
Dimitri terbangun..pria itu menarik sudut bibirnya yah...akhirnya setelah sekian lama dia tertidur dirinya kembali...kembali untuk cintanya..dan kali ini ia begitu merindukan Arrabell dengan sangat besar.
Pria itu lantas bangkit dan melangkah mendekati cermin,...dan menatap wajahnya ia tersenyum..
Aku akhirnya kembali.....
*************
Arrabell duduk di balkon kamarnya dan menatap dengan kebekuan yang begitu nyata...dia menatap jauh ke depan dengan tatapan kosong, hatinya sudah hancur tak berbentuk...besok adalah hari pernikahannya di belakangnya sudah ada banyak pelayan yang sedang menyiapkan gaun, dan beberapa asesoris yang akan di pakai Arra di pernikahan besok..
Seandainya saja dia bisa lari dari semua ini...seandainya saja dia bisa menghindar dari pernikahan......
Ceklek.......
Suara pintu terbuka sedikit mengalihkan perhatian Arra, gadis itu menoleh dan langsung membeku melihat Kenan datang...tapi aneh..Kenan memakai kaos berwarna putih..pria itu melangkah masuk, sekaligus meminta beberapa pelayan untuk segera keluar dari kamar itu..dan meninggalkan keduanya yang saling menatap dengan kebekuan..
Arrabell berdiri ketika dia menemukan perbedaan itu...airmatanya menetes dari sudut matanya....ketika Dimitri melangkah mendekatinya dengan senyuman sedih...
''Arrabell....''
Hening.......
''Kenan....mengapa kau bersikap seperti Dimitri...''
Hening...
''Arrabell.....aku adalah..'
''Pergilah dari kamarku Kenan,...kau tak bisa membohongiku, dan aku tak akan pernah tertipu....''
Arrabell ingin melangkah namun, lengannya tertahan oleh pegangan lembut pria di belakangnya...
''Sudah lama kita tidak bertemu Arra...aku bukan Kenan tapi Dimitri..apa kau tak bisa melihat perbedaan kami..''
Hening...
Airmata Arrabell menetes di wajahnya..ia kemudian membalikan tubuhnya..menatap mata Dimitri yang begitu teduh dan tenang..tak berapi-api seperti sebelumnya, mereka bertatapan dan Dimitri menyadari luka di sudut bibir Arrabell yang begitu terlihat..
hatinya merasa nyeri seketika...
''Dia melukaimu Arra...''
Arrabell mengangguk dengan penuh airmatanya..
''Dia melukaiku dengan sangat besar dan aku sangat membencinya Dimitri..jadi katakan padaku kalau dia tak akan pernah terbangun lagi,...katakan padaku Dimitri...''
''Tenanglah...aku kembali dan aku akan melindungimu..Arrabell..''
Dimitri meraih tubuh Arra kedalam pelukannya, merasa menyesal bagaimanapun Kenan adalah Dimitri dan sebaliknya, tangan ini yang telah melukai Arra wanita yang dia cintai..
''Aku minta maaf karna tangankulah yang telah menyakitimu Arra....aku tak bisa menghilangkan Kenan dari hidupku...dia sudah berada bersamaku sejak 5 tahun...Kenan terlalu kuat untuk aku lawan..''
__ADS_1
''Dimitri.....jangan biarkan dia bangun lagi...aku benci padanya..asalkan dia menghilang aku akan tenang..''
''Sesungguhnya Kenan sendiri yang telah menyerahkan dirinya untuk tertidur Arrabell dia memberi ruang padaku agar aku yang bangun dan menjagamu...aku pikir dia sudah menyerah karna kebencianmu padanya..''
Hening.......
Arrabell menjauhkan tubuhnya dan menatap mata Dimitri dengan tajam...
''Jadi dia benar-benar tak akan pernah bangun lagi...''
''Yah.....dia telah menyerahkan dirimu padaku Arrabell.....''
Hening...
Arrabell terdiam sebentar....berusaha memahami perasaannya...ini bagus bukan..dia telah pergi dan tak akan pernah kembali jadi...mulai sekarang Arrabell bisa tenang...
Yah...dia bisa tenang sekarang...............
''Aku bisa tenang kalau begitu Dimitri..''
''Yah...kau bisa tenang Arrabell karna Kenan tak akan lagi mengganggumu..''
Arrabell mengangguk patuh..
''Jadi besok kita akan menikah..''
''Yah.......''
''Kenan telah melakukan semua dengan sangat cepat....dia bahkan hampir menikahimu..''ucap Dimitri cukup terkejut..
Dimitri terdiam sebentar...lalu tersenyum..
''Mau bagaimana lagi...kami terperangkap dalam satu tubuh Arrabell....bagaimanapun tubuhku juga memilikimu aku dan Kenan adalah satu dan kau tidak punya pilihan...selama ini Kenan terobesi padamu sejak ayahmu menawarkan dirimu, dia begitu tergila-gila padamu...jadi aku pikir aku mengalah...padanya..''
Arrabell melonggarkan tenggorokannya, membayangkan betapa kejamnya Kenan membuatnya merinding..
''Bagaimana kalau suatu saat dia kembali Dimitri....apakah semua akan baik-baik saja..''
'Tentu..jika dia kembali maka kau tenang saja...Kenan akan menghindarimu dia tak akan pernah mendekatimu lagi..dan saat itu kau pasti tau kalau dia adalah Kenan..''
Arrabell tersenyum lembut..
''Baiklah,...Dimitri terimakasih kembali padaku...karna aku benar-benar hampir menyerah...''
''Tentu saja..sekarang kita harus istirahat karna besok pernikahan tak boleh gagal..''
''Baiklah...''
Keduanya melangkah menuju ranjang,....dan Arrabell baru saja ingat tentang Ansel..
''Apa kau mengenal Ansel...''
__ADS_1
Dimitri terdiam sebentar..
''Kenan telah menjelaskan semuanya padaku Arra...mengapa dia lebih membela Ansel karna dulu, sejak masih kecil Ansel adalah salah satu gadis yang mau menjadi teman Kenan yang kejam..mereka sempat pacaran dan hampir menikah namun, Ansel malah menghianati Kenan dengan menikah dengan pria lain...tapi tenang saja Arrabell..kau adalah ratu di rumah ini...Kenan lebih memilihmu untuk tetap tinggal dan menyerahkan Ansel kepadaku...''
''Jangan menyakitinya..''pinta Arrabell dengan rapuh.
''Kau sangat baik hati Arrabell, meski wanita itu berbohong dan menyakitimu..''
''Aku marah dan sedih tapi aku pikir tidak baik menyimpan dendam jadi...aku memaafkan Ansel...''
''Dan bagaimana dengan Kenan...apa suatu saat kau akan memaafkannya..''
''Tidak....Kenan beda lagi, aku terlalu membencinya karna dia tidak percaya padaku...aku tak bisa memaafkannya..'' airmata Arra menetes lagi..
Dan Dimitri harus menenangkannya lagi..
''Semua akan baik-baik saja...kita akan menikah dan hidup bahagia...sementara Ansel...aku akan mengirimnya kembali ke tempat seharusnya dirinya berada...''
''Bagaimana caranya Dimitri.....''
Dimitri tersenyum...
''Aku punya cara menghancurkan wanita itu tanpa menyentuhnya...kau tenang saja sayang..sekarang tidurlah..aku harus ke ruang kerja milikku.......''
''Baiklah........''
Arrabell tersenyum ketika Dimitri mencium keningnya dan dia menjadi lebih tenang...pria itu lantas melangkah meninggalkan kamar dan menuju ruang kerjanya..
*********
Pintu ruang kerjanya terbuka lebar dan Dimitri masuk di ikuti Gavin yang setia di belakangnya..
''Selamat datang kembali tuan Dimitri..''sapa Gavin dengan senyuman lega..
Setelah sekian lama, setiap detik penuh ketegangan bersama tuan Kenan akhirnya dia bisa kembali bersama tuan Dimitri yang baik dan bijak..
Dimitri tersenyum...
''Bagaimana kabarmu Gavin..kau semakin tangguh bersama Kenan..''
''Setiap detik seperti berjalan di atas seutas tali dan di bawahnya ada api...jika aku salah melangkah maka..''
''Hati-hati Gavin..mungkin saja Kenan bisa mendengarmu dia pendendam..''
Gavin mengunci mulutnya rapat-rapat...
''Maafkan aku tuan Dimitri..''
''Yah...dan Gavin, aku ingin kau menyelidiki siapa Ansel..juga para pelayan disini, mengapa cctv bisa rusak di hari yang sama..aku ingin mendapatkan kabar secepatnya Gavin..''
''Baiklah tuan Dimitri.....tuan akan mendapatkannya dengan cepat.''
__ADS_1
''Bagus Gavin...aku suka cara kerjamu..''
Gavin menunduk patuh....