Alter Ego

Alter Ego
Persiapan Menikah


__ADS_3

Setelah menghabiskan waktu di Hotel akhirnya Kenan membawa Arrabell keluar dari Hotel megah itu...sepanjang mereka berjalan, Arra baru sadar atas penghormatan yang di berikan oleh karyawan Hotel itu..mereka tampak menunduk hormat ketika melewati Kenan dan Arra...hal itulah yang membuat Arrabell tak berhenti mengutuki dirinya sendiri..bagaimana bisa dia terlalu bodoh...Kenan adalah pria kaya raya dan punya kekuasaan...jadi seharusnya dia memilih hotel yang lebih kecil untuk lari..kini dia tak bisa lagi untuk pergi...


Begitu sampai parkiran Hotel,pandangan Arrabell tertuju pada Gavin yang menundukan kepalanya dalam-dalam..ketika mata mereka bertemu...sementara Kenan menyadari tatapan itu, ia menghentikan langkahnya..


''Arrabell...lain kali berpikirlah sebelum melakukan sesuatu...aku hampir saja menjual adik Gavin ke pasar gelap karna dirimu..''ucap Kenan dengan dingin..


Sementara Arrabell begitu terkejut dan merasa bersalah pada Gavin, namun ia tak bisa mengungkapkan itu karna Kenan mengawasi lewat matanya...


''Ayo masuk...Arrabell..''


''Yah.......''


Arra pun masuk dan mobil meninggalkan Hotel untuk kembali ke rumah, sepanjang jalan,...Arrabell hanya menatap ke luar jendela dan merasa sedih luar biasa...mobil melewati sebuah padang rerumputan disana dan ada kawanan burung yang terbang..dan untuk pertama kalinya Arrabell begitu iri dengan kawanan burung yang terbang bebas itu menyadari keadaannya berbanding terbalik saat ini. Arrabell begitu sedih karna dia bahkan kembali ke tempat yang akan mengurung dirinya selamanya..


''Istirahatlah sebentar lalu orang dari butik akan datang nanti sore untuk fiting gaun.''


Arrabell tidak menjawab dan hanya menganggukan kepalanya, sampai saat ini Arrabell tak tau mengapa Kenan begitu ingin menikahinya..padahal bisa saja mereka tidak menikah..


Arrabell memijit pelipisnya sebentar, semua ini terasa mengerikan untuknya...terjebak menikah bersama Kenan sangat mengerikan...disaat seperti ini Arrabell merindukan Dimitri setidaknya dia lebih baik untuk di ajak bicara...


Di perjalanan...bunyi telp masuk di ponsel milik Kenan, pria itu segera mengambilnya dan mengerutkan keningnya...


Nomor yang tidak di ketahui....??


''Hallo.....kau siapa.....'


Hening..................


Aku....Ansel kau masih ingat padaku..''


Jantung Kenan berdebar...ketika mendengar nama itu..ia sempat menjauhkan ponselnya untuk menarik nafas...di saat yang sama..ia dan Arrabell saling menatap sebentar...Kenan kembali tenang dan berdehem..merubah wajah dinginnya lalu kembali menelfon...


''Ansel.....kau dimana....''


Arrabell menoleh seketika....


Siapa Ansel........??


*************


Sesampainya di butik, Kenan langsung meninggalkan Arrabell begitu saja dan masuk ke dalam ruang kerjanya...hingga gadis itu membeku, merasa heran mengapa sikap Kenan berubah setelah menerima telp misterius itu..

__ADS_1


''Arrabell....''sapa Gavin di belakangnya..


Arrabell menoleh dan tertegun..menatap Gavin ia merasa bersalah..dia sungguh telah membahayakan adik pria yang setia ini..


''Aku minta maaf Gavin....tentang rencana bodohku yang akhirnya membuatmu hampir kehilangan adikkmu.''


''Arrabell.....sudahlah, semua sudah berlalu.''


''Tapi aku tetap merasa bersalah, aku pikir aku mungkin di takdirkan untuk Kenan..atau Dimitri...''


''Tuan Dimitri sudah lama tidak muncul...apa kau merindukannya..''


Arrabell tersenyum...


''Bukankah sama saja Kenan dan Dimitri walau yah...aku lebih menyukai Dimitri...dia bisa berbicara seperti seorang manusia..''


''Hahaha....jangan begitu...tuan Kenan tak akan suka mendengarnya..''


''Bukankah ini akan menjadi rahasia kita Gavin..''


''Aku pikir begitu Arrabell..''ucap Gavin menunduk hormat..


Gavin lalu pamit untuk pergi meninggalkan Arrabell sementara gadis itu melirik ke lantai atas tepatnya ruang kerja Kenan...ada apa...mengapa wajah Kenan sepucat itu ketika mendapat telp dari seseorang yang bernama Ansel...??


***************


Sementara di ruang kerja,...


Kenan menyandarkan tubuhnya di sofa..Ansell gadis itu bukanlah orang baru dalam kehidupan Kenan..Ansel adalah teman kecil Kenan, dia juga mengetahui tentang alter ego seorang Dimitri Owen bernama Kenan, rumah mereka dulu begitu dekat, lebih tepatnya rumah mereka bersebelahan..ketika Kenan mendapat penyiksaan Ansel selalu ada untuk menemaninya..bahkan hubungan mereka berlanjut menjadi cinta di usia remaja menuju dewasa..namun sempat terputus ketika Ansel di nikahkan oleh ayahnya..mereka berpisah, Kenan sempat kehilangan arah sebelumn Kenan...menemukan ayah Arrabell yang menjual anak gadis kepadanya..


Namun dalam hati Kenan...dia tidak melupakan Ansel sedikitpun meski sudah lama mereka berpisah...karna gadis itu adalah penyembuhnya dahulu..meski Kenan juga tak bisa melupakan rasa sakit ketika Ansel menikah dengan pria lain..


Dan kini...sebuah permintaan sederhana malah membuat Kenan tak bisa menolak...dan kini dia meragu sendiri..


Hanya sebulan...dan aku tak akan mengganggumu lagi Kenan...


Kenan hanya menghela nafas...lalu bagaimana Arrabell dan perasaannya sendiri..untuk pertama kalinya Kenan merasa gamang dengan perasaannya..


*********************


Kenan keluar dari lift dan langsung menemukan beberapa orang dari butik yang sedang mengelilingi seseorang yang sedang memakai gaun pengantin dan ternyata buka orang lain karna..Kenan pun menjatuhkan matanya pada sosok Arrabell yang sedang memakai contoh gaun pengantin tanpa lengan berwarna putih membelakanginya..

__ADS_1


Tatapan Kenan menghangat...aura membunuhnya hilang, pandangannya yang biasanya tajam kini terlihat lebih hangat dan teduh...ia merasa tenang ketika sadar, Arrabell tidak lagi menunjukan perlawanan..


''Ini sedikit terbuka...aku pikir...''


''Gaun itu sangat indah untukmu Arra...''


Suara berat Kenan membuat Arrabell seketika menolah, Kenan menatap dengan gemas karna Arrabell terlihat sangat cantik...dan menggemaskan..dia begitu memukau..


Arra membeku di tempatnya begitu juga beberapa karyawan yang membantunya tadi...Kenan mendekat dan mereka bergerak mundur membiarkan Kenan dan Arrabell sendiri..


Pria itu menarik punggung Arra hingga menyatu dengannya dan membuat wajah keduanya begitu dekat..


''Kau cantik sekali Arra...''


''Gaun ini sedikit kecil dan membuatku sesak..''


''Tidak....kau sangat pas memakai gaun ini Arrabell..tak ada yang lebih pantas memakai gaun seperti ini selain kau...aku menyukainya dan akan bangga jika kau memakainya..''


Arrabell mengangguk,....ingin melepaskan pelukan Kenan yang membuatnya gugup..namun pria itu malah semakin mengeratkan pelukannya..


''Aku benar-benar menginginkanmu Arrabell...dan tidak sabar dengan hari pernikahan kita..''


Kenan memejamkan matanya dan yang dia rasakan adalah kedamaian...pelukan Arrabell seperti rumah baginya dan ia tak bisa membayangkan kalau kemarin nyaris kehilangan Arrabell...


Arrabell hanya terdiam di pelukan Kenan..mengapa pria ini begitu berbeda,..mengapa sikapnya berubah menghangat...?


Arrabell menaikan sudut bibirnya...


Dan...ketika pelukan mereka terlepas, seorang pelayan menghampiri mereka dan menunduk..


''Tuan Kenan...ada tamu yang ingin masuk menemui anda..''


''Tamu...''ulang Kenan mengerutkan kening..


Dan tanpa di minta masuk...seorang wanita masuk ke dalam ruang tamu dan langkahnya terhenti melihat Kenan sedang memeluk seorang gadis muda...


Siapa dia....??


Kenan sungguh terkejut tak menyangka kalau Ansel datang secepat ini.


''Ansel.....''

__ADS_1


Sementara Arra menjadi bingung,...melihat wanita cantik di hadapannya..ia menoleh Kenan yang menatap wanita itu..


''Siapa dia Kenan..''ucap Ansel menyembunyikan kepalan tangan di belakang punggungnya..


__ADS_2