Alter Ego

Alter Ego
FEIZ


__ADS_3

Seolah mendapat pengalihan issue, cerita tentang penyerangan Mala teralihkan oleh cerita kesurupan masal kemarin. Mala bisa sedikit bernafas lega. Pasalnya, semua temannya jadi sibuk dengan kejadian kesurupan.


Tentang pemuda berambut putih yang menolongnya. Mala dan Malam sepakat tidak membahasnya. Dan menganggap itu hanya figur hantu lain.


Mala ikut berkumpul dengan Siti dan Intan. Mengobrolkan kejadian kemarin yang dibumbui secara berlebihan.


Bahkan Siti, dengan tanpa dosa, membumbui cerita bahwa sekolah didirikan diatas laham pemakaman.


Obrolan semakin seru. Sampai mereka tidak sadar ada yang ikut menghampiri dan mendengarkan obrolan mereka.


Laki-laki berseragam seperti mereka, wajahnya seolah di pahat oleh tukang yang ahli. Sangat halus. Kulitnya berwarna terang. Intinya, dia sangat tampan. Yang paling menonjol adalah rambutnya yang putih keperakan.


Mala terperanjat melihat penampakan itu. Tapi, mencoba bersikap biasa.


“ Dia pasti hantu” batin Mala.


Cerita masih terus berlangsung sampai Siti menyadari keberadaan pria itu.


“ Eh, eh” sikap Siti berubah salting dan sok merapikan rambutnya. Tak berapa lama, Intan juga ketularan Siti.


“ Tunggu, mereka ngelihat pemuda itu?” Mala kebingungan.


“ Eh, ada yang dengerin, ya? Gak tahu” ucap Siti. Intonasinya berubah seketika. Terdengar halus dan manja.


“ Iya. Tadi lewat depan kelas terus denger kalian ngobrol seru, aku jadi tertarik.” Jawab pria itu. “ oh, ya. Kenalin, namaku Feiz Hasan. Mulai besok akan sekolah disini. “ diulurkannya tangannya dan disambut antusias oleh Siti dan Intan.

__ADS_1


Saat Feiz mengulurkan tangan ke arah Mala. Dia masih cengo.


Begitu mendapat cubitan kecil dari Intan, dia segera membalas jabatan tangan itu.


Mala merasakan sengatan dingin yang aneh. Bahkan saat jabatan itu lepas, sengatannya masih terasa.


“ Feiz rambutnya dicat,ya.. keren!! Tapi, ga takut di omelin guru BP?” tanya Siti sambil menunjuk rambut putih milik Feiz.


“ Aku terkena sindrom Marie Antoinette. Seperti Albino. Makanya rambutku putih. Saat ini surat keterangan dari dokternya dipegang kepala sekolah.” Terangnya tenang.


“ Ayo lanjutin cerita horornya. Aku?” ajak Feiz


..


“ Aku? Pangeranmu..” jawab Feiz sambil memiringkan wajah dan tersenyum geli.


Saat ini mereka hanya berdua. Setelah berpisah dengan Siti dan Intan, Feiz Mengajak Mala berbicara.


“ Jawab dengan benar”


“ Singkatnya, aku tertarik padamu. Cewek SMA biasa yang berani melawan jin ganas pemimpin pasukan hantu sendirian..”


“ Jadi, kamu benar yang kemarin..”


“ Begitulah. Kamu tidak perlu berterimakasih. Akan sangat berguna kalau kamu berhutang budi padaku..” Mala mengernyit.

__ADS_1


“ Singkatnya, Bantu aku mencari Jalmo”


“ Aku tidak merasa perlu untuk membantumu, Feiz”


“ Oh.. iya ya..” Feiz mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Sebuah foto.


“ Bagaimana kalau aku menyebarkan cerita tentang kamu yang baru keluar dari rumah sakit jiwa?”


Mala tercekat. Itu fotonya saat di rumah sakit jiwa.


“ Darimana kamu mendapatkannya?!!”


“ Tidak penting darimana, cukup kamu bantu aku menemukan Jalmo dan rahasia kecilmu akan aman.”


Feiz melangkah meninggalkan Mala. Tangannya melambai sambil mengatakan waktu dan lokasi mereka akan bertemu.


...


Feiz termangu dikamarnya. Memandangi sebuah boneka dari kayu berbentuk pengantin wanita. Boneka itu ditaruh di dalam lemari kaca yang penuh dengan ornamen rajah berbahasa arab.


“ Aku pasti akan menemukanmu , Jalmo ” tekat Feiz.


..


Di suatu tempat nun jauh disana, sebuah boneka yang menyerupai boneka milik Feiz namun dengan baju tuxedo hitam, tergeletak tak berdaya. seekor tikus mengeratnya sampai berlubang. Dari lubang itu, keluar asap tebal yang semakin lama asap itu membentuk sosok manusia.

__ADS_1


__ADS_2