Alter Ego

Alter Ego
Pernikahan


__ADS_3

Hari pernikahan akhirnya tiba Arrabell tampak cantik dengan gaun yang di pilih Kenan..mengapa dia memakainya, karna memang sudah tak ada waktu lagi untuk memilih gaun yang lain..itu sebabnya Arrabell memakai gaun ini, jadi bukan karna dia memikirkan Kenan..dia malahan sangat membenci pria itu dan bersyukur..Kenan telah menghilang dan Arra yakin bersama Dimitri hidupnya akan jauh lebih baik.


''Nyonya Arrabell...silahkan..tuan Dimitri sudah menunggu,...''


''Terimakasih...''balas Arrabell mengangguk lalu melangkah keluar dari dalam ruangan.


Sementara....


Ansel juga sudah memakai gaun berwarna putih mirip dengan gaun pengantin, Ansel ingin berdandan mati-matian hingga bisa mengalahkan kecantikan Arrabell, meski dari segi usia dia sudah kalah tapi Ansel menolak untuk menyerah, masih ada harapan, meski ia memang kecewa karna setelah apa yang ia lakukan Kenan tetap masih ingin menikahi Arrabell meski mungkin hanya untuk balas dendam hati Ansel juga sakit sekali..dia bahkan tidak bisa mengendalikan perasaannya sendiri..rasa marah kembali membayanginya hingga Ansel perlu waktu untuk menenangkan diri namun, ia bisa kembali dengan cepat ketika salah satu pelayan yang menjadi mata-matanya bilang kalau tuan Kenan tampak menghukum beberapa pelayan yang lalai hingga cctv rusak, yah...kata pelayannya, Kenan tampak khawatir dengan keslamatan Ansel di rumah ini. hal itu artinya Kenan pasti akan mempertahankan dirinya dirumah ini....dan mungkin akan mengusir Arrabell jauh dari rumah ini..


jadi meski jadi yang kedua..maka Ansel tak masalah asalkan selalu dekat dengan Kenan.


Ansel keluar dari kamarnya dengan mengenakan gaun yang membuatnya percaya diri...gaun itu mirip dengan gaun pengantin yang di pakai Arrabell...


********


Semua sudah menunggu di dalam aula tempat pernikahan akan di gelar,...beberapa sahabat dan kerabat yang di pilih menjadi tamu kehormatan di pesta itu...


Ketika Arrabell keluar bersama Dimitri semua orang bertepuk tangan dengan penuh kekaguman, Arrabell tampak sangat cantik sementara Dimitri sangat gagah dalam balutan jas miliknya..di antara padatnya tamu di antara kerumunan mereka..Ansel menatap tajam ke arah Arrabell yang penuh senyum...ini aneh karna jelas kemarin dia melihat kebencian itu di mata Arra, tidak mungkin suasana hatinya berubah dalam sekejap bukan..


Sementara Ansel menoleh ke arah Kenan, pria itu tidak berubah..tatapannya tetap tajam...yah...tak ada yang berubah dari pria itu..lantas apa yang sedang terjadi..??


Seluruh rangkaian acara di mulai dengan penuh haru..janji pernikahan di ucapkan dengan lancar, tak ada aura ketegangan atau terpaksa di wajah Arrabell seperti yang di inginkan Ansel...karna gadis muda itu tak berhenti tersenyum di sepanjang acara...bahkan ketika Pendeta men sahkan pernikahan mereka....keduanya tampak bahagia..


Hanya Ansel yang memejamkan matanya, dulu dia juga pernah mengucapkan janji pernikahan namun dia telah mengingkarinya...yah...mengingkarinya dengan kejam.


Ansel memejamkan matanya....menahan perih di dada...seandainya waktu dapat di putar maka Ansel tak akan pernah menikah dengan pria lain selain Kenan karna pada akhirnya dia tau kalau hanya cinta Kenan yang membuatnya bahagia..


Ansel mengerang di tempatnya berdiri..


''Dengan demikian kalian berdua sudah di nyatakan Sah menjadi suami dan istri di hadapan Tuhan kita...ingatlah kalau apa yang sudah di persatukan Tuhan tak bisa di ceraikan manusia..''ucap sang pendeta dengan senyuman di wajahnya.


Dimitri dan Arrabell saling menatap dengan pandangan haru..


''Terimakasih Arra...kau mau menerimaku menjadi suamimu..''

__ADS_1


Arrabell mengangguk patuh..


''Jika bersama denganmu maka aku tak akan takut apapun...terimakasih telah kembali Dimitri..''


Pria itu terdiam sebentar, menyadari kalau dendam Arrabell kepadanya terlalu besar..


''Aku mencintaimu Arra...''bisik Dimitri mendekat..


Untuk kemudian mencium keningnya, di ikuti tepuk tangan semua tamu yang hadir..tak ada kebahagiaan lain selain bisa memiliki Arrabell..


Pesta usai....


Dimitri sedang bersama beberapa tamu penting, dan Arrabell juga sedang bersama beberapa istri dari teman-teman Dimitri..mereka berkenalan dan juga mendekat satu sama lain..


''Akhirnya seorang tuan Dimitri yang kaku menikah juga..''ucap Serena salah satu istri dari teman Dimitri bernama Marco Antonio..


''Benar..kau sangat cantik dan cocok dengan tuan Dimitri..semoga berbahagia..dan selamat datang di group arisan istri para mafia..''sambung Syakira tersenyum..


Di antara dua sahabat barunya, Arrabell yang paling terkecil...


''Kau bahkan sepantaran putriku Amanda...dia sedang kuliah di luar kota..tapi tenang saja...aku akan membantumu..''ucap Serena menenangkan.


Sedangkan Syakira juga menjanjikan hal yang sama..


''Kau juga sepantaran putriku namanya Nala...tenang saja..kami berdua akan menjadi teman dan kakak bagimu..karna kau yang terkecil di antara gruop arisan kami..''


''Yah......aku harap juga begitu...''ucap Arrabell menjadi tenang setelah berkenalan dengan kedua sahabatnya ini meski mereka sudah seperti ibunya..tapi mereka awet muda dan cantik..


Mereka sedang minum dan munculah Ansel datang dengan membawa minuman dingin di tangannya, menghampiri mereka bertiga hingga Arra menjadi tak nyaman..


''Senang bisa bertemu dengan dua istri mafia yang terkenal itu..''sapa Ansel mencari muka..


Serena dan Syakira sudah mendengar tentang cerita Ansel dan Dimitri dari suami mereka masing-masing...sejenak mereka menoleh ke arah Arra yang tidak tenang.


''Kau memakai pakaian putih juga..kau seperti ibu dari Arra saja..''Serena tertawa di ikuti Syakira..

__ADS_1


''Serena sayang, bukankah Ansel hampir seusia kita...''sambung Syakira tertawa..


Wajah Ansel merah padam, dia melihat gaunnya sendiri dan menjadi kesal karna mereka sudah berada di pihak Arrabell...namun Ansel tak mudah jatuh...hatinya bahkan sekuat baja..


''Dan mengapa kau hadir disini...''


''Dia tinggal dirumah ini..''ucap Arrabell berdehem,.


''Tinggal disini...''jerit kedua wanita itu terkejut bukan main..


Pandangan kesal di arahkan pada Ansel..


''Ansel astaga,....aku pikir kau sudah kembali pada suamimu..''jerit Serena jengkel.


''Ansel...jangan bilang kau tidak tau malu dengan tinggal dengan pengantin baru...aku yakin sekali kau tidak akan serendah itu.'' sambung Syakira dengan mata melotot..


Wajah Ansel pucat pasi...dia mengerang marah..


''Aku tidak akan pergi sebelum Dimitri memintaku pergi.....apa kalian mengerti..''


''Cih...kau terlalu percaya diri...apa kau mau merebut tuan Dimitri...astaga...nyalimu besar juga...''


''Kau pikir kami akan membiarkannya...Arrabell sudah seperti anak kami jadi kami tak akan pernah membiarkanmu mendekat..''ucap Syakira tampak marah..


Ansel menggertakan gigi..tentu saja dia tau siapa tuan Marco dan tuan Rive,..suami dari kedua perempuan ini..mustahil melawan mereka..


''Aku sedang sibuk nyonya-nyonya..jadi..bersenang-senanglah..''


Ansel melesat meninggalkan ketiga wanita itu,....Serena dan Syakira langsung menatap mata Arrabell...


''Arrabell..tenang saja, kami akan membantumu agar kau bisa lepas dari ular itu..'' ucap Serena membujuk..


Syakira mengangguk..


''Kami punya segudang pengalaman dengan para mafia jadi kau tidak sendirian Arrabell.''

__ADS_1


Arrabell mengangguk dengan haru....


__ADS_2