
Ada yang berbeda dirasakan oleh Arrabell, dia hanya ingin berbaring menyadari kalau bangun membuatnya harus berhadapan dengan Ansel, entah mengapa Ansel seakan membencinya,..memang Arrabel tidak tau hubungan antara Kenan dan wanita asing itu Kenan tidak menjelaskan apapun dan bagi Arrabell dia juga tak ingin mengganggu Kenan berbagai pertanyaan di dalam benaknya..semua seakan terkumpul di dalam kepalanya dan Arrabel memilih memendamnya...tentu saja itu bukan urusannya lagi pula dia dan Kenan tidak punya hubungan perasaan walau pria itu akan menikahinya dan Arrabell tau untuk apa Kenan ingin menikahinya.
Ketika sedang berbaring, ada suara pintu yang terbuka dan membuat Arrabell mengangkat wajahnya, gadis itu membeku melihat Kenan masuk dan langsung mendatanginya dengan tatapan beku..
''Apa yang terjadi mengapa kau tidak turun untuk makan malam...''
Sejak kapan Kenan perduli dengan makan malam mereka...
''Aku sedikit tidak enak badan...''suara Arrabell merendah dan membuat Kenan berdehem...
''Apa kau sakit...''
''Tidak...aku hanya sedang merasa lemah..''
Hening.........
Kenan pun akhirnya bersedekap..
''Bukankah kau harus lebih dekat dengan Ansel...dia lebih matang dan pernah menikah..kalian harus dekat karna dia adalah wanita yang paling berarti untukku..'
Arrabel akhirnya bangkitt dari tidurnya, kata-kata Kenan sungguh memancing emosinya..Arrabell benar-benar tak mengerti jika wanita itu bahkan pernah di cintai Kenan mengapa tidak menikahinya saja dan malam memilih Arrabell...??
Keduanya berdiri saling menatap, sejak Ansel masuk ke dalam hidup mereka dia sudah mulai mengambil kendali..........terbukti Kenan sangat patuh padanya...
''Aku jadi penasaran,....siapa Ansel sebenarnya, apakah dia saudaramu, teman dekat atau kerabatmu...mengapa menyenangkannya kini menjadi tanggung jawabmu..''
Kenan tak suka dengan pernyataan Arrabell pria itu mendekat..
''Jangan mulai lagi Arrabel....dia bukan saudara atau kerabat..namun bagiku dia lebih penting dari itu,..''
''Lebih penting dari itu yah...apakah dia pernah menjadi........''
''Yah..kau benar Arrabell..dia adalah mantan kekasihku tapi tenang saja kami sudah tidak berhubungan lagi....''
Arrabell tersenyum.......
''Bagaimana kalau aku memberimu pilihan Kenan...selagi belum jauh dan kita belum menikah maka kau masih bisa memilih...dan jika kau masih menyukainya maka aku akan memilih mengalah...aku bisa...''
''Apa kau sudah gila Arrabell, dia kemari hanya untuk menjalankan sebuah pekerjaannya...tapi aku sama sekali tidak punya perasaan apapun padanya...asal kau tau itu Arrabell dan mengenai pernikahan kita...jangan pernah bermimpi untuk mundur karna aku tak akan melepaskanmu...''
Arabell mengangguk..
__ADS_1
''Kalau kau memang akan memberikan aku kedudukan sebagai seorang istri maka mulailah menunjukan sikap seperti itu Kenan...''
''Apa maksudmu...''
''Yah....aku bilang aku sedang tidak enak badan dan kau tak boleh memaksaku....karna jika kau memakasaku, maka sama saja kau masih melihatku seperti seorang budak..''ucap Arrabell dengan ketegasan yang sempurna di wajahnya
Dan di luar dugaan, perkataan Arrabell seperti sebuah titah baginya dan mulai menyadarkannya..
''Baiklah aku akan membutikannya padamu Arrabell....tidurlah dan aku tak akan mengganggu..''
Arrabell melonggarkan tenggorokannya...dia sangat takut namun dia menjadi lega karna Kenan ternyata mengerti permintaannya dan tidak lagi bersikap keras padanya..
Kenan mendekatinya dan meraihnya di dalam pelukannya...
''Aku akan kembali dengan cepat setelah makan malam Arrabell.''
''Baiklah.......tapi Kenan..aku ingin meminta sesuatu padamu..''ucap Arrabell dengan wajah serius.''
''Baiklah..apa yang kau inginkan Arrabell..''
Arrabell tersenyum untuk pertama kalinya untuk Kenan yang mulai memberinya kuasa untuk mengambil keputusannya sendiri tanpa harus menekan..
**************
''Mengapa Arrabell tidak turun makan..''tanya Ansel penasaran.
Kenan lalu tersenyum..
''Ansel...maafkan aku sepertinya aku harus menemani Arra..dia sedang mengalami tidak enak badan..kau akan makan sendiri saja..''
Kenan lalu memanggil pelayan untuk mempersiapkan makan malam spesial untuk pertama kalinya dirinya dan juga meminta mereka menyediakannya dalam waktu yang cepat karna tak ingin Arrabell menunggu..
Melihat kenyataan itu Ansel menjadi semakin marah..dia tidak terima ketika Kenan lebih memilih untuk Arrabell dari pada dirinya padahal dulu Ansel adalah yang terutama bagi Kenan..tapi semua berubah dengan cepat ketika gadis kecil hadir dan menggantikan posisiinya..
''Kau tidak keberatan bukan..''
Ansel tersenyum lembut...
''Aku seharusnya tau diri..kalian akan menikah...apakah aku bersikap lancang Kenan...aku minta maaf..''
Kenan pun tersenyum ketika wanita itu meminta maaf...
__ADS_1
''Ansel..kau sudah seperti adikku jadi..tentu aku tak akan mempermasalahkan ucapanmu...kau kan tidak tau kondisi Arrabell..jadi aku harus ke kamar sekarang Ansel...calon istriku menungguku..''
Usai berkata Kenan melangkah meninggalkan Ansel yang sudah tak bisa menyembunyikan rasa marahnya..wanita itu kemudian memukul meja makan dengan kepalan tangan..
''Arrabell....beraninya kau merebut posisiku,..beraninya kau..''desis Ansel dengan gertakan gigi..
Tidak...dia tak bisa membiarkan Arrabell mengambil hati Kenan karna dari awal Kenan adalah miliknya..hanya Ansel yang bisa mengerti sisi gelap Kenan..dan akan selalu seperti itu..
Kenan harus bergantung padanya bukan pada Arrabell....yah...kali ini Ansel benar-benar akan merebut posisinya kembali dan dia tau kelemahan Kenan dan akan memanfaatkannya dengan baik.
**********
Pagi hari...
Arrabell melangkah menuruni tangga, kali ini dia tidak menggunakan lift kali ini dia mengguinakan tangga, sambil bersenandung Arrabell tersenyum sendirian...makan malam semalam sangat indah, untuk pertama kalinya Kenan bersikap baik..dan lembut kepadanya,..mereka lalu bercinta dan tidur bersama...
Indah...
Arrabell masih tersenyum namun..senyumnya menguap ketika melihat Ansel menatapnya dari bawah tangga dengan sangat tajam..
Senyumnya terlihat berbeda, seperti seringai tajam...seperti seorang psikopat yang ingin menghabisinya...
''Ansel........''
Ansel menaiki tangga sementara Arrabell menunggu di pertengahan tangga..
Plak...
Tanpa di duga....sebuah tamparan mendarat di wajah Arrabell rasanya sangat menyakitkan..gadis itu meringis..
''Ansel....mengapa kau menamparku...''
''Karna kelancanganmu Arrabell....kau pikir kau akan mendapatkan Kenan,...kau pikir kau akan merebut posisiku dengan mudah...kau pikir aku akan membiarkannya...''teriak Ansel seperti kehilangan pikirannya.
Arrabell terdiam..sambil memegang pipinya...
''Apa maksudmu Ansel....kau tidak lupa kami akan menikah..''
''Menikah....dengan pribadi siapa, Kenan atau Dimitri....kau akan menghabiskan waktumu Arrabell....kau pikir kau sudah menang karna saat ini Kenan bersikap lunak..yah..dia hanya belum memperlihatkan semua sisi gelapnya padamu...kau tak akan bisa menahan semua itu Arrabell kau tak punya pengalaman untuk menghadapi seseorang seperti Kenan...jadi sebelum aku menyingkirkanmu lebih baik kau menyingkir jauh dari Kenan....'' ancamnya dengan serius..
Arrabell menyipitkan matanya dengan tajam..
__ADS_1
''Bagaimana kalau aku menolak..''balas Arrabell menantang.
Ansell mengeraskan wajahnya...