aku benar-benar akan mengambil pelajaran berharga kali ini...''isak wanita itu menunduk..
''Tentu saja aku memaafkanmu..lain kali jangan lagi memandang rendah orang..karna pada dasarnya kita semua sama...''
''Aku tau..aku minta maaf..''
Gina dan Wanita itu saling memeluk tanda perdamaian..setelahnya ia menunjukan pada Gina dan Arra gaun-gaun terbaiknya..
Setelah semua selesai Gina dan Arra melangkah keluar dengan senyuman lega,...
''Gaun itu sangat cantik tadi Gina...''bisik Arrabelle antusias..
''Yah...aku senang sekali, terimakasih nyonya...kalau bukan karna nyonya Arra aku pasti akan memakai gaun jelek.'
''Kau sudah seperti adikku..ayo aku harus tidur..''
'Nyonya Arra..''
''Yah,.....''
''Bagaimana dengan tuan Kenan..''
''Ada apa dengannya..''
''Bukankah keputusan tuan Kenan adalah mengirim pulang desainer itu...malam ini juga...''
Arra melupakan hal itu..dia mengigit bibirnya...
''Hanya nyonya Arra yang bisa membujuk tuan Kenan..''bisik Gina dengan senyuman bingung..
''Aku...''jerit Arra menggeleng...
''Nyonya Arra......''
**********
Arra mendekati pintu kamar milik Kenan dengan ragu..bagaimana bisa situasinya berubah dengan cepat..
tidak Arra tak bisa melakukannya..
Ketika dia hendak berbalik pintu kamar Kenan terbuka..pria itu keluar dari kamarnya dan terkejut melihat sosok Arra..
''Arrabell.....''
Arra mencoba tersenyum.......
''Kenan....''
__ADS_1